" PECAT DERIO ALFIANDA (PNS PEMKOT BOGOR YANG BERSELINGKUH) "

0 telah menandatangani. Mari kita ke 5.000.


Salam hormat,

Mungkin Petisi ini tidak memberikan dampak langsung kepada Saudara/i sekalian. Bahkan mungkin juga tidak untuk saya langsung kepentingan petisi ini, tetapi semata-mata petisi ini dibuat dengan dasar yang baik dan benar untuk kepentingan kita bersama. Kasus seperti ini bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja, termasuk saya. Saya yakin, dengan dukungan dari Saudara/i semua, masalah ini bisa menjadi dasar bagi para pengambil keputusan serta pembuat kebijakan dalam memperbaiki sistem ke depan.

Semoga sedikit yang kita lakukan ini, dapat menjadikan berkah dan pahala dikemudian hari. Hanya terima kasih dan doa yang bisa saya berikan.

Berikut PETISI saya :

Berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 66 ayat (1) “ Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil pada saat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil wajib mengucapkan sumpah/janji ”, dan Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, Pasal 3 Setiap PNS wajib, pada ayat (1) mengucapkan sumpah/janji PNS. 
Kemudian ditegaskan kembali dalam Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Managemen Pegawai Negeri Sipil, Pasal 39 ayat (1) yang berbunyi : 
“ Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil saat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil wajib mengucapkan sumpah/janji. "

Berdasarkan PP No. 21 Tahun 1975 dan UU No. 5 Tahun 2014, bunyi Sumpah Janji PNS adalah sebagai berikut :
" Demi Allah/Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa, saya bersumpah/berjanji: bahwa saya, untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil, akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara, dan Pemerintah; bahwa saya, akan menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan kepada saya dengan penuh pengabdian, kesadaran, dan tanggung jawab; bahwa saya, akan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan Negara, Pemerintah, dan Martabat Pegawai Negeri Sipil, serta akan senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan; bahwa saya, akan memegang rahasia sesuatu yang menurut sifatnya atau menurut perintah harus saya rahasiakan; bahwa saya, akan bekerja dengan jujur, tertib, cermat, dan bersemangat untuk kepentingan negara."

Pengambilan sumpah/ janji PNS ini memiliki tujuan tertentu, yakni sebagai bagian dari upaya pembinaan PNS sebagai aparatur Negara dan abdi masyarakat, dengan tujuan agar para pejabat PNS ini mempunyai kesetiaan dan ketaatan terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah serta memiliki mental yang baik, jujur, bersih, berdaya guna dan penuh tanggung jawab terhadap tugasnya, dan di dalam mendukung usaha pemerintah mendorong terciptanya good governance.

Pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan bahwa ada seorang oknum PNS di Pemerintah Daerah Kota Bogor bernama Sdr. DERIO ALFIANDA, S.STP yang telah memiliki istri, telah berselingkuh dengan seorang perempuan yang telah memiliki suami dan anak.
Penyelesaian secara mediasi dan permintaan baik-baik agar yang bersangkutan berhenti berhubungan/berselingkuh dengan istri orang, tidak ditanggapi dan digubris. Yang bersangkutan tetap secara terang-terangan berselingkuh dan tidak ingin menghentikan perbuatannya, walaupun telah dilaporkan kepada Pemerintah Kota Bogor. Sdr. DERIO ALFIANDA berkeyakinan bahwa perbuatannya tidak salah (karena atas dasar suka sama suka) dan percaya diri bahwa perbuatannya tidak mungkin menyebabkan dirinya akan dipecat sebagai PNS.

Selain melanggar sumpah janjinya sebagai PNS, perbuatan Sdr. DERIO ALFIANDA juga telah mengakibatkan hancurnya rumah tangga serta merusak masa depan anak-anak. Dampak perbuatannya ini sangat berpengaruh negatif terhadap anak-anak, bahkan dibeberapa kasus, perbuatan perselingkuhan yang berujung perceraian, dapat mengakibatkan trauma yang mendalam terhadap anak-anak dan terbawa sampai mereka dewasa.

Seorang psikolog anak menulis beberapa hal yang mungkin terjadi kepada anak-anak yang menjadi korban perceraian akibat perselingkuhan, antara lain :

