Karena Covid-19 Pangkas 30% SPP Kami

0 telah menandatangani. Mari kita ke 7.500.


Hidup mahasiswa,
Merebaknya wabah covid-19 di Indonesia telah berimbas ke segala lini, terutama sektor pendidikan. Himbauan terkait bekerja atau belajar dari rumah serta social distancing berdampak besar terhadap kegiatan perkuliahan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 17 maret 2020 menerbitkan Surat Edaran nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tentang pembelajaran secara daring dan bekerja dari rumah dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19. Intinya, proses pembelajaran di lakukan secara daring menggunakan aplikasi yg di sediakan. Dan SE Rektor nomor 142/G122/U.AK/R/K.13/III/2020 tentang Perpanjangan pelaksanaan kegiatan akademik terkait pencegahan penyebaran covid-19 di Universitas Islam Malang.
Namun ada yg terlupakan dari SE ini, bagaimana dengan kami sebagai mahasiswa.?
Ada beberapa masalah yg berkaitan dengan pembelajaran daring yg di ikuti oleh mahasiswa, baik itu masalah jaringan internet yg tidak stabil, besarnya kuota internet yg harus di sediakan serta kurang efektif nya pembelajaran yg di lakukan secara daring.
Dilema terbesar yg kami hadapi adalah masalah pembayaran SPP, Pangkas 30% SPP merupakan solusi yg tepat, Bukan hanya uang subsidi 300 rb yang di cantumkan dalam SE Rektor nomor 148/G122/U.AK/R/K.13/IV/2020. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang menurun akibat mewabahnya COVID-19. Kami tentunya tidak ingin menambah beban orang tua dengan tingginya biaya kuliah di semester depan.
Dengan ini kami Aliansi Mahasiswa Unisma punya permintaan kepada bapak Rektor Unisma. Yaitu Pangas 30% SPP, sehingga kami masih mampu untuk melanjutkan perkuliahan di semester depan.
Salam,
Aliansi Mahasiswa Unisma