Petition Closed
Petitioning Menteri Dalam Negeri RI Gamawan Fauzi and 1 other

Tolak Soeharto Untuk Nama Jalan di Padang: Suarakan Penolakan melalui jejaring sosial, aksi, media massa.

Pemerintah Kota Padang-Sumatera Barat, berencana mengabadikan nama Soeharto, mantan Presiden RI, untuk nama ruas jalan sepanjang 9 km di By Pass Padang. Rencana ini diajukan Pemko Padang ke DPRD sebagai Ranperda.

Mengingat selama 32 tahun kekuasaan Presiden Soeharto bersama Pemerintahan Orde Baru yang kental kolusi, korupsi, dan nepotisme, otoriterianisme, dan diikuti dengan berbagai pelanggaran hak asasi manusia, serta kekuasaan tangan besinya selama 32 tahun itu, telah menciptakan ketakutan bagi rakyat Indonesia saat itu. Maka, dengan alasan apapun nama Soeharto tak pantas dan layak dijadikan nama jalan di manapun di Indonesia ini. Apa yang digagas Walikota Padang Fauzi Bahar untuk melekatkan nama Soeharto di Jalan By Pass itu, sudah wajib ditolak.

Sejarah mencatat Ranah Minang-Sumatera Barat, telah melahirkan banyak tokoh bangsa yang sangat pantas diabadikan namanya di jalan-jalan di Indonesia, apalagi untuk Kota Padang dan lainnya.

Mengabadikan nama Soeharto untuk jalan, bisa dipahami pengerdilan terhadap tokoh-tokoh yang lahir dari rahim ranah Minang ini, tentunya. Kita, bangsa ini, khususnya Sumatera Barat, jelas tak akan pernah kekurangan tokoh-tokoh yang namanya diabadikan sebagai nama jalan: M Natsir, Tan Malaka (hanya gang kecil di Padang), Zubir Said, Angku Syafei, dan Achmad Husein, Bahder Johan, AA Navis, Sitti Mongopoh, Zubir Said, Marah Rusli, dan punya gen Minang spt Sjafruddin Prawiranegara dan lain-lain.

Idealnya, pemberian nama jalan itu harus melalui proses yang panjang, dengan melihat suasana hati dan pendapat publik. Di negara-negara maju, nama jalan dianugrahkan kepada orang yang banyak berjasa kepada negaranya, bukan kepada orang yang lebih banyak menyengsarakan rakyatnya seperti Soeharto.

Selain itu, tak menutup kemungkinan, kepala-kepala daerah lainnya, akan melakukan hal yang sama. Untuk itu, penolakan penamaan jalan dengan nama Soeharto harus menjadi gerakan bersama dan terus menerus.

Letter to
Menteri Dalam Negeri RI Gamawan Fauzi
Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono
Pemerintah Kota Padang-Sumatera Barat, berencana mengabadikan nama Soeharto, mantan Presiden RI, untuk nama ruas jalan sepanjang 9 km di By Pass Padang. Rencana ini diajukan Pemko Padang ke DPRD sebagai Ranperda.

Selama 32 tahun, kekuasaan Presiden Soeharto bersama Pemerintahan Orde Baru kental dengan kolusi, korupsi, dan nepotisme, otoriterianisme, dan diikuti berbagai pelanggaran hak asasi manusia. Kekuasaan tangan besinya selama 32 tahun itu telah menciptakan ketakutan bagi rakyat Indonesia saat itu. Maka, dengan alasan apapun nama Soeharto tak pantas dan layak dijadikan nama jalan. Apa yang digagas Walikota Padang Fauzi Bahar untuk melekatkan nama Soeharto di Jalan By Pass itu, wajib ditolak.

Sejarah mencatat Ranah Minang-Sumatera Barat, telah melahirkan banyak tokoh bangsa yang sangat pantas diabadikan namanya di jalan-jalan di Indonesia, apalagi untuk Kota Padang dan lainnya.

Mengabadikan nama Soeharto untuk jalan, bisa dipahami pengerdilan terhadap tokoh-tokoh yang lahir dari rahim ranah Minang ini, tentunya. Kita, bangsa ini, khususnya Sumatera Barat, jelas tak akan pernah kekurangan tokoh-tokoh yang namanya diabadikan sebagai nama jalan: M Natsir, Tan Malaka (hanya gang kecil di Padang), Zubir Said, Angku Syafei, dan Achmad Husein, Bahder Johan, AA Navis, Sitti Mongopoh, Zubir Said, Marah Rusli, dan punya gen Minang spt Sjafruddin Prawiranegara dan lain-lain.

Idealnya, pemberian nama jalan itu harus melalui proses yang panjang, dengan melihat suasana hati dan pendapat publik. Di negara-negara maju, nama jalan dianugrahkan kepada orang yang banyak berjasa kepada negaranya, bukan kepada orang yang lebih banyak menyengsarakan rakyatnya seperti Soeharto.

Selain itu, tak menutup kemungkinan, kepala-kepala daerah lainnya, akan melakukan hal yang sama. Untuk itu, penolakan penamaan jalan dengan nama Soeharto harus menjadi gerakan bersama dan terus menerus.