Mohon berikan solusi sistem transport masyarakat Bali & warga Dunia yang berlibur di Bali

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Yang kami muliakan,

Bapak Gubernur Bali,

Bapak I Wayan Koster.

Dengan adanya gesekan antar anak bangsa yang berprofesi sebagai driver, dan ini terus menerus terjadi diwilayah Bali, dimana Bali sebagai salah satu tujuan Pariwisata Dunia, maka kiranya bapak harus tegas didalam memberikan keputusan.

Dengan adanya "SISTEM" aplikator yang seperti ini masih berlanjut terus, tetap saja nasib masyarakat yang berprofesi menjadi driver diambang batas kehawatiran, dan akan terjadi kisruh yang tak berujung antar anak bangsa yang bekerja profesi sebagai driver yang menggunakan sistem Aplikasi Online dengan yang menggunakan sistem konvensional.

Sejatinya, peradaban dunia semakin maju, berkembang & canggih, sungguh kita tidak bisa menolak hal itu dengan dalih apapun, namun kendala hanyalah terletak pada sistem yang diterapkan oleh Aplikator itu sendiri, sebetulnya.

Sistem yang pro rakyat lah yang benar-benar sangat dibutuhkan kedepannya, Aplikator yang memiliki sistem koperasi lah yang harus betul² dipakai..!!!, karena sejalan dengan amanat UUD'45. Dan pemerintah harus siap menjadi penjamin langsung sehingga tidak ada potensi koperasi berbau terasi bermunculan nantinya.

Masyarakat yang berprofesi sebagai Driver sesungguhnya tidak meminta hal yang muluk-muluk kepada bapak.

Mendapatkan SHU !

Mendapatkan Beasiswa sekolah Anak !

Mendapatkan Jaminan Hari Tua !

Asuransi Jiwa yang layak ! &

Buy Back Guarantie !

Karena tentu saudara² yang berprofesi menjadi driver akan menua nantinya. Dan sering kita lupakan bahwa, profesi menjadi driver ialah ujung tombak berjalan nya roda pariwisata di setiap wilayah manapun, di Indonesia.

=====

Kalau saja ada Aplikator yang memiliki sistem :

1. Yang Memberikan kesejahteraan maksimal bagi para Anggota nya yang bekerja sebagai pekerja driver, semisal seperti dibuatnya sistem Tunjangan Hari Tua, memberikan sistem SHU kepada anggota, lalu melakukan pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus membina (bukan mensuspend se-enak nya), lalu kemudian dapat memberikan naungan yang baik bagi para anggota nya yg bekerja sebagai driver seperti memberikan peluang modal usaha kecil, atau kredit pemilikan rumah, atau beasiswa sekolah, atau asuransi jiwa yang layak, maka tentu akan lebih dipilih sistem aplikator yang seperti ini...!!, karena kunci berhasilnya roda bisnis ini ujung tombaknya ialah para driver.

2. Yang Memberikan punishment dengan tingkat ketegasan bagi yang melakukan kejahatan (membunuh, pemerkosaan), diluar itu semua tiap anggota yang melakukan pelanggaran kode etik masih tetap diberikan kesempatan perbaikan dengan terus diberikan kesempatan pembinaan, maka tentu Aplikator seperti ini yang harus dipilih..!!!

3. Yang Mampu menciptakan iklim kerja diantara para anggotanya dengan sistem semangat kerja "GOTONG ROYONG", sehingga siapapun yang wilayahnya dimasuki, tidak akan keberatan!!!, karena tentu wilayah tersebut dimanapun itu, secara langsung akan mendapatkan dampak manfaat keuntungan pula dari sistem kerja "GOTONG ROYONG" ini, tentunya sistem pengawasan seperti ini tidak boleh luput dari peran pemerintah daerah dalam turut berperan mengawasi perputaran uang didalam bisnis ini, sehingga pemerintah daerah lah yang akan mengatur / membagi bagi itu kedalam bentuk kontribusi wilayah yang terdata, ter record, dan transparan!!!, serta dapat diawasi oleh setiap bagian yang menjadi Anggota..!!, kita sudah mendapat contoh baik dari Pak Ahok, beliau bisa membuat sistem keuangan e-budgeting secara transparan, semua orang bisa meng-akses, mengetahui aliran dana nya kemana dan dipakai untuk apa saja.

Perkembangan wilayah di tiap tiap tempat yang dijadikan objek kerja pun, dijamin tidak akan lagi ada yang komplain/bergesekan, semisal saudara kita yang di wilayah Ubud dan Canggu, tentulah mereka pasti akan auto smile senang dan menerima!!!, karena wilayah mereka secara langsung akan menerima keuntungan atas sistem kerja "GOTONG ROYONG" semacam ini..!!!

4. Yang dapat mensinergikan potensi pengembangan yang dilakukan oleh pemerintah NKRI, dengan balai latihan kerja atau sejenisnya, sehingga apabila itu terjadi maka subsidi silang akan berjalan..!!!

maka terciptalah sinergy yang baik di masyarakat, tentu akan berdampak kepada pemberian harga murah kepada konsumen pengguna (WNI).

singkatnya.. bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan registrasi akun penumpang menggunakan KTP akan tetap mendapatkan harga standart/murah tanpa memotong kesejahteraan driver.

Dan bagi akun penumpang yang mendaftar tidak dengan NIK, seperti (Turis/Foreign), maka mendapatkan penerapan harga special pada akun mereka ialah harga batas atas yang telah resmi ditetapkan oleh pemerintah, sehingga tidak ada lagi alasan diskriminasi harga karena memang sudah sesuai dengan apa yang pemerintah indonesia tetapkan.

Kalau ada Aplikator yang bisa seperti itu pak koster, maka AMAN INDONESIA KITA.!!