PETISI CABUT SK PEMBEKUAN UKM PS2 UNIVERSITAS PEKALONGAN

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Jangan Cederai Kredibilitas Institusi Pendidikan Dengan Lebih Percaya Pada Hoax, Daripada Mahasiswanya Sendiri

Kami mahasiswa/i yang tergabung dalam Solidaritas untuk Demokrasi Kampus, pada kesempatan ini hendak mengajukan pernyataan terbuka terkait SK Pembekuan UKM Penalaran Sadar Sosial (PS2) Universitas Pekalongan.

Kami mahasiswa/i merasa dirugikan secara moril oleh pihak kampus seiring adanya kebijakan anti demokrasi. Berdasarkan SK Nomor 97/KEP/D.15.01/II/2017, seluruh aktifitas kegiatan UKM PS2 dibekukan dan mahasiswa dilarang aktif berkegiatan per tanggal 16 Februari 2017. Yang sangat kami sesalkan, landasan keluarnya SK pembekuan PS2 dikarenakan pihak kampus Unikal menuduh aktifitas mahasiswa sebagai aktifitas yang terlarang. Padahal itu fitnah dan prosedur pengajuan izin kegiatan sudah kami patuhi.

Tuduhan tersebut sudah coba diklarifikasi oleh mahasiswa. Mediasi kepada pihak universitas pun sudah kami upayakan. Namun, pihak universitas menutup rapat-rapat ruang demokrasi bagi mahasiswa. Justru pihak universitas secara sepihak mengeluarkan keputusan pembekuan organisasi tanpa musyawarah. Melalui petisi ini, kami mahasiswa/i menyampaikan sikap tegas menuntut SK Pembekuan UKM PS2 yang anti demokrasi dan justru membenarkan fitnah terhadap mahasiswa.

Adapun kerangka kronologis pembekuan UKM

1.   Hari Sabtu tanggal 04 Februari 2017, berdasarkan keputusan rapat pengurus mematangkan konsep lomba puisi, dengan isian nama acara pagelaran seni lomba baca puisi tingkat sma/smk/ma se Kota Pekalongan : “Lentera Rakyat”. Pengurus UKM PS2 membuat desain pamflet tersebut dan hendak konsultasi dan meminta izin pihak kampus.

2.   Hari selasa tanggal 07 Februari 2017 jam 13.00 wib ketua UKM P-S2 dan divisi Seni Budaya UKM P-S2 bertemu dengan dosen pembina UKM P-S2 untuk mengecek proposal kegiatan dan revisi terkait konsep acara dari revisi itu menghasilkan perubahan puisi wajib diganti dari “Widji Tukul” menjadi karya "Gus Mus". Tanggal 8 Februari 2017 UKM P-S2 membenahi pamflet dan isi dari proposal kegiatan. Dari hasil keputusan forum puisi wajib di ganti karya “Gus Mus” dengan judul “ Kau Ini Bagaimana”. 

Hari rabu tanggal 15 Februari 2017 jam 09.00 wib pamflet lomba baca puisi sudah jadi dan acara pagelaran diundur seminggu lagi jadi 16-17 Maret 2017.

3.   Hari kamis tanggal 16 Februari 2017, di media sosial muncul pamflet hoax (kampanye hitam) yang menuduh Kegiatan Lomba PS2 sarat ideologi terlarang. Isian pamflet ini jauh dari konsep acara kami, malah justru berisi ajakan yang sarat rekayasa dan provokatif. Poster ini dibuat oleh oknum yang ingin menjatuhkan nama baik UKM PS2, yang selama ini melakukan aktifitas positif bagi masyarakat Pekalongan (Bimbingan Belajar, Seminar, Bakti Sosial, Seni Budaya).

4.   Sorenya, Pengurus UKM PS2 sudah melakukan klarifikasi atas penyebaran pamflet hoax tersebut, dan menjelaskan kepada kampus dan publik bahwa ada upaya penyebaran fitnah oleh oknum tidak bertanggung jawab. Dan ini merupakan tindakan kriminal. Pengurus UKM PS2 mengajak jajaran kampus untuk mengadukan kasus ini ke kepolisian Pekalongan.

5.   Pihak Kampus sebagai institusi pendidikan yang seharusnya mengedepankan nilai-nilai demokrasi dan intelektualitas (ilmiah dan objektif), justru mengambil tindakan keliru dan semena-mena dengan menumpahkan kesalahan kepada mahasiswa dan mengancam pembekuan UKM. Hal ini tentu saja merugikan mahasiswa dan mencederai harkat institusi pendidikan yang katanya demokratis dan ilmiah.

6.   Pihak Kampus sebagai institusi pendidikan bukannya meluruskan kebenaran dan menempuh upaya-upaya musyawarah, malah menyudutkan mahasiswa. Bahkan pihak kampus membiarkan mahasiswa dan orang tua mahasiswa mendapatkan intimidasi dari pihak tertentu atas fitnah ini.

7.   Pada tanggal 20 Februari 2017, Ketua UKM PS2 Mustofa kembali dipanggil oleh pihak rektorat dan diberi SK Pembekuan UKM PS2. Anehnya, dalam SK tersebut pembekuan dan pelarangan beraktifitas bagi mahasiswa UKM PS2 berlaku per tanggal 16 Februari 2017. Jelas sekali ada pihak-pihak tertentu yang mencoba menghalang-halangi upaya pelurusan kebenaran, dan berhasrat agar UKM PS2 dibubarkan. Bagi kami mahasiswa, SK Pembekuan ini sudah mencederai hak demokratis dan hak berorganisasi mahasiswa, dan kami dirugikan atas sikap “membenarkan fitnah” oleh pihak kampus.

Hari Selasa tanggal 21 Februari 2017 jam 09.00 wib, secara UKM P-S2 bertemu dengan WAREK III ( Ir. Hj. Benny Diah Madusari, M.Pi ) dan WADEK III FH ( Loso, SH. M.Hum) di ruang rapat untuk mengklarifikasi surat pembekuan UKM P-S2 oleh REKTORAT. Namun dari pihak Universitas tetap bersikukuh, demi menjaga nama baik Universitas, SK Pembekuan tetap diberlakukan sampai waktu yang tidak ditentukan.

8.   Kami mahasiswa dan Solidaritas untuk Demokrasi Kampus :

(1) Meminta Rektorat dan Lembaga Universitas Pekalongan agar mencabut SK Pembekuan UKM PS2 Nomor 97/KEP/D.15.01/II/2017;

(2) Menjamin mahasiswa dan orang tua mahasiswa tidak mendapatkan intimidasi selama proses penyelesaian kasus;

(3) Kampus Unikal agar mendukung upaya klarifikasi kebenaran kasus ini kepada masyarakat Pekalongan, agar tidak semakin timbul keresahan publik;

(4) Membuka kembali kebenaran dengan bersama-sama menyeret pelaku pembuat dan penyebar pamflet hoax / fitnah tersebut ke pihak Kepolisian Pekalongan.

https://news.detik.com/read/2017/02/17/192243/3425616/10/gambar-liar-tentang-undangan-perkumpulan-gerakan-pki

https://news.detik.com/berita/3425616/gambar-liar-tentang-undangan-perkumpulan-gerakan-pki



Hari ini: Solidaritas untuk Demokrasi mengandalkanmu

Solidaritas untuk Demokrasi Kampus membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Universitas Pekalongan: PETISI CABUT SK PEMBEKUAN UKM PS2 UNIVERSITAS PEKALONGAN". Bergabunglah dengan Solidaritas untuk Demokrasi dan 404 pendukung lainnya hari ini.