Permasalahan mengenai penutupan rel kereta warungbambu

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Jika PT. KAI Tidak Mau Buka Perlintasan Rel Kereta Warungbambu, Toto Ancam Akan Membongkar

 

Pasca kecelakaan Kereta Apri Argo Parahyangan tabrak Bus Agra Mas, perlintasan rel Kereta Api Warung Bambu di tutup. Bahkan PT. KAI akan menutup permanen perlintasan rel kereta yang selama ini menjadi aktivitas jalan umum bagi warga Kabupaten Karawang.

 

Anggota DPRD Karawang Toto Suripto ancam akan membuka pintu perlintasan rel Kereta Api kampung Gorowong, Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, apabila PT. KAI dalam waktu satu minggu tidak mau membuka. Pasalnya, itu merupakan jalan umun bagi masyarakat.

 

“Apabila dalam satu minggu tidak ada jawaban untuk membuka akses perlinatasan kereta itu, akan saya bongkar bersama masyarakat disana,” ucap Toto saat di wawancarai Kabarsebelas, Kamis (29/8/2019).

 

Mantan Ketua DPRD itu mengatakan penutupan perlintasan kereta itu bukan solusi akhir. Sebab jalan itu merupakan jalan umum masyarakat.

 

“Perlintasan itu kan sudah lama digunakan untuk jalan umum. Kalau ditutup kegiatan ekonomi masyarakat akan terganggu donk. Sebab mereka mau jalan kemana lagi, muter yang Jauh?,” tanya Toto.

 

Dikatakan Toto, jika ada keadaan darurat atau emergensi untuk menuju RSUD maka warga terpaksa berputar dan jaraknya bakal semakin jauh.

 

“Harusnya PT KAI memperbaiki palang pintunya dan menjadi tanggung jawab PT KAI. Ini malah meresahkan masyarakat dengan menutupnya,” katanya.

 

Di Kabupaten Karawang kurang lebih ada 72 perlintasan kereta tanpa palang resmi. Jadi harusnya PT KAI juga lebih bijak menyikapi kejadian kecelakaan beberapa waktu lalu dengan menyiapkan palang pintu bukan dengan menutupnya.

 

“Kami minta agar perlintasan di Warungbambu itu dibuka, sebab jika membuat underpass memerlukan waktu dan biaya tidak sedikit,” katanya.

 

Sementara itu, salah seorang warga Desa Warungbambu yang biasa menjaga palang pintu, Asep meminta agar palang pintu kereta itu bisa dibuka kembali. Sebab itu merupakan satu-satunya ladang mencari uang bagi keluarganya.

 

“Akibat penutupan palang pintu itu, saya jadi nganggur. Sebab untuk dapat kerja itu susah,” kata Asep yang lulusan sekolah dasar itu.(Amoy)

 

https://kabarsebelas.com/2019/08/29/jika-pt-kai-tidak-mau-buka-perlintasan-rel-kereta-warungbambu-toto-ancam-akan-membongkar/

Jika PT. KAI Tidak Mau Buka Perlintasan Rel Kereta Warungbambu, Toto Ancam Akan Membongkar

Pasca kecelakaan Kereta Apri Argo Parahyangan tabrak Bus Agra Mas, perlintasan rel Kereta Api Warung Bambu di tutup. Bahkan PT. KAI akan menutup permanen perlintasan rel kereta yang selama ini menjadi aktivitas jalan umum bagi warga Kabupaten Karawang.

Anggota DPRD Karawang Toto Suripto ancam akan membuka pintu perlintasan rel Kereta Api kampung Gorowong, Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, apabila PT. KAI dalam waktu satu minggu tidak mau membuka. Pasalnya, itu merupakan jalan umun bagi masyarakat.

“Apabila dalam satu minggu tidak ada jawaban untuk membuka akses perlinatasan kereta itu, akan saya bongkar bersama masyarakat disana,” ucap Toto saat di wawancarai Kabarsebelas, Kamis (29/8/2019).

Mantan Ketua DPRD itu mengatakan penutupan perlintasan kereta itu bukan solusi akhir. Sebab jalan itu merupakan jalan umum masyarakat.

“Perlintasan itu kan sudah lama digunakan untuk jalan umum. Kalau ditutup kegiatan ekonomi masyarakat akan terganggu donk. Sebab mereka mau jalan kemana lagi, muter yang Jauh?,” tanya Toto.

Dikatakan Toto, jika ada keadaan darurat atau emergensi untuk menuju RSUD maka warga terpaksa berputar dan jaraknya bakal semakin jauh.

“Harusnya PT KAI memperbaiki palang pintunya dan menjadi tanggung jawab PT KAI. Ini malah meresahkan masyarakat dengan menutupnya,” katanya.

Di Kabupaten Karawang kurang lebih ada 72 perlintasan kereta tanpa palang resmi. Jadi harusnya PT KAI juga lebih bijak menyikapi kejadian kecelakaan beberapa waktu lalu dengan menyiapkan palang pintu bukan dengan menutupnya.

“Kami minta agar perlintasan di Warungbambu itu dibuka, sebab jika membuat underpass memerlukan waktu dan biaya tidak sedikit,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Warungbambu yang biasa menjaga palang pintu, Asep meminta agar palang pintu kereta itu bisa dibuka kembali. Sebab itu merupakan satu-satunya ladang mencari uang bagi keluarganya.

“Akibat penutupan palang pintu itu, saya jadi nganggur. Sebab untuk dapat kerja itu susah,” kata Asep yang lulusan sekolah dasar itu.(Amoy)

https://kabarsebelas.com/2019/08/29/jika-pt-kai-tidak-mau-buka-perlintasan-rel-kereta-warungbambu-toto-ancam-akan-membongkar/