Uniqlo, H&M, Zara dan Adidas, apa kabar program kepedulian lingkunganmu?

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Mulai berpikir untuk mengurangi isi lemari pakaian, tapi bingung mau dikemanakan baju-baju itu? 

Tahu nggak, setiap tahun di seluruh muka bumi ini ada sekitar 100 juta ton tekstil diproduksi, dimana hanya 13% saja yang didaur ulang setelah tidak dipakai, artinya ada 87% yang berakhir di TPA, mengalir ke sungai, laut atau tergeletak begitu saja di tanah. Dibutuhkan waktu 2 - 200 tahun untuk kain-kain itu terurai dengan tanah. Tahun 2018 Zero Waste Indonesia menemukan bahwa prosentase sampah tekstil yang memenuhi Pantai Ancol Timur mencapai 81%. 

Produksi tekstil, jual beli pakaian adalah industri yang tidak dapat dihentikan. Ada banyak pekerja yang hidup darinya, namun demikian, ada potensi kerusakan alam yang juga dihasilkan oleh industri ini. Selain pemakai, para pengusaha pakaian terutama fast fashion memiliki tanggung jawab di dalam upaya mengurangi potensi kerusakan alam karena pakaian yang mereka hasilkan & pakai.

Saya Dian Purnomo, penulis dan peneliti, belum lama ini melakukan survey singkat tentang isi lemari pakaian dan brand di dalamnya. Survey dilakukan selama satu minggu dengan 307 responden berusia 16 - 60 th, mayoritas tinggal di Jabodetabek dan kota besar di Indonesia lainnya. Ada empat brand yang paling sering disebut yaitu Uniqlo, H&M, Zara dan Adidas. Beberapa brand ini sudah memiliki mekanisme untuk menerima kembali pakaian yang sudah tidak terpakai. Tetapi bagaimana pakaian itu dikelola kemudian? Sebagai konsumen kita berhak tahu. Sementara brand yang belum memiliki mekanisme serupa, apa kabar program kepedulian terhadap lingkungan mereka?

Saya ingin mengajakmu untuk meminta transparansi program kepedulian lingkungan di Indonesia yang berkaitan dengan pakaian bekas dari empat brand ini. Diantaranya untuk: 

  • Apa yang brand-brand tersebut lakukan dengan sampah tekstil mereka?  
  • Kalau konsumen mau recycle baju yang sudah tidak dipakai apakah ada mekanisme penampungan? Jika ada, dimana saja dan bagaimana mekanismenya?
  • Apa yang kemudian dilakukan dengan dengan pakaian bekas tersebut?

Kalau kita berhasil mengumpulkan 1000 tanda tangan, kita pastikan media akan mulai membicarakan tentang program kita. 

Foto diambil dari: todayspaper media