"Potong biaya UKT mahasiswa UMRAH T​.​A 2020/2021 sebesar 50%" (tanpa terkecuali gol 1-5)

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua.

Hidup Mahasiswa!!
Hidup Mahasiswa!!
Hidup Mahasiswa!!

Kondisi bangsa Indonesia yang sedang mengalami musibah covid-19, seluruh perhatian baik pemerintah masyarakat sipil memusatkan perhatian untuk memerangi Virus Corona yang kini menjadi isu global. Sudah tidak asing lagi di hadapan mata bahwa covid-19 sangat mempengaruhi,  politik, sosial,  bidaya,  ekonomi, kesehatan,  hubungan internasional, dan tidak terkecuali pendidikan.

Berbagai kebijakan yang telah di keluarkan pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di seluruh bangsa indonesia, seperti kebijakan  yang telah di keluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui surat edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Dalam rangka menjalankan proses  pendidikan secara daring/KDR Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji menuai banyak polemik, Serta kebijakakan yang di ambil oleh petinggi kampus begitu kontroversial dinilai mahasiswa di tengah pendemi covid-19.

1. Beban Kuota 

Beban kuota yang di tanggung oleh mahasiswa dalam mengikuti kuliah online di nilai telah memberatkan mahasiswa, sementara itu beberapa diantara mahasiswa merupakan mahasiswa penerima bidik misi (mahasiswa yang berprestasi namun terbatas biaya). 

Pemrintah telah mengeluarkan kebijakan melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dirtjen dikti melaui surat edaran yang di tujukan ke Pimpinan Perguruan Tinggi nomor : 331/E.E2/KM/2020 dalam hal Bantuan sarana pembelajaran daring kepada mahasiswa yang salah satunya merupakan Perguruan  Tinggi Negeri Universitas Maritim Raja Ali Haji. 

Senada dengan surat edaran tersebut Pimpinan Universitas Maritim Raja Ali Haji mengambil kebijakan melalui surat edaran No : 1907/UN53.0/KM/2020 berupa bantuan paket data/pulsa kepada mahasiswa, namun sejak di keluarkan kan kebijakan tersebut pada kenyataan nya tidak sesuai dengan harapan mahasiswa,

a. beberapa diantara mahasiswa sudah mendapat bantuan biaya paket data/pulsa yang disalurkan melalui rekening bank,  dan banyak diataranya sampai saat  belum mendapatkan, serta kepastian akan mendapatkan bantuan tersebut belum ada sama sekali. Sementara itu jika di lihat di akun istagram @umrahofficial bahwa opini yang diring seolah-olah bantuan telah tersalurkan secara merata, yang berbanding terbalik dengan kenyataan.

Hal tersebut dinilai bahwa kampus TIDAK KONSISTEN MENJALANKAN KEBIJAKAN yang telah di keluarkan.

b.  beberapa mamahasiswa diantaranya mengalami persoalan penerimaan bantuan paket data/pulsa yang di salurkan melalui rekening bank di sebabkan oleh tidak memiliki  kartu kredit bank yang telah di tentukan oleh kampus.

Di tengah persuasi penanangan covid-19, banyak orangtua dari mahasiswa yang mengalami kesulitan secara ekonomi, kehilangan pekerjaan dan minim pendapatan/pemasukan. Perlunya kehadiran pemerintah/pemangku kekuasaan dalam menopang keterbatasan ekonomi khususnya orangtua mahasiswa yang membiayai mahasiswa di harapkan mampu melanjutkan study mahasiswa dapat di selesaikan.

Atas nama keluarga Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji menyatakan sikap :

1. Meminta Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji mempertimbangkan kondisi orangtua mahasiswa yang sedang tercekik oleh keadaan ekonomi dimasa pendemi covid-19 agar selanjutnya kebijaksanaan yang di ambil mampu menopang keadaan orangtua mahasiswa yang membiayai mahasiswa dan mahasiswa yang ingin melanjutkan study nya di Universitas Maritim Raja Ali Haji. 

2. Meminta kepada Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji untuk memotong Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun akademik 2020/2021 Semester Ganjil sebesar 50% tanpa terkecuali seluruh Golongan besaran UKT yang akan di bayarkan oleh mahasiswa sebagai upaya :

- Menopang keadaan ekonomi orangtua mahasiswa yang membiayai mahasiswa yang terdampak covid-19 yang kehilangan pekerjaan/di PHK.

- Mengganti penggunaan fasilitas di lingkungan kampus UMRAH selama berlangsungnya KDR (kuliah Dari Rumah)  di Universitas Maritim Raja Ali Haji.

3. Meminta kepada Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji untuk konsisten menjalankan kebijakan yang telah di keluarkan dalam surat edaran No : 1907/UN53.0/KM/2020 berupa bantuan paket data/pulsa kepada mahasiswa, sehingga kampus mampu menjadi tempat orang-orang yang cerdas.

Oleh sebab memanggil seluruh mahasiswa Universitas  Maritim Raja Ali Haji yang merindukan keadilan dan keberan untuk bersama-sama menandatangi petisi ini.

Ketua Koordinator 

Domu Situmorang (Hp/wa : 0812-6886-9820)