Menuntut Keadilan Kampus

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Assalamualaikum Wr. Wb

perkenalkan, saya NUR MAHDI mahasiswa Institut Agama Islam Ngawi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam Program Studi Perbankan Syariah Semester 5.

saya menulis petisi ini ditujukan kepada pihak terkait yakni pihak kampus yang memiliki kewenangan dalam memutuskan perkara ini.

perkara ini dimulai ketika saya menjadi ketua panitia ELPP ( ekspedisi Laskar Pramuka Penegak ) yang diselenggarakan 26-28 Oktober 2018.
saat itu kami panitia ELPP 2018 sudah berkoordinasi dengan baik kepada pihak pihak terkait, kami sudah usulkan dan konsultasikan terkait kegiatan tersebut. dan kami melakukan pencairan dana dari kampus sejumlah Rp 1.500.000,- dengan turunnya dana tersebut maka sejauh ini saya selaku ketua panitia menganggap kegiatan tersebut kondusif dan bisa dijalankan dengan baik.
H+ 3 dari kegiatan TM ( Teknikal Meeting ) dengan peserta kegiatan tersebut tiba tiba kami dapat perintah langsung dari rektor IAI Ngawi untuk memindahkan lokasi kegiatan tersebut yang bermula akan dilaksanakan di Lapangan Pangkur meminta untuk dipindahkan ke area kampus. dengan demikian saya langsung bertindak cepat untuk mensurvei ulang apabila dilaksanakan dikampus mengingat SARPRAS kampus belum cukup memadai, akhirnya saya mewakili panitia menyampaikan keberatan dengan baik untuk menolak wacana tersebut, dengan alasan sarpras yang kurang memadai dan tentunya persiapan tinggal 2 minggu saja.

namun perintah itu masih berkesan memaksa, dan akhirnya saya memutuskan untuk meminta pendapat kepada peserta terkait pemindahan lokasi. awalnya saya ingin membatalkan kegiatan tesebut secara sepihak karena perintah yang memberatkan itu, namun saya masih mempertimbangkan HAK peserta terhadap kegiatan tersebut. dan pada akhirnya peserta menginginkan untuk tetap lanjut kegiatan ELPP 2018 dengan kondisi yang bisa dimaklumi peserta karena kami panitia sudah menyampaikan kondisi apa adanya, tidak sedikit pula peserta yang menanyakan apakah ini kurang koordinasi atau miss komunikasi? lagi lagi saya tekankan, kami sudah berkoordinasi dengan baik dan ini perintah langsung dari pihak kampus, untuk dasar alasannya kamipun tidak bisa memberi alasan yang pasti karena perintah itu bukan dari kami.

dengan kejadian seperti itu, sayapaun didalam group racana sempat kecewa dan marah, hingga akhirnya saya mengatakan 
" monggo ditindak lanjuti.. untuk panitia yang mundur,dll mohon menghadap saya dan pak fahrizal ( pembina pramuka saat kegiatan ) kita teruskan perjuangan.. bukan demi kampus tapi demi peserta.. kalo bukan karna peserta saya sudah tidak peduli lagi kampus mau apa.. karna saya bukan mahasiswa layaknya anak TK yang mudah didikte.. selama saya benar ketua yayasan sekalipun saya hadapi"

itulah tulisan saya didalam group yang kemudian diambil secara diam diam dan distribusikan hingga ke group dosen. bagi saya itu hal kewajaran ungkapan kekecewaan dan itu adalah permasalah didalam internal group saja dan sudah kita selesaikan didalam group racana. hanya saja ada pihak yang saya curigai sebagai informan untuk mencari celah kesalahan saya untuk dijadikan perkara dan benar saja, gara gara tindakan itu akhirnya saya dipanggil untuk menjelaskan tulisan itu.

sudah saya jelaskan dengan baik, bahwa kata menghadapi itu sendiri juga memiliki arti menghadapi / menghadap, justru kalau saya tidak menghadapi / mangkir itu sama halnya menyepelekan. akan tetapi penjelasan itu tetap ditolak dan melanjutkan perkara hingga turunnya surat skorsing untuk saya, dan itu surat pertama kali saya terima terkait dengan skorsing. tak tanggung tanggung, skorsing tidak mengikuti kuliah selama 2 semester. padahal itu baru pertama kali peringatan bagi saya dengan penyuratan secara resmi. apakah iya seperti itukah aturan skorsing didalam kampus / perguruan tinggi?

dan pihak yang melakukan pencurian informasi dan mendistribusikan informasi ( Rosi Larasati, Ikhsan Nawawi, Abdilah Halim ) itu masih baik baik saja dan tak tersentuh apapun terkait masalah ini. yang padahal pihak itulah yang menjadi sumber masalah, sebab masalah ini adalah masalah internal dan sudah diselesaikan didalam Group Racana ( Pramuka Pandega ) namun diambil informasi tersebut dan menjadi perkara serius.

dengan demikian saya menuntut keadilan, cabut skors itu dan mohon maaf kepada saya karena tidakan yang tidak mengenakan tersebut. atau saya tetap diskors dan pihak pihak yang melakukan pencurian informasi itu juga diskors minimal sama dengan saya atau di DROP OUT.

mohon dukungan kepada saya untuk menuntut keadilan ini.