Petition Closed

Cabut Izin Pembangunan Hotel Amaroosa #SaveTuguKujang

Kujang merupakan senjata tradisional masyarakat Jawa Barat, etnis Sunda pada khususnya yang telah dikenal sejak zaman kerajaan Padjajaran yang memiliki cerita erat dengan kehidupan masyarakat Jawa Barat. Kujang sendiri merupakan bagian sejarah perjuangan masyarakat Jawa Barat dan identik dengan keberanian dan keagunan Sunda di masa lampau. Kujang juga melambangkan keperwiraan yang berarti gambaran masyarakat Bogor yang memiliki sifat tak gentar menegakan kebenaran.

Tugu Kujang kemudian dibangun pada 14 Mei 19821 diatas sebuah lahan 26M x 23M dengan tinggi 25 M sebagai landmark kota pada umumnya. Tugu Kujang bagi sebagian warga Jawa Barat, khususnya Bogor bukanlah monumen biasa tapi sebagai simbol perjuangan kota Bogor.

Pembangunan Hotel Amaroosa yang berada persis diseberang Tugu Kujang belakangan ini menuai protes keras dari berbagai kalangan di Bogor. Pembangunan hotel bintang lima itu dinilai telah merusak estetika kota dengan “menenggelamkan” Tugu Kujang. Hotel yang akan dibangun sebanyak 14 lantai itu sudah dipastikan melebihi tinggi dari landmark kota Bogor itu yang hanya memiliki tinggi 25 meter, sedangkan hotel dipastikan akan memiliki tinggi sekitar 56 M.

Bukan hanya Tugu Kujang yang akan lenyap dengan keberadaan hotel itu, ciri khas kota Bogor lainnya, Gunung Salak yang biasa terlihat dengan mudah dari Jl. Otto Iskandardinata (Otista) pun turut lenyap dari pandangan dengan pembangunan hotel itu.

Di beberapa daerah lain seperti Bukit Tinggi, tinggi bangunan tidak boleh lebih tinggi dari lambang kota itu, Jam Gadang. Begitu pun di Aceh, tidak boleh ada tinggi bangunan yang melebihi menara Masjid Baiturrahman.

Pembangunan hotel Amaroosa bukan hanya soal estetika dan landmark kota Bogor yang lenyap, tapi juga soal masalah lalu lintas. Kawasan Tugu Kujang sudah terkenal cukup macet dengan adanya Botani Square, Terminal Baranang Siang dan pasar Bogor dengan banyaknya angkutan umum yang ngetem di banyak titik itu, hal itu tentu akan semakin parah dengan dibangunnya hotel di kawasan itu.


Kami meminta agar Walikota Bogor, Diani Budiarto untuk mencabut izin pembangunan hotel Amaroosa yang tidak hanya merusak estetika, melecehkan lambang perjuangan warga Bogor dan untuk mewujudkan kota Bogor yang tertib, nyaman dan bebas macet.

This petition was delivered to:
  • Walikota Bogor

    Muhammad Q Rusydan started this petition with a single signature, and now has 151 supporters. Start a petition today to change something you care about.