Desak Bupati Madina Untuk Berhenti Sesuai Keinginannya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Pada hari Minggu, 21 April 2019 banyak orang dihebohkan oleh viralnya gambar surat 'Permohonan Berhenti Dari Jabatan Bupati' oleh Bupati Mandailing Natal (Madina), Bapak Dahlan Hasan Nasution, khususnya di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Hal tersebut sontak menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat, ada yang tidak setuju, banyak pula yang setuju, ada pula yang bertanya-tanya. Termasuk kami, HIMPUNAN MAHASISWA PANTAI BARAT MANDAILING (HMPBM) KOTA PADANGSIDIMPUAN.

Dari gambar surat Bupati Madina yang viral tersebut, disebutkan yang menjadi latar belakang keinginan pengunduran diri Bapak Dahlan Hasan Nasution adalah hasil yang mengecewakan atas pelaksanaan pemilu 2019 di Madina, dimana hasil pemilu tersebut tidak sesuai dengan harapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang juga merupakan kandidat Calon Presiden Nomor Urut 01 pada Pilpres 2019 ini.

Berdasarkan surat serta pemberitaan media cetak dan elektronik terkait alasan ingin berhentinya bupati madina tersebut, dapat diindikasikan bahwa Bupati Madina:

  1. Menyalahkan masyarakat Madina yang tidak memilih Pasangan Capres-Cawapres 01 pada pemilu 17 April lalu.
  2. Bupati Madina mengakui ketidaknetralannya dalam pelaksanaan Pemilu 2019.
  3. Bupati Madina khianati rakyat dengan menganggap tanggung jawabnya kepada Presiden lebih penting daripada tanggung jawab kepada rakyat Madina.

Selain latar belakang pengunduran diri yang tidak rasional tersebut, ada hal yang harus diluruskan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dimana dalam surat permohonan berhenti dari jabatan bupati tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia dan ditembuskan kepada Menteri Perekonomiam RI.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah, disebutkan Kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah berhenti karena: meninggal dunia; permintaan sendiri; atau diberhentikan. Pemberhentian kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah karena permintaan sendiri diberitahukan oleh pimpinan DPRD untuk diputuskan dalam Rapat Paripurna dan diusulkan oleh pimpinan DPRD.

Mlihat antusiasme masyarakat yang mendengar kabar Bupati Madina mengundurkan diri, sedangkan Surat Permohonan Berhenti Bupati Madina tersebut tidak akan mungkin diproses lebih lanjut karena salah prosedur, Tanda Tangani Petisi ini jika anda setuju untuk mendesak Bupati Madina agar merevisi surat permohonan pengunduran dirinnya, tujukan surat permohonan pengunduran diri tersebut kepada DPRD Kabupaten Mandailing Natal.