TRAVELOKA, BAYARKAN REFUND KAMI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Dear Traveloka,

Pandemi Covid 19, sudah membuat semua sektor menjadi kualahan, salah satunya sektor pariwisata. Tidak terkecuali juga Traveloka, perusahaan ticketing terbesar.

Banyak dari kami para customer yang melakukan refund karena pembatalan oleh pihak Airlines dan Major Force (Covid 19). Namun yang terjadi adalah kesulitan bagi kami untuk menerima kembali uang yang seharusnya menjadi hak kami setelah proses Refund.

Janji traveloka selalu mengatakan 90 hari, namun nyatanya banyak yang lebih dari 90 hari masih juga belum menerima hak atas pengembalian refundnya.

Salah satu contohnya saya, saya melakukan Refund Cathay Pasific rute Sing - Bangkok (Penerbangan 21 Mei 2020). Sebelumnya saya sudah menelepon call center pada 2 Mei 2020, lalu pada 12 Mei kami sudah di konfirmasi bahwa disetujui untuk memilih Refund atau Reschedule dari pihak maskapai melalui Email, lalu kami memilih refund dan mengirimkan data yang diminta melalui Email. Pada 14 Mei, lewat Email Traveloka mengatakan data sudah diterima dan meminta kami menunggu 90 hari.

Naas, sampai pada 22 Agustus kami komplain karena merasa tidak ada kabar dari Traveloka, dan malah keluar di APP bahwa seolah kami baru Request Submit Refund di tanggal 22 Agustus tersebut dan muncul juga pernyataan bahwa mereka sedang menunggu approval dari airlines. Padahal 12 Mei lalu melalui Email disampaikan bahwa sudah mendapat persetujuan Airlines

Saya terus melakukan kontak dengan pihak traveloka baik via Email, Apps, namun nyatanya hasil tidak jelas, saya seperti di ping pong dengan jawaban yang menggantung, padahal saya sudah memberikan capture bukti semuanya.

Saya rasa masih banyak case lain terjadi REFUND BELUM DIBAYAR, disini terlihat di komen instagram Traveloka.

Kami hanya meminta keadilan untuk kembalikan REFUND yang seharusnya milik kami para konsumen. Jelas kami merasa sangat dirugikan secara Materil jika REFUND kami selalu digantungkan dan tidak dibayar.

 

Untuk Pak Menteri Perdagangan (Bp Agus Suparmanto), YLKI agar bapak bisa tanggap permasalahan yang terjadi dengan kami Rakyat Indonesia.

Saya menjadi heran, persoalan REFUND TRAVELOKA ini tidak muncul ke publik padahal banyak yang sudah berteriak teriak, apakah tidak sampai ketelingga Pemerintah Republik Indonesia?

Mohon bantuan dari Pemerintah Republik Indonesia supaya masalah ini bisa selesai, dan kami Konsumen mendapatkan hak kami dan pelaku usaha juga harus di evaluasi apakah melanggar UU Tentang Perlindungan Konsumen.

Terima kasih.