Tolak Somasi Terhadap Kesenian Ludruk THR Surabaya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


#Tolak Somasi Terhadap Kesenian Ludruk THR Surabaya

Wahai kawan-kaawan pecinta dan penikmat kesenian tradisonal tanah air,,  SALAM HANGAT

Saya Richard mahasiswa Surabaya mewakili para seniman ludruk, ketoprak, wayang orang, srimulat  di Taman Hiburan Rakyat Surabaya (THR), dalam pembuatan petisi ini

Belakangan ini Pembahasan mulai marak diperbincangkan terkait terancamnya kesenian tradisinal di THR tidak mendapatkan tempat/panggung pementasan lagi lantaran telah di somasi untuk segera angkat kaki dari lokasi THR, somasi tersebut datang dari Wali Kota Surabaya.

Ludruk adalah kesenian rakyat jawa timur berbentuk sandiwara yang dipertontonkan dengan menari dan menyanyi. Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang dipergunakan oleh sebuah grup kesenian yang digerakan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari, cerita perjuangan dan lain sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan di iringi dengan gamelan sebagai musik, ludruk mempunyai ciri khas pemain ludruk semuanya terdiri dari laki-laki, baik untuk pemeran laki-laki sendiri maupun untuk peran wanita.

kesenian  ludruk adalah kesenian asli dari Kota Surabaya bahkan kesenian ludruk ini sudah mendapatkan tempat di hati masyarakat Surabaya sejak tahun 1980. Para seniman ludruk sudah berusaha dengan kreatifitas serta inovasi – inovasi barunya dalam memberikan kualitas pementasan kepada para penikmat kesenian tradisional di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya ini, dan hasilnya kesenian tradisional ini mampu bertahan sampai 3 generasi terhitung sejak tahun 1980 hingga sekarang 2019, 39 tahun lamanya para seniman tradisional ini berjuang untuk mempertahankan eksistensi kesenian tradisional di THR Surabaya dengan cara gotong royong, dan sukarela, Bahkan para seniman tidak menuntut banyak dari wali kota dan juga para pengunjung kesenian ludruk.

Dewasa  ini  ruang kesenian tradisional di THR Surabaya terancam tidak mendapatkan panggung lagi, lantaran Tri Risma selaku Wali Kota Kota Surabaya nyata -  nyata telah memberikan somasi (surat teguran) terhadap para seniman yang menghuni (THR) Surabaya, Tidak hanya kesenian ludruk yang terancam tetapi juga kesenian  srimulat, wayang orang, dan ketoprak.

Sikap Wali Kota Surabaya melayangkan somasi kepada para penghuni THR termasuk seniman tradisional, ini mengakibatkan para seniman tradisional ini kecewa lantaran selama ini menghuni di lokasi THR dipergunakan untuk aktivitas positif salah satunya melestarikan kesenian ludruk asli suarabaya.

Somasi yang pertama dilayangkan pada  27 Mei 2019 tertulis diberikan tempo waktu sampai dengan 14 (empat belas) hari kalender sampai dengan hari senin tanggal 10 juni 2019. Somasi yang pertama ini tidak di terima oleh penghuni THR karena pihak Wali Kota Surabaya tidak memberikan solusi tempat pementasan representative di luar lokasi THR Surabaya. Namun Wali Kota tidak tinggal diam atas penolakan penghuni THR. Di layangkan kembali somasi yang kedua kalinya pada 17 Juni 2019 dan diberikan jangka waktu 7 hari sampai pada tanggal 23 Juni, serta Wali Kota Surabaya menyatakan tidak membayar rekening listrik, apabila terjadi pemutusan aliran listrik oleh PLN maka Pemerintah Kota Surabaya tidak bertanggung jawab. Sejak 23 Juni THR tidak ada aliran listrik lagi dan alhasil aktivitas pementasan juga berhenti total dan para penghuni hanya mengunakan peralatan sederhana untuk pencahanyaan di lokasi THR.

Begitu miris kondisi kesenian tradisional ini di kota pahlawan, lantas Kesenian ludruk harus tetap di rawat dan di lestarikan karna kesenian ini merupakan karya nyata kearifan lokal Kota Surabaya serta memiliki nilai filosofis dan sejarah yang sangat mendalam, bahkan tidak ada satu orangpun yang bisa menahan untuk tidak tertawa bahagia ketika menyaksikan sesaat melengganya seniman ludruk di atas panggung “tanggapan seorang mahasiswa ketika sesi diskusi berlangsung antara seniman ludruk dengan audiens.

Namun kegelisahan para seniman ludruk terus bertambah akan tidak mendapatkan tempat panggung pengganti yang representative sembari menunggu gedung kesenian bertaraf internasional yang akan di bangun lokasi THR yang pernah di janjikan ibu Tri Risma kepada para seniman.  Lantaran beberapa waktu lalu di dalam suatu moment yang juga terdapat para seniman tradisional termasuk ludruk dan juga ada ibu Tri Risma berpidato yang pada intinya berjanji akan membangun gedung kesenian bertaraf internasional di lokasi THR Surabaya untuk di gunakan para seniman sebagai ruang ekspresi dan pementasan kesenian-kesenian tradisional.

Sebagai seorang seniman ludruk, ketoprak, srimulat,dan wayang orang. Akan benar-benar merasa mati jika panggung untuk pementasan tidak tersedia lagi. Pada dasarnya sepeda motor butuh bensin untuk bisa berjalan, sama halnya dengan Seniman butuh pementasan untuk tetap bisa hidup dan berkesenian.

Dampak negatif dari perkembangan zaman adalah masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan landasan nilai dan moral bangsa indonesia, bahayanya lagi hal itu sudah terjadi dan menjadi tren senter bagi sebagaian besar kaum milenial sehingga patut kita pandang sebagai upaya penggerogotan rasa cinta tanah air para pemudanya terhadap bangsa indonesia. dan dalam jangka panjang bangsa indonesia akan terancam.

Dengan ditulisnya petisi ini kami menaruh harapan serta dukunganya dari seluruh masyarakat khusunya Surabaya, dan jawa timur untuk tetap bisa secara gotong royong mempertahankan dan melestarikan kesenian ludruk asli jawa timur dengan menyetujui serta memberikan tanda tangannya untuk beberapa tuntutan sebagai berikut:

1.      Pentas setiap hari sabtu malam minggu di gedung balai pemuda yang lama dengan peralatan yang dimiliki, sehingga  dapat menyajikan kesenian dengan baik dan benar, sembari menunggu gedung baru sebagaimana ibu walikota pernah janjikan.

2.      Memohon bantuan dana kepada ibu walikota untuk biaya pembongkaran peralatan yang ada di gedung Ludruk Taman Hiburan Rakyat (THR) dan biaya pemasangan digedung balai pemuda, transportasi angkutan, serta biaya tenaga ahli untuk pemasangan panggung, sound system, lampu panggung dan perlengkapan panggung.

Sekian dan terimakasih

#Salamlestari

#Salamkearifanlokal