Kami Menuntut Aminudin Ma'ruf, Ketua Umum PB PMII, Minta Maaf ke Rakyat Sulawesi Tengah

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Kami sebagai warga Kota Palu dan masyarakat Sulawesi Tengah pada umumnya sangat senang tatkala diberi kehormatan sebagai tuan rumah Kongres XIX PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Agenda ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap penguatan NKRI sebab kami tahu bahwa PMII selama ini konsisten menjaga keutuhan bangsa kita. Disamping itu, kedatangan Bapak Presiden Republik Indonesia serta para menteri dan pejabat yang mengiringinya membuat kami bangga dan senang bisa menunjukkan adat istiadat dan kebudayaan daerah kami.

Akan tetapi sangat disesalkan, pada hari ini 16 Mei 2016, di hadapan Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo, para menteri dan pejabat-pejabat yang lain, kami dipermalukan dengan pernyataan saudara Aminudin Ma’ruf, Ketua Umum PB PMII, dalam sambutan pembukaan acara kongres yang menuding bahwa Kota Palu dan Sulawesi Tengah merupakan daerah pusat ajaran radikal Islam dan pusat gerakan menentang NKRI. Berikut pernyataan lengkap saudara Aminudin Ma'ruf

 “Bapak Presiden sengaja kami membuat, melaksanakan kongres kesembilan belas di Tanah Tadulako, di Provinsi Sulawesi Tengah,  dengan tema Meneguhkan Konsensus Bernegara untuk Indonesia Berkeadaban. Di tanah ini, katanya, adalah Pusat dari gerakan radikalisme Islam. Bapak Kapolda senyum-senyum nih. Di tanah ini, katanya, adalah pusat dari gerakan menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sengaja membuat kongres di tanah ini untuk membuktikan bahwa jika hadir PMII, jika ada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, tidak sejengkal tanahpun di NKRI ini untuk mereka yang intoleran. untuk mereka-mereka yang akan merubah Pancasila sebagai dasar negara”.

Amin juga menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan kondisi keagamaan di Indonesia. Berikut lanjutan pidatonya:

“Mereka yang baru saja paham keagamaan seakan-seakan paling benar, seakan surga adalah milik mereka padahal kita semua belum mengenal surga. Siapa yang mau mengenal surga duluan silahkan. Belakangan ini sesama anak bangsa saling menghujat satu bangsa beda agama, saling rebut. Satu agama beda aliran ribut juga. Satu aliran beda organisasi,ribut juga. Satu organisasi beda pendapat rebut. Satu pendapat beda pendapatan apalagi”.

Pernyataan diatas tidak didasarkan fakta sama sekali dan meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah pada umunya. Hal ini dapat dibuktikan bahwa tidak pernah ada sejarah pemberontakan yang berasal dari Kota Palu. Selain itu, masyarakat Sulawesi Tengah selalu hidup berdampingan dengan damai meski Propinsi kami terdiri dari, paling tidak, 15 etnis.

Maka dari itu, kami masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah pada umumnya, menuntut permintaan maaf secara terbuka dari Ketua Umum PB PMII, saudara Aminuddin Ma’ruf, atas pernyataan yang sangat tidak berdasar tersebut.



Hari ini: Warga Sulawesi Tengah mengandalkanmu

Warga Sulawesi Tengah membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Warga Sulawesi Tengah Tuntut Permintaan Maaf Aminudin Ma'ruf". Bergabunglah dengan Warga Sulawesi Tengah dan 104 pendukung lainnya hari ini.