Pemkot Surabaya Dampingi Program Sanitasi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Halo masyarakat Indonesia !

Saya Mayla Renata Sandi mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Saya ingin mengajak Anda untuk peduli terhadap peningkatan kualitas sanitasi di Kota Surabaya.

            Tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia merupakan masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi dan kebutuhan higienis lainnya. Buruknya kondisi sanitasi merupakan salah satu penyebab kematian anak di bawah 3 tahun yaitu sebesar 19% atau sekitar 100.000 anak meninggal karena diare setiap tahunnya
(Studi World Bank, 2007). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004, penanganan masalah sanitasi merupakan kewenangan daerah, tetapi hingga saat ini belum memperlihatkan perkembangan yang memadai. Oleh karena itu pemerintah daerah perlu memperlihatkan dukungannya melalui kebijakan penganggaran.

            Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Surabaya, diantara 164 kelurahan yang ada di Kota Surabaya baru 50 kelurahan yang dinyatakan bebas buang air besar (BAB) sembarang. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Surabaya membutuhkan pembangunan sekitar 15.000 unit jamban komunal. Namun setelah ditelaah lambannya perbaikan program sanitasi di Surabaya bukanlah karena minimnya ketersediaan dana yang dialokasikan pemerintah kota Surabaya untuk pembangunan jamban komunal. Melainkan proses membangun kesadaran masyarakat yang harusnya lebih diutamakan.

            Belajar dari Kabupaten Pacitan, Kota Madiun, Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ngawi yang telah dinyatakan sebagai daerah Open defecation free tingkat nasional. Dukungan pemerintah kota Surabaya untuk berpartisipasi dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat sangatlah penting. Dimana pendampingan pemerintah kota Surabaya di setiap jajarannya sangat diperlukan untuk menggugah kesadaran masyarakat secara berjenjang untuk mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat. Bahkan jika diperlukan sebagai bukti kepedulian, pemerintah kota Surabaya perlu menerbitkan sejumlah peraturan berupa Surat Edaran atau Surat Keputusan Walikota yang berkaitan dengan pendampingan sanitasi.

            Mari kita dukung pemerintah kota Surabaya untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan pendampingan demi mewujudkan sanitasi di Kota Surabaya yang lebih baik !!!

 

Salam untuk Indonesia lebih sehat.

Mayla Renata Sandi



Hari ini: Mayla Renata mengandalkanmu

Mayla Renata Sandi membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Tri Rismaharini: Pemkot Surabaya Dampingi Program Sanitasi". Bergabunglah dengan Mayla Renata dan 467 pendukung lainnya hari ini.