Petisi ditutup

Tuntut Boni Hargens minta maaf! Dan Pak Jokowi Copot Boni Hargens dari LKBN Antara!

Petisi ini mencapai 1.969 pendukung


Ironis, di bulan April  saatnya dikenal  sebagai bulan kampanye sadar autisme bagi warga dunia , seorang Pengamat Politik sekaligus Anggota Dewan Pengawas Kantor Berita BUMN  LKBN Antara ( yang adalah Pejabat Publik) di Indonesia melontarkan cuitan yang menyakitkan hati keluarga yang mempunyai anak anak dengan autisme.

Autisme bukan penyakit dan tidak menular.Autisme adalah suatu kondisi dimana seseorang memiliki masalah dengan komunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain dan lingkungannya.Dengan kondisi seperti ini, banyak orangtua dan keluarga yang berjuang keras agar anak anak autistiknya bisa hidup seperti anak anak lainnya di masa depan ,berdampingan secara wajar untuk meraih masa depan mereka.

Perjuangan keluarga untuk mendampingi anak anak autistik ini bukannya mudah.tidak murah, dan bukan juga sebentar.Banyak keluarga yang berjuang sendiri,hingga airmata sudah tidak bisa berderai lagi.Apalagi hingga saat ini Pemerintah Indonesia belum dapat memberikan kontribusi nyata secara komprehensif untuk penanganan kasus individu individu autistik.Mulai dari pembiayaan, fasilitas terapi yang dibutuhkan , pendampingan,hingga penyuluhan kepada keluarga juga masyarakat luas belumlah dilakukan secara masif dan berkesinambungan.

Dengan kondisi seperti ini,para orangtua dan keluarga yang juga adalah masyarakat Indonesia yang setara mempunyai hak dan kewajiban sama meminta adanya kesadaran untuk tidak menggunakan autisme sebagai bahan olok olok.Jika tidak bisa disukai minimal tidak dijadikan cacian dan hinaan.Jika tidak bisa membantu ,setidaknya jangan menambah beban dan luka di hati. Apalagi ini dilakukan oleh seorang sekelas Bapak Boni Hargens yang terhormat,seorang pengamat politik dari institusi terkemuka,seorang komisaris sebuah kantor Berita (yg dengan latar belakang pendidikan yang baik,pengalaman berpolitik yang lama, dan tentunya pengetahuan cukup tentang etika dan sopan santun dalam berpendapat).

Cukup sudah menjadikan anak anak autistik sebagai bahan olok olok untuk kasus apapun ,terlebih mengaitkannya dengan hasil Pilkada DKI Jakarta untuk menyindir paslon terpilih. Ini sama sekali bukan hal yang pantas dijadikan materi sindiran,apalagi lawakan. Urusan ketidaksukaan anda dengan paslon terpilih, TIDAK ADA KAITAN dengan anak anak autistik , dan SAMA SEKALI TIDAK ETIS dilontarkan oleh seorang pejabat .

Untuk itu ,saya seorang ibu yang mempunyai anak dengan autisme dan mewakili banyak keluarga lain yang juga terluka oleh pernyataan Boni Hargens pada cuitan beliau di twitter tertanggal 27 April 2017 jam 1:06 pm menuntut :

1.permintaan maaf dari Boni Hargens kepada seluruh masyarakat,khususnya kepada keluarga dengan anak anak autistik

2.Presiden RI Joko Widodo untuk mencopot Boni Hargens dari jabatannya sebagai Anggota Dewan Pengawas  di LKBN Antara ,karena etika yang dimilikinya tidak mencerminkan sebagai pejabat pengawas Badan Usaha Milik Negara yang tugasnya notabene adalah sebagai Badan yang ditunjuk Pemerintah sebagai badan peliputan dan penyebarluasan berita/informasi yang tepat dan akurat  ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia Internasional.Hal ini juga  menunjukkan beliau  bukanlah pejabat publik yang pantas menjadi panutan.

Salam Indonesia Damai dari keluarga pejuang autisme ..

 



Hari ini: ivo mengandalkanmu

ivo fawzia membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Tuntut Boni Hargens minta maaf !". Bergabunglah dengan ivo dan 1.968 pendukung lainnya hari ini.