Petisi ditutup

Tuntaskan kasus ibu Kosiah yang diduga sebagi pelaku kekerasan terhadap anak!

Petisi ini mencapai 9 pendukung


Assalamualaikum wr wb

                                                                                          

Sebagai manusia biasa tetapi hati saya terbuka dan sekaligus sangat terluka dengan kasus yang menimpai seorang anak bernama Rachel Herliani. Berdasarkan informasi yang desas-desusnya begitu kencang tentang kekerasan yang dilakukan oleh nenek tirinya Rachel yang bernama Kosiah. Berdasarkan pengakuan Rachel sebagai korban, kala itu sang nenek dengan menjambak rambut Rachel saat sedang tidur dan dengan sengaja memasukan muka Rachel ke penggorengan yang penuh dengan minyak yang mendidih sehingga membuat muka Rachel mengalami luka bakar yang luar biasa. Apapaun itu alasannya tidak bisa dibenarkan. Apalagi mengingat permasalahannya adalah hal yang dilebih-lebihkan oleh sang nenek karena Rachel yang  kelelahan sepulang dari sekolah dan butuh waktu untuk istirahat sehingga menunda perintahnya untuk membantunya memasak. Ini bukan yang pertama kalinya Rachel diperlakukan semena-mena seperti yang dia katakan. Bahkan berdasarkan pengkuan dari orang tuakorban,  Rachel tidak diperizinkan untuk pulang dan tinggal kembali bersama orang tua nya dengan alasan Rachel bisa disuruh-suruh oleh anaknya "  dan jelas ini merupakan suatu pelanggaran HAM, termasuk dalam kategori pelanggaran berat yaitu adalah eksploitasi anak. 

 

 

Walaupun setelah saya ketahui dari info yang saya baca bahwa Rachel memang dititpkan kepada nenek tirinya dengan alasan yang rasional yaitu :

  • Ibunda nya pergi ke Arab Saudi untuk bekerja
  • Ayah nya juga sibuk dengan pekerjaan-nya sehingga tidak ada waktu yang koefisien untuk mengurus Rachel

 

Tetapi sang nenek kelihatannya justru memanfaatkan momentum ini untuk hal yang tidak baik dan juga sudah melanggar HAM. Kesimpulan ini saya simpulkan berdasarkan pengkuan dari Rachel sendiri yang juga sekaligus merupakan cucu tirinya yang tidak memiliki darah kandung sama sekali dari nenek tirinya tersebut!

 

Berdasarkan UUD yang berlaku di Indonesia tentang eksplotasi dan kekerasan terhadap anak, maka ibu Kosiah bisa dikenakan pasal berikut yaitu :

  • Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU 35/2014”) yang menyatakan bahwa setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan:   
  • diskriminasi
  • eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual
  • penelantaran
  • kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan
  • ketidakadilan; dan perlakuan salah lainnya.

 

Sementara, sanksi bagi orang yang melanggar pasal di atas (pelaku kekerasan/peganiayaan) ditentukan dalam Pasal 80 UU 35/2014:

  • Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).
  • Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
  • Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).
  • Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.

 

Kemudian Pasal 14 juga menjelaskan perihal penting lainnya sebagai berikut :

Setiap Anak berhak untuk diasuh oleh Orang Tuanya sendiri, kecuali jika ada alasan dan/atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi Anak dan merupakan pertimbangan terakhir.

Dalam hal terjadi pemisahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Anak tetap berhak:

  • bertemu langsung dan berhubungan pribadi secara tetap dengan kedua Orang Tuanya;
  • mendapatkan pengasuhan, pemeliharaan, pendidikan dan perlindungan untuk proses
  • tumbuh kembang dari kedua Orang Tuanya sesuai dengan kemampuan, bakat, dan
  • minatnya;
  •  memperoleh pembiayaan hidup dari kedua Orang Tuanya; dan
  • memperoleh Hak Anak lainnya                                                       

Dengan demikian, sudah selayaknya ibu kosiah wajib dituntut secara hukum jika terbukti telah melakukan tindak kekerasan terhadap anak. Kenapa ? karena berdasarkan informasi yang saya baca, saya rasa bukti pengakuan dari korban sudah berperan vital yang juga ditambah dengan pengakuan saksi-saksi lainnya "terutama orang tuanya" dan juga bukti-bukti dari luka korban yang akan/sudah divisum. Walaupun semuanya balik lagi kepada keputusan penyidik dan juga pihak-pihak berwajib terhadap kasus ini.

Saya berharap agar seluruh aparat kepolisian, hukum, saksi-saksi yang terlibat dalam peristiwa ini bisa memberikan resolusi yang baik dengan tujuan untuk menjerakan perilaku tersangka kalau memang terbukti agar perbuatan tersebut tidak terulang lagi dimasa yang akan datang "jika memang pelaku terbukti melakukan tindak pidana tersebut". 

Bisakah anda bayangkan perasaan korban/orang tua korban yang dipisahakan dalam waktu yang cukup lama ?

Bisakah anda bayangkan ketika hak anda sebagai orang tua telah terampas untuk sesuatu yang merupakan hak milik anda dan sesuatu tersebut adalah sesuatu yang tidak terniai seperti anak yang anak yang merupakan anugerah dari tuhan ? 

 

Walaupun demikian ...

Kasus ini masih dalam tahap penyidikan/pemerikasaan lebih dalam

Jika ataupun tidak terbukti ibu Kosiah sebagai tersangka ...

Saya juga berharap agar ibu Kosiah juga bisa diperlakukan dengan baik selayaknya manusia dan beliau juga harus ditangani oleh para psikiater/psikolog yang sudah memilki jam terbang yang tinggi. 

 

Kenapa saya membuat pesan ini

Pesan ini bukan untuk menebar kebencian 

tetapi ini juga merupakan bukti untuk menuntut suatu keadilan yang baik dan sehat.

Kekerasaan terhadap anak bukanlah hal yang sepele karena sifatnya yang tidak terlihat dan jelas ini akan memberikan efek yang tidak baik terhadap psikologis korban. Masa depan anak bisa terganggu jika hal seperti ini tidak bisa ditangani dengan baik.

Semoga dengan petisi yang saya bikin bisa memberikan faedah yang baik agar orang tua bisa berlaku lebih tegas dan bijak dalam mengurusi anaknya agar anak bisa tumbuh dengan baik. Karena tidak ada orang tua yang ingin anaknya terluka.

 

 

 Wassalamualaikum Wr Wb



Hari ini: Reyhand mengandalkanmu

Reyhand Pane membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Tuntaskan kasus ibu Kosiah yang diduga sebagi pelaku kekerasan terhadap anak!". Bergabunglah dengan Reyhand dan 8 pendukung lainnya hari ini.