Insentif Pengurangan Biaya SPP Terkait Pendidikan Formal dari Rumah Selama Wabah Covid-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sejak Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menjadi pandemi di Indonesia maka kegiatan pendidikan formal berpindah dari sekolah ke rumah. Para orang tua murid yang sebelumnya mendelegasikan pendidikan anaknya kepada managemen sekolah (sekolah), dengan memberikan kontribusi pembayaran biaya SPP (khususnya sekolah swasta), akhirnya terpaksa menerima kembali tanggung jawab pendidikan formal anaknya. Faktanya, guru sebagai wakil sekolah hanya memberikan tugas kepada murid. Bimbingan pengajaran dan fasilitas sarana yang semestinya disediakan oleh sekolah, menjadi sangat minim. Pada akhirnya, keadaan tersebut malah menjadi beban (waktu, energi, dan biaya) tambahan bagi murid dan orang tuanya.

Dengan berkurangnya kontribusi bimbingan pengajaran maupun fasilitas sarana dari sekolah, otomatis berkurang pula biaya operasional yang ditanggung oleh sekolah. Terkait hal tersebut, maka ada sebagian sekolah swasta yang bijak dan telah memberikan insentif pengurangan biaya SPP berkisar 10 - 50%. Akan tetapi, ada juga sekolah swasta yang dengan arogansinya, demi motif ekonomi untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, tidak mau memberikan insentif pengurangan biaya SPP sama sekali, dan bahkan tetap memberlakukan denda atas keterlambatan pembayaran biaya SPP.

Sehubungan dengan fenomena tersebut, maka para orang tua murid berharap kepada pemerintah, utamanya kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, berdasarkan prinsip keadilan, untuk menetapkan kebijakan yang berlaku bagi seluruh sekolah swasta di Republik Indonesia tercinta ini, berupa insentif pengurangan biaya SPP senilai persentase tertentu. Kebijakan diberlakukan selama wabah covid-19 masih berlangsung atau atas dasar pertimbangan pemerintah.