Tolak Penerapan Beban Tetap Air Minum PDAM Tirtauli Pematangsiantar

Tolak Penerapan Beban Tetap Air Minum PDAM Tirtauli Pematangsiantar

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!
Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) memulai petisi ini kepada Walikota Pematangsiantar

Penerapan beban tetap tarif air minum dimasa pandemi Covid-19 oleh Walikota Pematangsiantar sangat tak berperikemanusiaan. Kebijakan ini sangat tidak berperikemanusiaan mengingat peliknya kondisi ekonomi masyarakat dimasa pandemi covid-19. 

Seharusnya Pemerintah Daerah membantu masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi dimasa Covid. Bukan malah memberikan atau menambah beban.

Saat ini ekonomi masyarakat sangat lemah. Perusahaan-perusahaan swasta banyak melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Sementara lowongan kerja sangat berkurang, dan sebaliknya kebutuhan lapangan kerja sangat meningkat. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja masyarakat sudah sangat kewalahan. 

Seharusnya pemerintah hadir mengatasi masalah ini. Bukan malah sebaliknya. 

Dengan diberlakukannya beban tetap tarif air minum, maka digunakan atau tidak digunakan, pelanggan atau konsumen PDAM Tirtauli wajib bayar atau dikenakan beban (tarif) tetap minimal 10 Meter kubik. 

Dengan demikian, Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Kota Pematangsiantar menginisiasi petisi ini agar menjadi sebuah desakan kepada Walikota dan DPRD Pematangsiantar untuk meninjau ulang atau mencabut Surat Keputusan Walikota Nomor: 690/661/XII/WK THN 2020 tentang Penerapan Beban Tetap Air Minum Perumda Tirta Uli tertanggal 30 Desember 2020. 

Sebarkan petisi ini melalui media sosial facebook, whatsApp, ig, twitter dan lainnya. 

Apabila tak dihiraukan, semoga Pemerintah Pusat memberikan teguran kepada Walikota Pematangsiantar. 

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!