Bebaskan Biaya Kuliah & Tugas Akhir Bagi Mahasiswa Universitas Mulia Balikpapan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Universitas Mulia Balikpapan : Karena COVID-19, Bebaskan Biaya Kuliah dan Tugas Akhir Bagi Mahasiswa

Hidup Mahasiswa,

Merebaknya wabah COVID-19 di Indonesia telah berimbas semua lini, terutama sektor pendidikan. Himbauan terkait bekerja atau belajar dari rumah serta social distancing (pembatasan sosial) berdampak besar terhadap kegiatan perkuliahan terutama bagi saya dan beberapa teman – teman mahasiswa semester akhir. Saat ini kami kebingungan untuk menyelesaikan kewajiban kami menuntaskan tugas akhir kampus.

Kampus Universitas Mulia pada 11 April 2020 menerbitkan surat keputusan nomor 089/SK/REKTOR/UM/IV/2020 Tentang Pembelajaran Secara Daring Dan Bekerja Dari Rumah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19. Intinya, proses pembelajaran dilakukan secara daring menggunakan aplikasi yang telah disediakan secara gratis.

 Namun ada yang terlupakan dari semua ini, bagaimana dengan kami mahasiswa semester akhir yang harus melakukan penelitian lapangan serta bimbingan secara efektif? Lalu bagaimana dengan biaya kuliah kami?apakah kami tetap harus membayarnya?

Kami mahasiswa semester akhir, harus melakukan pengumpulan data baik di kampus maupun di lapangan untuk melengkapi tugas akhir kami. Tentunya ini semua menjadi kendala besar yang tidak dapat diselesaikan melalui proses daring. Kampus memberikan petunjuk  teknis pelaksanaan perkuliahan online Universitas Mulia di dalamnya terdapat petunjuk pelaksanaan ujian SKRIPSI/KTI/KKP secara online dan penelitian tersebut tidak menggunakan data primer dari lapangan atau laboratorium secara langsung dan menggantinya dengan data sekunder yang diperoleh dari literasi online dan metode lainnya yang tertuang di dalam poin 7 dan 8 tetapi cara tersebut memungkinkan tidak validnya data.

Bisa jadi, keinginan kami untuk menyelesaikan kuliah di tahun ini harus tertunda karena tidak lengkapnya bahan yang dibutuhkan untuk penyelesaian tugas akhir. Dilema terbesar yang kami hadapi, dengan besarnya biaya kuliah, apalagi ditengah kondisi ekonomi yang tidak stabil akibat mewabahnya COVID-19. Kami tentunya tidak ingin menjadi beban lagi bagi orangtua  dengan membayar biaya kuliah untuk semester selanjutnya demi menyelesaikan tugas akhir kami.

Untuk itu saya dan teman – teman mahasiswa punya tiga permintaan kepada Rektor Universitas Mulia Balikpapan.

  1. Membebaskan kami dari biaya UKT atau SPP untuk seluruh mahasiswa universitas mulia.
  2. Untuk menerbitkan kebijakan pengganti penyelesaian skripsi sehingga kami tetap bisa menyelesaikan tugas akhir tanpa harus menundanya hingga semester depan.
  3. Memberikan perpanjangan masa studi maksimum untuk angkatan 2013.