MENOLAK WISUDA ONLINE FEBRUARI 2021

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera! 

Dengan rahmat Tuhan yang maha Esa, kami mahasiswa/i Universitas Mercu Buana yang akan melaksanakan wisuda pada periode Februari 2021. Pada kesempatan ini hendak mengajukan pernyataan terbuka terkait diselenggarakannya wisuda pada Februari 2021 tersebut.

Kami mahasiswa/i merasa wisuda adalah momen penting yang belum tentu dilaksanakan 2x atau dilaksanakan pada program pascasarjana karena belum tentu kami mengikuti pascasarjana. 

Ada beberapa point yang menjadi tuntutan dasar melalui kajian dan analisis kami para mahasiswa/i, yaitu:

1. Kami menolak diselenggarakannya wisuda online via Live YouTube pada tanggal 18 Februari 2021 mengingat PSBB Jawa dan Bali akan selesai tgl 25 Januari 2021.

2. Mengapa kita hanya menonton live youtube karena toga dan baju kebesaran adalah salah satu kebanggaan yang dapat kita kenakan dan dilihat langsung oleh keluarga dan teman-teman sekalian, setelah 4 tahun lamanya kita belajar dan berjuang untuk mendapatkan predikat gelar Sarjana. 

3. Periode sebelumnya juga membuat petisi seperti ini yang akhirnya diterima oleh pihak kampus, dan kami sangat berharap dengan petisi kali ini pihak kampus dapat menerimanya kembali petisi ini untuk kebahagiaan kami para mahasiswa/i yang hendak melaksanakan wisuda sebagai suatu kebanggaan dalam hidup kami. 

4. Kami mahasiswa/i tidak keberatan apabila pelaksanaan wisuda diundur untuk sementara waktu, sampai pelaksanaan PSBB selesai. Mengingat info yg beredar bahwa PSBB Jawa - Bali berakhir tanggal 25 Januari 2021 (Ijazah diberikan terlebih dahulu sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan prawisuda bisa diadakan setelahnya). Sehingga dapat diadakannya setidaknya prawisuda walaupan hanya sebentar dan dengan protokol kesehatan yang lebih ketat, dan jadwal yang terbagi-bagi

5. Beberapa universitas lain sudah mulai melaksanakan wisuda offline seperti Prawisuda sebelumnya.

6. Apabila terpaksa prawisuda harus ditiadakan dan pelaksanaan wisuda via online kami berharap pihak kampus dapat mengembalikan minimal 70% dari uang yang telah kami bayarkan.

Landasan petisi ini berdasarkan Undang-Undang sebagai berikut:

- UUD 45 Pasal 31 ayat 1 setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan ayat 3 pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,yang diatur dengan undang-undang.

- UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Dalam UU ini penyelenggaraan pendidikan wajib memegang beberapa prinsip , yakni pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa dengan satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multimakna. Selain itu dalam penyelenggaraan juga harus dalam suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran melalui mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

Demikian petisi ini dibuat untuk kemajuan sistem pendidikan yang lebih baik dan bermartabat. Mohon berkenan, partsipasi seluruh mahasiswa/i seluruh Indonesia, pemerintah, dan masyarakat umum agar mendukung petisi ini serta bersama-sama memperkuat visi untuk perubahan pendidikan yang lebih baik.

Secara umum, kami menginginkan wisuda diselenggarakan secara offline oleh pihak kampus sebagai bentuk apresiasi kamu sebagai mahasiswa yang telah mengampu pendidikan selama 4 tahun demi masa depan kami, dan kami mengharapkan kebijakan kampus yang adil dan menjunjung tinggi dilaksanakan wisuda offline tersebut. 

Kami telah dikorbankan oleh sistem birokrasi dan regulasi yang dijalankan institusi kampus. Dalam rangka menjaga kehormatan dan jati diri kampus, dengan segala hormat, kami mahasiswa/i menginginkan adanya kesamaan pandangan bersama pihak kampus menyelesaikan masalah ini melalui asas kekeluargaan.

Aksi damai dan demonstrasi yang telah dilakukan merupakan bentuk reaksi kekecewaan karena pihak kampus tidak merespon keinginan baik dari kami, disamping masalah diselenggarakannya wisuda online. Apalagi, dalam waktu dekat akan dibagikannya toga, sebagian mahasiswa belum mendapat kejelasan dari pihak kampus mengenai diselenggarakannya prawisuda, dan wisuda.

Sebagai kaum intelektual dan akademisi, kami bertindak apabila tidak ada nilai keadilan dalam lingkungan pendidikan. Dengan segala hormat harapan, kami berharap adanya jalan tengah dan solusi terbaik dari Rektor dan jajarannya Universitas Mercu Buana. 

Wassalamualaikum Wr. Wb. Salam hormat, 

Mahasiswa/i Universitas Mercu Buana