TUNTUT PANSUS PEMIRA UNILA 2020 untuk objektif demi demokrasi UNILA yang lebih baik.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Hari ini perlahan terlihat permainan licik dalam pesta demokrasi mahasiswa di kampus tercinta, Universitas Lampung. Belum juga adu gagasan adu ide antar paslon, tapi malah pihak PANSUS (panitia Khusus) yang melakukan kesalahan fatal. Namun dianggap benar oleh MPM UNILA.

PANSUS : Panitia Khusus Pemilihan Raya UNILA Tahun 2020

MPM : Majelis Permusyawaratan Mahasiswa

Penggugat : Tim sukses Julianto – Agung Bahari

            Semua ini berawal dari penafsiran lain dari pansus, tanpa dasar tanpa logika yang rasional terhadap SK NOMOR : VII/PANSUS-U/PEMIRA/KBM/UL/X/2020 Tentang Penyelenggaraan Pemira 2020 poin 1 yang berbunyi pendaftaran, pengembalian berkas calon presiden Mahasiswa, calon anggota DPM U dan Tim sukses dilaksanakan pada tanggal 2 November, 3 November, 4 November, 5 November, 6 November,dan 9 November 2020 pada hari senin, selasa, rabu, kamis dan jumat pada pukul 08.00 s/d 12.00 dan dilanjutkan kembali pukul 13.00-17.00 WIB dilaksanakan secara daring. Sedangkan batas pengembalian berkas awal hingga jumat, 13 oktober 2020. Dan verifikasi awal dilaksanakan pada tanggal 16 dan 17 November 2020.

              MUHAMMAD JULIANTO dan AGUNG ILHAM BAHARI mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Presiden Mahasiswa dan Bakal Calon Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Lampung pada hari senin tanggal 09 November 2020 pada pukul 16.45 WIB. Kami menemukan rasa kecurigaan karena ketika pansus ditanya tentang jumlah pendaftar yang terdaftar pada pukul 17.00 WIB, pansus tidak memberikan jawaban dengan dalih jam kerja pansus sudah tutup.

              Tanggal 10 November 2020 kami datang ke kantor PANSUS untuk menanyakan kejelasan mekanisme ini. Saat ketua PANSUS datang, kami menanyakan tentang proses pendaftaran karena menurut PENGGUGAT berdasarkan SK dan Informasi dari PANSUS pendaftaran hanya 6 hari. Disini lah Ketua PANSUS beranggapan bahwa pendaftaran hanyalah pengaksesan link. Dan yang dianggap mendaftar adalah yang membawa formulir di tanggal 13 November 2020. Namun menurut kami, pendaftaran ialah proses tahapan mendaftar yang terdiri dari pengaksesan link, pengisian formulir, dan pengumpulan formulir s/d tanggal 09 November 2020 pukul 17.00 WIB.

              Pada tanggal 11 November Kami melihat bahwa ada penambahan 2 pasang pendaftar Presma/wapresma UNILA di Lembar Kendali Pendaftaran tersebut, pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Lampung atas nama EKO WIYANTO – HARIDOTAMA dan ROPIUDIN – ROIS ABDILLAH terdaftar pada tanggal 11 November 2020.

              Atas hal tersebut, kami memutuskan untuk melayangkan surat permohonan persidangan terbuka kepada Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa terkait “PELANGGARAN SURAT KEPUTUSAN NOMOR:VII/PANSUS- U/PEMIRA/KBM/UL/X/2020 OLEH PANITA KHUSUS PEMILIHAN RAYA UNIVERSITAS LAMPUNG 2020”.

                   Sidang diselenggarakan pada tanggal 12 November 2020 di Ruang Sidang Graha Kemahasiswaan pukul 15.30 WIB. Sidang berlangsung sesuai agenda persidangan kami menjelaskan pendapat kami bahwa sesuai  SURAT KEPUTUSAN NOMOR:VII/PANSUS- U/PEMIRA/KBM/UL/X/2020  ayat (1) bahwa pendaftaran dibuka pada tanggal 2 November 2020 hinggal 6 Novemer 2020 dan 9 November 2020, dan juga sesuai dengan UNDANG – UNDANG KBM UNILA pasal 16 ayat (1) yang berbunyi : “Masa pendaftaran Pasangan Bakal Calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa serta Gubernur Mahasiswa dan Wakil Gubernur Mahasiswa dibuka selama 6 (enam) hari pada jam kerja PANSUS.” Namun PANSUS masih menerima dua (2) Pasangan Bakal Calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Lampung atas nama EKO WIYANTO – HARIDOTAMA dan ROPIUDIN – ROIS ABDILLAH pada tanggal 11 November 2020. Setelah itu kami pun memaparkan bukti – bukti yang sudah tertera dikronologis ini dan dibangun dengan pendapat yang sesuai dengan fakta – fakta yang ada.

              Sidang pada tanggal 12 November 2020 tsb di pending sampai kesokan harinya tanggal 13 November 2020 pukul 13.00 WIB. Dan pada saat Penggugat keluar persidangan, situasi di luar sidang sangat ramai, penggugat tidak tahu itu masa siapa dan darimana. Sebab sepengetahuan kami, sidang ini hanyalah antara yang bersengketa yakni PANSUS dan PENGGUGAT serta MPM yang mewadahi sengketa ini.

