Desak Kampus IIB Darmajaya Memberikan potongan BPP & SKS Sebesar 50%

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Dengan sikap kampus yang masih terlihat abai ini, bahkan terkesan tidak peduli dengan situasi krisis ekonomi yang dihadapkan pada masyrakat, khususnya mahasiswa Darmajaya, untuk itu KBM Darmajaya mengajak kawan-kawan mahasiswa Darmajaya untuk mau menyebar luaskan petisi guna mendseak pihak kampus segera memberikan potongan biaya kuliah. yang utama agar tidak ada lagi kawan-kawan kita yang harus putus pendidikan nya di tengah pandemi dan berkurangnya beban yang harus di hadapi oleh orang tua di tengah sulitnya ekonomi. 

Dimasa pandemi yang belum juga usai, ditambah dengan datangnya krisis ekonomi yang telah jelas di rasakan oleh masyarakat Indonesia dan khususnya masyarakat Lampung. Mahasiswa Darmajaya masih saja tetap membayar biaya BPP (biaya penyelengara pendidikan) dan SKS (satuan kredit mahasiswa) yang besaran biaya sama dengan seperti saat situasi normal.

Sebab, Darmajaya sendiri saat ini sedang memasuki massa akhir semester dan sedang melaksanakan ujian akhir semester. Yang mana beberapa waktu dekat, mahasiswa Darmajaya kembali akan dihadapkan pembayaran lagi di masa pandemi tanpa sama sekali potongan biaya BPP dan SKS.

Selama pandemi, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sendiri, Darmajaya hanya pernah mengeluarkan kebijakan memberikan potongan biaya BPP sebesar Rp250 ribu, pada awal terjadinya pandemi yaitu semester ganjil.

 

Selain itu, memberikan bantuan bebas biaya BPP dan SKS, yang mana beasiswa tersebut bersumber dari bantuan kemendikbud pada semester genap lalu. Itupun tidak adanya transparansi jumlah kuota penerima bantuan pembebasan biaya BPP dan SKS dari Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan.

Sampai saat ini, Kampus Darmajaya, masih terlihat enggan dan abai terhadap situasi krisis ekonomi yang sedang terjadi, untuk mengeluarkan kebijakan menurunkan biaya BPP dan SKS pada semester depan.

Meskipun sangat jelas tidak ada satupun fasilitas kampus yang dipakai mahasiswa. Ini jelas tidak masuk akal logika kita. seharusnya dalam situasi seperti ini kampus harus melihat jernih bahwa dampak pandemi yang telah terjadi hampir satu tahun ini menyebabkan banyak diantara orang tua mahasiswa yang selain di PHK dari tempat mereka bekerja juga terdampak ekonominya secara drastis.

Untuk itu Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Darmajaya, mendesak pimpinan kampus dalam hal ini adalah stakeholder untuk segera mengeluarkan kebijakan guna meringankan beban mahasiswa dimasa krisis ekonomi .

Sebab dalam situasi pandemi dan krisis seperti sekarang dampak ekonomi dirasakan hampir semua kalangan dan kelas sosial, untuk itu seharusnya kampus jelas memberikan keringan biaya BPP dan SKS demi keberlangsungan pendidikan bagi generasi negeri.