Petisi ditutup

Tolak PHK sepihak buruh AMT Patraniaga PERTAMINA

Petisi ini mencapai 41 pendukung


[PECAT AMT,PERTAMINA JAHAT]

Hidup Mahasiswa !

Hidup Rakyat Indonesia !

 

Pertamina tidak miskin, namun menghidupi pegawai saja tidak mampu. Laba bersih yang di peroleh Pertamina pada kuartal III 2016 mengalami kenaikan yang cukup besar yakni 209 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 41,7 triliun. Bahkan mengalahkan laba perusahaan raksasa minyak dunia seperti chevron maupun shell.

Lantas, untuk apa keuntungan tersebut?

Sedangkan disisi lain banyak pekerja yang tertindas dan tidak mendapatkan haknya. Salah satunya hak Awak Mobil Tangki(AMT) Pertamina yang di rampas!!!.

Mereka bekerja di garis terdepan,mendistribusikan BBM kesegala penjuru dengan resikokerja yang cukup tinggi NAMUN :

1. Mereka di PHK secara liar

2. Status kerja KONTRAK/OUT SOURCING

3. Bekerja lebih dari 12 jam tanpa uang lembur

4. Tanpa jaminan kecelakaan kerja

5. Tanpa cuti kerja

6. mendapat Iuran BPJS namun digelapkan

7. Tanpa uang pesangon

 

Sangat jelas, Pertamina juga telah melanggar hukum internasional yang tercantum dalam DUHAM 1948 Dalam pasal 23 ayat(1) dan (3) “Setiap orang berhak atas pekerjaan, berhak dengan bebas memilih pekerjaan, berh akatas syarat-syarat perburuhan yang adil dan menguntungkan serta berhak atas perlindungan daripengangguran. (3) Setiap orang yang bekerja berhak atas pengupahan yang adil dan menguntungkan, yang memberikan jaminan kehidupan yang bermartabat baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya,dan jika perlu ditambah dengan perlindungan sosial lainnya”. Ada sekitar 20 ribuan Awak Mobil Tanki Pertamina dan keluarganya yang terlantar akibat tidakmendapatkan penghidupan yang layak dari perampasan hak yang dilakukan oleh pertamina.Hingga saat iniadasekitar 20.000 Awak Mobil Tanki (AMT) Pertamina dan keluarganya terlantar akibat tidak mendapatkan haknya oleh Pertamina.

 

Gelombang protes dan upaya persuasi perundingan AMT dgn Pertamina selalu BUNTU!

Untuk itu Kami BEM PTM zona IV wilayah Jawa Tengah dan DIY menuntut:

1. HAPUSKAN SISTIM KONTRAK-Out Sourcing di lingkunganKerjaPT.Pertamina Patra Niaga dan PT.ElnusaTbk;

2. Terapkan WaktuKerja 8 (delapan) Jam sehari dan Hapus Sistim Performansi serta bayarkan Upah Lembur sesuai ketentuan Kepmenakertrans KEP-102/MEN/VI/2004 apabila Crew AMT bekerja melebihi waktu kerja 8 (delapan jam sehari;

3. BayarkanIuran BPJS secara rutin untuk menghindari penolakan dari pihak Rumah Sakit/Klinik apabila Crew AMT menderita sakit atau mengalami insiden Kecelakaan Kerja;

4. Hentikan Sistim “BLOKIR” Upah dan Absen-finger print Crew AMT apabila Crew AMT mengalami Insiden kecelakaan kerja atau indisipliner, karena terhadap tindakan indispliner sejatinya diberlakukan pengenaan Surat Peringatan Bukan “BLOKIR” Upah/Absen finger print;

5. Batalkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap Crew AMT PT.Pertamina Patra Niagayang sudah dilakukan oleh pihak Vendor PT.SaptaSarana Sejahtera dan PT.Garda Utama Nasional (Plumpang/Merak),PT.Ceria Utama Abadi (UJB/Padalarang/Tasik),PT.Absolute Service (Lampung) !!!

6. Bayarkan Upahkepada 24 Orang Crew AMT Depot Panjang yang sudah di PHK Secara sepihak oleh PT.ABSOLUTE Service terhitung sejak Crew AMT tersebut tidak dipekerjakan di lingkungan kerjaPT.Pertamina Patra Niaga – Depot Panjang-Lampung !!!;

7. Berikan Hak atas CUTI Tahunan bagi Crew AMT yang sudah menjalani masa kerja 1 tahun dan CutiPanjang bagi Crew AMT yang sudah menjalani masa kerja lebih dari 7 (tujuh) Tahun;

8. Bayarkan Rapelan Upah Lembur Bagi Crew Awak Mobil Tangki yang selama ini di pekerjakan selama 12 (DuaBelas) jam sehari !!!

 

Kami menolak PHK massal AMT, kembalikan hak-hak pegawai !

Kami mendukung AKSI MOGOK KERJA 19 Juni 2017.

Selanjutnya kami juga menuntut pihak terkait dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, untuk menetapkan sanksi bagi Badan Usaha yang menjalankan usaha dalam kegiatan di usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi yang dengan sengaja mengabaikan prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja para pekerjanya, serta dengan sengaja mengabaikan ketentuan perundang-undangan di bidang Ketenagakerjaan yang mengakibatkan Hilangnya Hak bagi Para Pekerja dalam mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak bagi kemanusiaan, sebagai implementasi dari Peraturan Menteri ESDM No.00007 tahun 2005 Tentang Persyaratan dan Pedoman Pelaksanaan Izin Usaha dalam Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Dan mengingat pada Ketentuan Pasal 1 Ayat (5) KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63 TAHUN 2004 TENTANG PENGAMANAN OBYEK VITAL NASIONAL yang dalam secara jelas sudah menerangkan bahwa :

“Gangguan adalah tindakan yang sudah nyata dan menimbulkan kerugian berupa korban jiwadan/atau harta benda serta dapat berakibat trauma psikis kepadaPegawai/KaryawanObyek Vital Nasional,”

Mari suarakan kegelisahanmu! Kita lawan pemerintah yang tidak pro kepadarakyat !

Bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam!

 

Panjang Umur perjuangan!

Panjang Umur Perlawanan!

 

Ttd

presiden nasional BEM PTM ZONA IV JATENG-DIY

Heru Astar ( BEM UAD )

Koordinator Daerah Jateng BEM PTM Se-Indonesia

Okta Nama Putra (BEM UMS)

Koordinator daerah yogyakarta BEM PTM Se-Indonesia

Rudy Alamzah ( BEM KM UNISA )



Hari ini: BEM PTM ZONA IV JATENG-DIY mengandalkanmu

BEM PTM ZONA IV JATENG-DIY membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Tolak PHK sepihak buruh AMT Patraniaga PERTAMINA". Bergabunglah dengan BEM PTM ZONA IV JATENG-DIY dan 40 pendukung lainnya hari ini.