Toleransi Nol untuk Hoaks

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Toleran Terhadap Hoaks

Benar, kalo kita bikin hoaks, ketahuan lalu kita minta maaf.
Benar, kalo kita nyebar hoaks, ternyata gak bener lalu kita minta maaf.
Salah, kalo kita melihat itu sebagai suatu yang lumrah lalu menjadi toleran terhadap hoaks.

Hoaks itu korbannya bukan cuma kegaduhan. Hoaks bisa beruntun menjadi pertengkaran, putusnya pertemanan, perkelahian bahkan penganiayaan yang sebenarnya.

Hoaks pada saat kedukaan adalah hoaks yang sulit dimaafkan. Disaat Lombok dan Sulawesi sedang memulihkan diri dari kejadian alam luar biasa. Dalam konteks Bandung, disaat semua pihak masih menyesali tragedi pengeroyokan dan tewasnya seorang penonton, yang juga merupakan akumulasi perang hoaks antar pendukung klub sepakbola.

Hoaks ketika semua orang sedang berjuang keluar dari kesulitan juga sangat sulit diterima. Sangat aneh bila ada orang yang malah menakuti orang lain dan menebarkan rasa pesimis dalam perjuangan yang seharusnya dilakukan bersama-sama untuk keluar dari kesulitan. Apalagi melalui kabar tidak benar alias hoaks. 

Sudah saatnya kita proklamirkan toleransi nol untuk hoaks. Seperti halnya terhadap korupsi dan politik uang. Seperti halnya terhadap radikalisme dan terorisme.

Jangan menjadikan pembuatan dan penyebaran hoaks sebagai hal yang biasa!

Ariyo Bimmo, SH, LLM

Direktur Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan



Hari ini: Yayasan Rahmatan Lil Alamin mengandalkanmu

Yayasan Rahmatan Lil Alamin membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Toleransi Nol untuk Hoaks". Bergabunglah dengan Yayasan Rahmatan Lil Alamin dan 24 pendukung lainnya hari ini.