DUKUNG KOTA KUPANG SEBAGAI PIONIR KOTA PEDULI LIMBAH TEKSTIL DI INDONESIA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kapan terakhir kali kamu ke pantai ? Dalam bayanganmu pantai itu seperti apa? Ombak yang keren? Pasir yang bersih? Ternyata itu semua tinggal fantasi belaka.

Aku tinggal di Kota Kupang. Kamu pernah berkunjung ke sini? Di kotaku, pantai adalah aset. Postingan Instagram dari pantai di kotaku tidak menunjukkan keadaan yang sesungguhnya. Setiap bulannya, aku selalu berkunjung ke pantai terdekat di kotaku. Semua foto yang ku ambil ternyata untuk memenuhi kebutuhan feeds Instagram dan kepuasan pribadi.

Aku menemui banyak hal di sana sebenarnya, ada yang selalu mengusik setiap kali memilih spot untuk konten instagramku. Pantai kini bukan tentang pasir ombak atau kerang. Pantai kini tentang botol plastik, puntung rokok dan kresek. Pantai sekarang penuh dengan jaket bekas, celana bekas atau popok bayi.

Sebenarnya itu yang tersembunyi. Itu yang tidak terjepret kamera untuk konten Instagram kami, kamu atau mereka yang senang travelling.

Yang paling tak terelakkan, limbah pakaian pun berakhir ke pantai. Pakaian sebagai salah satu kebutuhan primer bagi manusia juga belum bisa dikelola limbahnya secara baik. Padahal, sejak tahun 2000 hingga sekarang, data produksi busana sedunia tercatat meningkat dua kali lipat. Rata-rata konsumen membeli baju, celana, atau jaket lebih banyak 60 persen tiap tahun dibanding pada tahun-tahun awal Abad 21.

Busana-busana itu sebagian besar tidak terlalu lama disimpan lama di lemari, beda dari perilaku konsumen 15 tahun lalu. Di negara-negara maju, bahkan sudah biasa jika baju bekas akhirnya menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Setiap negara sementara memikirkan solusi terbaik untuk penangangan limbah tekstil ini. Pengadaan drop box untuk mengumpulkan donasi pakaian bekas dari orang-orang untuk disalurkan ke orang yang membutuhkan masih terus menyisakan efek domino lain untuk penanganan limbah tekstil itu selanjutnya. Tapi kita bisa memulai dari sekarang. Aku memikirkan satu hal yang aku ingin kamu bantu. Kita bersama meminta Pemda Kota Kupang membuat pemisahan tempat sampah dengan memberikan tempat sampah khusus untuk limbah tekstil.

Dengan menandatangani petisi ini kamu ambil bagian untuk mendukung Kota Kupang sebagai pionir untuk kota lain dalam penyeleksian penanganan limbah dengan membuat tempat sampah khusus untuk limbah tekstil.

 

Mariane Nassa