Hentikan Bisnismu yang Diskriminatif di Indonesia yang Bhinneka

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Perkenalkan, saya Amanda. Saya adalah seorang dosen tidak tetap di London School of Public Relations (LSPR). Awal karier saya sebagai dosen adalah mengajar mata kuliah Intercultural Communication (Komunikasi Antarbudaya). Saya sangat menyukai mengajar mata kuliah ini karena saya mengajarkan mahasiswa/i untuk menghargai budaya lain (bangsa lain, agama lain, dst). Saya menjadi prihatin gara-gara beberapa hari lalu outlet Tous Les Jours di Pacific Place SCBD mengeluarkan Peraturan Ucapan Cake yang kontroversial:

"Referensi dari Sistem Jaminan Produk Halal. Profil produk tidak boleh menjual sesuatu tidak sesuai syariat Islam. Store tidak boleh menulis di atas cake ucapan atas sesuatu yang bertentangan dengan syariat Islam seperti

1. Ucapan Selamat hari besar agama misal: Natal, Imlek, dll.

2. Perayaan yang tidak sesuai syariat Islam misal: Valentine, Halloween, dll."

Video & foto pengumuman ini menjadi viral. Menanggapi reaksi masyarakat, manajemen Tous Les Jours Indonesia menerbitkan klarifikasi bahwa aturan tersebut bukan resmi berasal dari manajemen.

Menurut saya, klarifikasi itu tidak cukup sebab yang telah terjadi adalah diskriminasi terhadap umat agama lain dalam merayakan hari rayanya. Dengan menggunakan syariat Islam, mereka tidak sudi produk cake nya dilibatkan dalam perayaan agama lain. Alias cake kami hanya untuk merayakan hari raya Islam.

Saya juga seorang Muslimah jadi saya tahu agama saya tidak mengajarkan hal itu. Namun identitas saya sebagai orang Indonesia yang mendorong saya menyusun petisi ini. Saya menyusun petisi ini sebagai solusi terhadap intoleransi & memberi efek jera pada orang-orang yang tetap intoleran dalam menjalankan bisnisnya. Apalagi bisnis yang seharusnya bersifat universal. Saya mengajak para pembaca untuk membaca butir-butir petisi ini lalu bersepakat dengan saya dengan cara menandatangani petisi ini.

Saya menuntut :

  1. Tous Les Jours Indonesia MEMINTA MAAF secara Konferensi Pers kepada seluruh rakyat Indonesia terutama umat nonMuslim.
  2. Manajemen Tous Les Jours Indonesia menyelidiki orang yang pertama kali berinisiatif membuat larangan ucapan tersebut lalu melakukan tindakan tegas. (Jika pelakunya Store Manager atau pekerja lain di store itu maka mohon berhentikan dari jabatannya. Jika pelakunya pengelola Franchise pada outlet Pacific Place saja maka mohon cabut izin Franchise nya.
  3. Jika Tous Les Jours Indonesia tidak melakukan butir 1 & 2 maka mohon Kementerian Perdagangan RI mencabut izin usaha bakery Tous Les Jours di Indonesia. Sudah saatnya Pemerintah bertindak karena mereka telah melanggar UUD 1945 pasal 29 ayat (1) & (2) tentang Kebebasan Beragama.

Tahukah Anda bahwa sebenarnya pada Natal 2017 toko cake Chocolicious yang berlokasi di Makassar telah lebih dulu menolak penulisan ucapan Selamat Natal di cake? Anda dapat membaca kronologisnya di sini http://www.google.com/amp/s/nasional.tempo.co/amp/1044869/pelanggan-jelaskan-soal-penulisan-ucapan-natal-di-chocolicious

Dapat Anda baca sendiri, justru customer yang seorang expat jadi mengalah karena menghargai agama Islam. Hal ini diperparah lagi oleh pujian netizen atas tindakan Chocolicious itu. Sehingga sampai tahun ini 2019 mereka masih kekeuh dengan prinsipnya yang diskriminatif tersebut. Di fb Chocolicious Indonesia menulis permintaan maaf dengan embel-embel: "Bukan berarti kami tidak menghargai agama mas/mba. Akan tetapi dengan segala hormat inilah yang harus kami jalankan dari prinsip agama kami."

Harus inilah kata yang berbahaya karena kebenarannya tidak seperti itu. Tidak ada yang mengharuskan Anda melainkan fanatisme sempit Anda yg menganggap menulis Selamat Natal rasanya seperti merayakan Natal sungguhan. Padahal di daerah lain di Indonesia kami bahkan bersilaturahmi ke rumah tetangga & teman yg Natalan.

Untuk Chocolicious Indonesia rasanya tidak perlu lagi meminta permohonan maaf mereka tetapi langsung saja kita MOHON pada Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan untuk MENCABUT IZIN USAHA Chocolicious Indonesia.

Sudah saatnya kita tidak lagi membiarkan tindakan-tindakan intoleransi. Setelah Chocolicious Indonesia dibiarkan, tahun ini muncul Tous Les Jours. Jika Tous Les Jours dibiarkan juga, bukan tidak mungkin nanti akan ada diskriminasi oleh pelaku bisnis lain.

Mari kita jaga bersama ke-bhinneka-an Indonesia tercinta hingga akhir hayat kita.

 

Terimakasih

Yurika Amanda Syaputri