  1. Anak jadi sulit percaya pada orang lain. Mereka akan beranggapan bahwa orang yang mereka cintai bisa berbohong atau menyakiti mereka. Mereka nantinya akan meyakini bahwa tidak ada pernikahan yang akan langgeng. Anak cenderung mudah bermain dengan komitmen setia pada satu orang.
  2. Anak bisa mengalami beban mental yang luar biasa. Rasa bersalah, tekanan dari orangtua yang berselingkuh, dan rasa mengkhianati keluarga bisa membuat depresi serta kecemasan pada diri anak. Dan hal ini dampaknya sampai mereka dewasa, bahkan bisa seumur hidup.
  3. Anak yang tahu adanya kasus perselingkuhan orangtua mungkin jadi melihat bahwa pernikahan itu bukanlah sebuah janji yang sakral. Jadi, mereka bisa saja beranggapan bahwa kesetiaan itu tidak penting. Bahkan mungkin, anak akan bingung memahami apa arti dari belajar mencintai seseorang, kesetiaan, dan konsep pernikahan itu sendiri.
  4. Anak akan merasa dicurangi karena hadirnya orang lain diantara orang tuanya. Inilah salah satu kemungkinan terbesar yang bisa berdampak pada anak-anak. Jika sampai menyebabkan perceraian, emosi anak pun akan terbelah antara benci dengan sosok pihak ketiga tersebut dan merindukan kepergian orangtuanya yang selingkuh.
  5. Anak akan mengembangkan gangguan perilaku. Alih-alih menghadapi perasaan sedih, marah, atau bingung dengan keadaan keluarga, anak-anak bisa saja melampiaskannya ke aktivitas yang salah. Anak bisa terjerumus dalam perilaku berisiko,untuk berusaha mengalihkan rasa sedih mereka karena orangtua yang selingkuh.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, melalui petisi ini saya ingin mengajak saudara/i semua, untuk bersama mendukung dan mendesak Pemerintah Daerah Kota Bogor untuk segera Memecat/Memberhentikan Dengan Tidak Hormat Sdr. DERIO ALFIANDA sebagai PNS/ASN karena Telah Berselingkuh dan Menolak Untuk Berhenti Berselingkuh.

Perbuatan perselingkuhan, selain melanggar aturan negara, agama dan norma yang berlaku di masyarakat, sebagai PNS perbuatan tersebut juga telah merusak citra dan martabat PNS, pemerintah serta negara.
Selain itu kita juga bersepakat dan bersama mendesak Bapak Walikota Bogor sebagai Pembina PNS Tertinggi dan selaku PPK Pemerintah Daerah Kota Bogor agar dapat memberikan sanksi memberhentikan dengan tidak hormat terhadap PNS Pemkot Bogor bernama Sdr. DERIO ALFIANDA yang telah terbukti berselingkuh.

Aturan pemecatan PNS yang berselingkuh telah diatur dalam PP No. 45 Tahun 1990 jo. PP No. 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi PNS, dimana pada Pasal 14 dinyatakan : " Pegawai Negeri Sipil dilarang hidup bersama dengan wanita yang bukan istrinya atau dengan pria yang bukan suaminya sebagai suami istri tanpa ikatan perkawinan yang sah."
Selanjutnya pada Pasal 15 dinyatakan, PNS yang melanggar ketentuan pada Pasal 14, dapat dijatuhi salah satu hukuman disiplin berat.
Bila mengacu pada PP No. 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, pasal 7 ayat (4), salah satu hukuman disiplin berat adalah diberhentikan sebagai PNS. Dan selanjutnya pada Pasal 10 dan Pasal 13, dinyatakan bahwa hukuman disiplin berat dapat dijatuhkan bagi pelanggaran terhadap kewajiban salah satunya karena tidak menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS dan pelanggaran yang berdampak negatif pada pemerintah dan/atau negara, serta penyalahgunaan wewenang.
Pelaku perselingkuhan juga melanggar Pasal 284 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan pelakunya diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan. 

Jadi sudah cukup jelas bahwa perselingkuhan yang dilakukan Sdr. DERIO ALFIANDA dengan perempuan yang telah memiliki suami dan anak, bila dilihat dari kemungkinan dampaknya yang besar dan lama, khususnya terhadap anak-anak, ini termasuk jenis kejahatan besar. Efek psikologis dan traumatis terhadap anak-anak, keluarga dan lingkungan sosial, akan berdampak seumur hidup. 
Sebagai seorang PNS, perbuatan perselingkuhan juga melanggar sumpah janji PNS, melanggar aturan disiplin PNS, melanggar peraturan perundang-undangan, melanggar norma agama dan kesusilaan, serta mencoreng citra dan martabat PNS, Negara dan Pemerintah. Teguran, himbauan dan proses mediasi yang beberapa kali ditempuh agar Ybs berhenti berselingkuh, tidak sama sekali ditanggapai. Ybs secara sadar, terus melakukan pelanggaran berulang-ulang tanpa mempedulikan dampak yang ditimbulkan. Sungguh tidak bermoral.
Oleh karena itu urgensi ketegasan Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah, sangat dibutuhkan untuk dapat Memberhentikan Dengan Tidak Hormat Sdr. DERIO ALFIANDA sebagai PNS.

Keterlibatan saudara/i semua sungguh sangat berarti, jangan biarkan masa depan anak-anak kita rusak karena perbuatan yang tidak bertanggungjawab dari seorang oknum PNS. Karena itu bantu saya untuk mengajak sanak kerabat saudara/i untuk berpartisipasi menandatangani petisi ini. 
Mari bersama kita bangun pemerintah yang baik dengan penyelenggaranya yang bermoral, berintegritas dan bertanggungjawab.