PENGAWAL IDEOLOGI BANGSA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


PERMENRISTEKDIKTI NOMOR 55 TAHUN 2018

Persoalan ideologi di kalangan mahasiswa yang dari hari ke hari semakin memudar, membuat kita kembali berharap dengan adanya peraturan tersebut. Selama ini penguatan ideologi bangsa di kalangan mahasiswa memang secara formal masih terbatas dilakukan pada tataran formal melalui dua mata kuliah yaitu Pancasila dan Kewarganegaraan yang masing-masing memiliki 2 SKS (Satuan Kredit Semester). Jadi secara formal hanya ada 4 SKS guna menguatkan ideologi bangsa.

Dikarenakan hal tersebut, Menristekdikti menurunkan peraturan yang tercatat dalam Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 dengan dibentuknya Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa (UKM PIB). UKM PIB ini bisa menjadi wadah dalam menguatkan ideologi bangsa maupun menarasikan Indonesia ke depan.

Dalam Pasal 1 Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 dijelaskan, "Perguruan Tinggi bertanggungjawab melakukan pembinaan ideologi bangsa, yang mengacu pada empat pilar kebangsaan yaitu UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, bagi mahasiswa dalam kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler."

Bisa dibayangkan jika berbagai elemen mahasiswa bisa saling terkoneksi dan bekerja secara kolektif kita akan melihat gagasan-gagasan tentang Indonesia. Apalagi wadah UKM PIB ini juga sudah ada payung hukumnya yaitu Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 dan juga tentunya diakui keberadaannya oleh pihak birokrat kampus.

Kita semua bisa berharap, bahwa diskursus tentang ke-Indonesia-an yang selama ini cenderung kering di kampus, akan kembali bergairah dengan adanya UKM PIB. Mereka yang tergabung di dalam UKM PIB bisa berdiskusi, berdebat, berdialektika, demi satu tujuan yaitu menguatkan ideologi bangsa.

Dengan adanya Permenristekdikti Nomor 55 Tahun 2018 tersebut, apakah kalian setuju jika di kampus didirikan UKM Pengawal Ideologi Bangsa?