Pemda Kota Tangsel Mohon Perbaiki Sistem Layanan Disdukcapil

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Yang Kami Hormati,

Walikota kami tercinta, Ibu Airin Rachmi Diany, beserta jajaran birokrasi daerah, DPRD Tangsel dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tangsel

Kami warga yang berbahagia bisa hidup di Tangerang Selatan, tapi kami merasa sedih dengan rumitnya pelayanan publik untuk administrasi kependudukan, 

Saat kami akan mengurus keperluan administrasi publik kami harus mengantri sejak pagi buta, untuk mendapat nomer antrian, ya ini karena antrian dibatasi 150 per loket, tak jarang nomer antrian habis sehingga harus berulang kali kembali. Belum lagi kalau kami terlewat meski hanya satu antrian karena buang hajat kami harus memulai lagi antrian, Duh, padahal dukcapil sudah punya sistem online http://siakcapil.tangerangselatankota.go.id/ tapi kenapa kami harus antri panjang? 

Maksud baik membatasi layanan (150 antrian perhari per layanan) seharusnya didukung dg sistem pendaftaran antrian online seperti yg diterapkan imigrasi sehingga kami dapat memilih waktu yang masih kosong, di hari/tanggal tertentu dan jam tertentu, dengan begitu kami bisa dengan mudah mengurus izin cuti di kantor.

Yang membuat kami sedih lagi, administrasi tidak bisa diurus sekaligus, misalnya untuk pindah domisili harus urus "skdwni" dulu, dg berkas yg banyak dan proses antriannya setidaknya memakan waktu seharian penuh, lalu ke kelurahan mengurus kk dengan durasi 14 hari kerja sekitar (2-3 minggu), lalu mengisi form online utk ktp dan balik ke disdukcapil memprosesnya dibutuhkan antri seharian lagi, lalu mengurus kia anak butuh seharian lagi, dst. 

Setidaknya kami harus antri berkali-kali, andaikan sistem dibenahi, kami bisa membantu dg upload online dan mengisi form online yg paperless, lalu petugas bisa memverifikasi berkas asli yang antriannya bisa kami pilih online, tentu sangat memudahkan dan efisien.

Para petugas juga tidak kewalahan dan tidak akan ada lagi antrian berjubel, serta tidak akan terjadi bagi kami yg bekerja cuti habis hanya untuk mengurus administrasi. 

Saya percaya ibu walikota bisa membenahi, dengan memperbaiki sistem pelayanan di disdukcapil yang terintegrasi dg one stop service seperti yg sudah diterapkan di kota-kota lain, dengan layanan satu paket satu kali layanan sehingga tidak ada cerita harus bolak-balik, 

[Keterangan Gambar: antrian dukcapil mengular lewat belakang sampai ke dalam, senin 1 Juli 2019 jam 6.30]