Orange dalam Pandemi Covid-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Pandemi Virus COVID-19 memaksa perubahan perilaku manusia termasuk para mahasiswa. Kuliah dari rumah, tugas diselesaikan di rumah, bahkan para dosen terpaksa bekerja dari rumah (Work From Home) membawa berbagai perubahan secara mendadak sehingga berbagai agenda tak bisa ditunaikan.

 

Kebijakan menjaga jarak (social distancing atau physical distancing) untuk mengurangi penularan hingga kebijakan Presiden Joko Widodo tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat hampir semua aktifitas sosial yang memerlukan interaksi fisik tidak dapat dilakukan. Berangkat dari ketidakpastian ini, maka urgensinya adalah memutus rantai penyeberan Pandemi COVID-19.

 

Hal ini penting agar yayasan dan jajaran STIKes Husada Borneo untuk duduk bersama dan memikirkan bagaimana nasib mahasiswa di era pandemi ini. Urgensi pengganti tugas akhir skripsi bagi mahasiswa yang tidak dapat melakukan penelitian karena berbagai hambatan.

 

Dilema terbesar yang kami hadapi saat ini yaitu tidak adanya kebijakan yang pasti bagi kami mahasiswa semester akhir. Penundaan penyelesaian tugas akhir bukanlah solusi yang tepat. Apalagi ditengah kondisi ekonomi yang tidak stabil akibat mewabahnya COVID-19. Kami tentunya tidak ingin membebani orang tua dengan   beban biaya hidup dan kuliah akibat penundaan penyelesaian tugas akhir. 

 

Untuk itu kami mahasiswa semester akhir mempunyai beberapa permintaan kepada yayasan dan jajaran STIKes Husada Borneo, yaitu:

 

1.) Memperkenankan penelitian lapangan dan laboratorium dapat diubah bentuk menjadi penelitian yang memungkinkan dilakukan tanpa aktifitas interaksi fisik, yaitu studi literatur. Meninjau dari beberapa kampus yang telah menerapkan studi literatur dalam pelaksanaan penelitian yaitu:

·         STIKes Intan Martapura

·         Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

·         Akademi Analis Kesehatan Borneo Lestari

·         Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (FK dan Ilmu Kesehatan) 

·         Universitas Sari Mulya Banjarmasin

 

2.) Menolak penundaan penyelesaian tugas akhir dengan cara penambahan 1 semester yang memberatkan mahasiswa. 

 

3.) Pandemi COVID-19 jangan sampai menghalangi proses wisuda (kelulusan) karena itu adalah hak mahasiswa akhir yang harus di tunaikan.