Mempetisi Universitas Terbuka (UT) dan 1 penerima lainnya

PETISI PENOLAKAN SISTEM BAHAN AJAR DIGITAL MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA TAIWAN

0

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.

Taipei, 16 Juli 2017

Yth. Rektor Universitas Terbuka

Ibu Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D.

di-

Tangerang - Banten

 

Hal : Petisi Penolakan Sistem Bahan Ajar Digital ( BAD ) Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan.

 

Dengan Hormat,

Kami, seluruh Mahasiswa Universitas Terbuka Taiwan, menyatakan keberatan dan sepakat menolak sistem layanan baru yang digunakan oleh Universitas Terbuka Tahun Akademik 2017/2018 mengenai sistem Bahan Ajar Digital ( BAD ). Dan memilih untuk tetap menggunakan Bahan Ajar Cetak ( Modul ).

Berikut adalah petisi yang telah kami susun dan telah ditanda tangani oleh seluruh Mahasiswa Universitas Terbuka Di Taiwan.

 

Dasar Pengajuan :

1. Bahan Ajar merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar bagi setiap mahasiswa di Universitas mana pun. Adanya bahan ajar ini adalah untuk mempermudah mahasiswa dalam melakukan proses belajar. Mengenai penerapan BAD yang mulai diberlakukan oleh Universitas Terbuka adalah sesuatu yang dirasa tidak mudah bagi kami, terutama kami yang tinggal di luar negeri (Taiwan) yang notabene adalah pekerja / buruh. Berbeda dengan mahasiswa pada umumnya yang tinggal di Indonesia, kami mahasiswa yang berdomisili tinggal di luar negeri (Taiwan) umumnya kesulitan untuk dapat dengan bebas menggunakan gadget, Handphone atau laptop sehari-harinya.

Dalam praktek nya, kami para pekerja yang memutuskan untuk berkuliah di Universitas Terbuka ( dalam hal ini UT Taiwan ), harus mendapatkan ijin terlebih dahulu dari pihak Majikan yang mempekerjakan kami di Taiwan. Sehingga apabila Bahan Ajar Cetak ( BAC ) ditiadakan maka akan menjadi hal yang janggal bagi majikan kami yang barangkali akan merasa aneh karena kami tak lagi menggunakan modul dan beralih menggunakan gadget, sedangkan penggunaan gadget sendiri untuk kami para pekerja di Taiwan dibatasi oleh pihak majikan.

2. Dalam pembayaran yang kami lakukan setiap Semester selalu tertera biaya UK yang dalam penjelasannya tertera bahwa disana sudah termasuk pembelian modul dan pengiriman modul ( Bahan Ajar Cetak ), namun saat ini ketika diberlakukan sistem baru menggunakan Bahan Ajar Digital ini dan kami tetap melakukan pembayaran UK sayangnya kami tidak mendapat Modul. Dan dari keterangan yang kami dapatkan bahwa jika kami ingin mendapatkan bahan ajar cetak maka kami harus melakukan pembelian terpisah ( beli sendiri ).

Yang menjadi pertimbangan kami adalah bagaimana bisa Biaya pembayaran yang ditanggungkan kepada kami tetap sama tetapi fasilitas yang kami dapatkan berkurang, lalu biaya komponen modul pada UK dimaksudkan untuk apa ?

3. Untuk mahasiswa yang berada di luar Negeri ( dalam hal ini kami di Taiwan ) proses belajar yang dilakukan umumnya mandiri. Adapun proses belajar Tatap Muka ( TTM ) yang diberlakukan disini hanya memiliki beberapa Tutor yang akan membantu dalam proses belajar mengajar dan memudahkan kami dalam menyerap materi pembelajaran, oleh sebab itu Bahan Ajar Cetak ( modul ) dirasa lebih relevan dan efektif untuk digunakan oleh kami yang belajar secara mandiri tanpa adanya bimbingan tutor. Adapun Bahan Ajar Digital dirasa kurang relevan karena kami tak bisa menggunakan bahan ajar digital untuk membuat mark penting yang bisa dilakukan jika memakai modul. Dan kami sudah terbiasa dengan adanya modul dalam proses belajar kami.

4. Bahan Ajar Digital pada Ruang Baca virtual, sekalipun bisa dibilang akses internet pada saat ini sangat mudah dan cepat, namun pada kenyataannya jika seluruh mahasiswa mengakses maka kami akan kesulitan untuk dapat mengakses situs tersebut ( error ) dan menghindari hal tersebut, maka bahan ajar cetak ( modul ) lebih mudah untuk digunakan daripada bahan ajar digital.

5. Dari segi kesehatan , mahasiswa UT Taiwan yang Umumnya adalah pekerja memiliki jadwal pada malam hari dan memanfaatkan waktu malam hari ( yaitu sekitar pukul 10.00 – 12.00 malam ) dalam pelaksanaan tutorial bersama Tutor. Sehingga jika kami hanya menggunakan bahan ajar digital maka akan mengganggu kesehatan kami.

6. Mengenai Optional pembelian Bahan Ajar Cetak secara Pribadi, kami yang berada di luar negeri benar-benar merasa kesulitan untuk mendapatkan bahan ajar cetak secara pribadi terlebih lagi kami harus mempertimbangkan masalah waktu pengiriman dari Indonesia menuju tempat kami  ( Taiwan ). Sehingga kami memilih sistem lama yang diterapkan yaitu penggunaan bahan ajar cetak (Modul)

 

Kesimpulan :

Kami, seluruh Mahasiswa Universitas Terbuka Di Taiwan yang menandatangani petisi ini sepakat agar kami tetap menggunakan Bahan Ajar Cetak ( Modul ) dalam proses belajar kami di universitas Terbuka Taiwan dan menolak penggunaan Bahan Ajar Digital ( BAD ).

Harapan dan saran :

Harapan kami semoga pihak Rektor Universitas Terbuka dapat mengabulkan petisi yang telah kami susun ini. Dan dapat mempertimbangkan hal- hal yang menjadi kebaikan bersama untuk UT yang lebih baik.

Demikianlah petisi ini kami susun. Atas perhatian dan kerjasama ibu Rektor UT, kami sampaikan terima kasih.

 

Taipei, 16 juli 2017

Hormat Kami,

Mahasiswa – Mahasiswi Universitas Terbuka

Di Taiwan

 



Hari ini: HIMMAS mengandalkanmu

HIMMAS UT-T membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Universitas Terbuka (UT) : PETISI PENOLAKAN SISTEM BAHAN AJAR DIGITAL MAHASISWA UNIVERSITAS TERBUKA TAIWAN". Bergabunglah dengan HIMMAS dan 82 pendukung lainnya hari ini.