              Pada 13 November 2020 Pukul 13.00 WIB Pending dicabut, sidang dilanjutkan. Namun ada berbagai hal yang membuat kami tak percaya kepada MPM UNILA. Ketika persidangan berlangsung pada agenda Penggalian Informasi, para kami menanyakan terkait DATA pengaksesan link formulir pendaftaran karena PANSUS beranggapan bahwa pendaftaran adalah pengaksesan link formulir pendaftaran. PANSUS menjawab bahwa mereka tidak memiliki bukti tersebut.  Namun setelah itu, anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa yang bernama ABDIRROHMAN (Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa) memberikan pertanyaan “Apakah ada ketetapan yang dibuat oleh pansus mengenai pencatatan dan pengarsipan bukti tentang siapa – siapa saja yang men-download link formulir pendaftaran?” PANSUS menjawab bahwasanya tidak ada ketetapan yang mengatur untuk mendata pengakses link formulir pendafataran.      Kami beranggapan bahwa pertanyaan anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa tersebut memberikan pembelaan atas pertanyaan para PENGGUGAT terhadap PANSUS.

              Anggapan kami semakin kuat ketika salah satu Anggota Majelis Permusyawaratan Mahasiswa berpendapat bahwa PANSUS tidak memiliki kewajiban untuk mencatat pengakses link formulir pendaftaran.

              Kemudian pihak TIM SUKSES JULIANTO – AGUNG sedang menjelaskan kembali mengenai definisi dari PENDAFTARAN, maka SEHARUSNYA ada yang TERDAFTAR hingga hari terakhir pendaftaran yaitu tanggal 9 November 2020. Namun ketika kami sedang MENJELASKAN (sebelum batas waktu bicara habis) Pimpinan Sidang langsung memotong penjelasan kami dan langsung bertanya kepada PANSUS “Apakah ada bukti dari Pansus tentang siapa saja yang mengakses link formulir pendaftaran?”, Pansus menjawab “Tidak ada.”. Pimpinan Sidang bertanya kembali kepada Pansus “Apa alasan Pansus tidak memiliki bukti tersebut?”. Kami langsung berpendapat bahwa jawaban dari PANSUS atas pertanyaan tersebut akan sama dengan STATEMENT sebelumnya yang diberikan oleh Ketua DPM UNILA.

              Sesaat kami sedang mengemukakan pendapat, Pimpinan Sidang langsung mencuri kesempatan untuk membacakan putusan tanpa adanya Musyawarah Majelis Permusyawaratan Mahasiswa mengenai keputusan.            Melihat kondisi ini, kami menilai bahwasanya MAJELIS PERMUSYAWARATAN MAHASISWA UNILA telah melakukan Contempt of Court (menciderai proses persidangan) karena MPM tidak mengikuti agenda persidangan yang telah ada (Memabacakan putusan tanpa adanya musyawarah antara MPM untuk mengamnbil keputusan) dan TIDAK NETRAL, DAN TIDAK OBJEKTIF dalam memberikan pendapat – pendapat yang mendukung salah satu pihak (pihak PANSUS). Dengan penilaian – penilaian tersebut, maka PENGGUGAT menyatakan “WALK OUT” dari persidangan tersebut akibat rasa ketidakpercayaan kepada MPM.

              Kami juga mencurigai tentang adanya intervensi BEM UNIVERSITAS LAMPUNG ketika PENGGUGAT melakukan WALK OUT, karena kedatangan mereka saat situasi di luar persidangan memanas. Ketika para tim sukses bertanya apa maksud kedatangan mereka, mereka menjawab “ada adik-adik saya didalam”. Kemudian PENGGUGAT meminta keamanan untuk mengeluarkan pihak BEM U tersebut demi mencegah terjadi nya kerusuhan yang lebih meluas. Karena menurut PENGGUGAT, tidak ada kaitan nya BEM U hadir dengan situasi proses persidangan ini, ditambah memang situasi sedang tidak kondusif.

              Kesimpulan yang dapat kami sampaikan bahwa Majelis Permusyawaratan Mahasiswa bersifat TIDAK NETRAL dan TIDAK OBJEKTIF dengan memberikan pendapat – pendapat yang mendukung salah satu pihak (PANSUS) dan juga terlihat sudah mempersiapkan keputusan sedangkan persidangan masih berlanjut. Kami melihat MPM tidak MAMPU menangani Sengketa antara TIM SUKSES M. JULIANTO – AGUNG ILHAM BAHARI dengan PANSUS dan juga telah melakukan Contempt of Court dalam menjalankan persidangan dengan sengaja mencuri kesempatan untuk membaca keputusan, tanpa adanya Musyawarah antara Majelis Permusyawaratan Mahasiswa untuk membentuk Keputusan Persidangan sengketa ini.

              Kesimpulan lainnya yang dapat kami sampaikan adalah bahwa PANSUS telah melakukan pelanggaran terhadap SURAT KEPUTUSAN NOMOR:VII/PANSUS- U/PEMIRA/KBM/UL/X/2020 ayat (1) dengan MENERIMA Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Lampung lainnya pada tanggal 11 November 2020 yakni Bakal Calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa EKO WIYANTO – HARIDOTAMA dan ROPIUDIN – ROIS ABDILLAH.

Demi terciptanya demokrasi yang baik dan benar serta legal, kami berharap Pihak WR 3 membentuk tim khusus untuk melihat dan menelusuri permasalahan ini. Kami juga menuntut HANGGARA RAMADHAN SUNANO sebagai KETUA MPM UNIVERSITAS LAMPUNG untuk MUNDUR karena memimpin sidang secara tidak objektif tidak netral juga telah melakukan Contempt of Court dalam menjalankan persidangan dengan sengaja mencuri kesempatan untuk membaca keputusan.

              Kami juga menuntut EDI HERMAWAN H sebagai KETUA PANSUS PEMILIHAN RAYA UNILA 2020 untuk MUNDUR karena telah menciderai proses demokrasi dengan tetap menerima pendaftaran  EKO WIYANTO – HARIDOTAMA dan ROPIUDIN – ROIS ABDILLAH pada tanggal 11 November 2020 yang kami mengaggap itu pendaftar ILEGAL tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.