Tolak Eks Simpatisan ISIS Kembali Ke Tanah Air!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Tahukah Anda bahwa pada tahun 1980-an, seseorang yang berpaham radikal dan yang menamakan dirinya Mujahidin Afghanistan kembali ke tanah air dan dua puluh tahun kemudian menjadi teroris bom bunuh diri di Bali? [1]. Bukan tidak mungkin hal ini akan terulang kembali oleh para eks-simpatisan ISIS yang hendak pulang ke tanah air. 

Kekalahan ISIS dan Jumlah Pengungsi Eks Simpatisan ISIS dari Indonesia

Tercatat ISIS kalah di Suriah, jatuh diserang Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di bulan Maret 2019 ditandai dengan jatuhnya pertahanan terakhir ISIS di Baghouz [2]. Hal ini menyisakan sejumlah masalah; 

  • Menurut data dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), ada sekitar 8.500 milisi ISIS yang terkonsentrasi di Baghouz dan hampir sepertiganya telah tewas dan diserahkan SDF secara bertahap [2].
  • ICSR yang mengumpulkan data dari pemerintah, media, lembaga pemikiran dan nirlaba sejak kejayaan hingga kejatuhan ISIS, mengungkapkan dari total 700-an sampai 800-an WNI simpatisan ISIS di Suriah [2], 
  • Dari seluruhnya, sekitar 200 orang sudahpulang ke Indonesia [2].
    Kini sisa simpatisan menunggu bantuan pemerintah atau siapapun untuk bisa pulang ke tanah air [2]

Respon Pemerintah

  • Tanggal 27 Maret 2019, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kepulangan para WNI simpatisan ISIS akan dilaksanakan apabila mereka berkomitmen untuk setia pada Pancasila [3].
  • Namun jika para Eks Simpatisan ini tidak mengubah ideologi mereka, maka Indonesia dengan tegas tidak menerima mereka [3]


Pengakuan Eks Simpatisan ISIS

  • Lasmiati (40) pulang ke Indonesia tahun 2017 silam setelah sebelumnya menyatakan keinginannya untuk berada di bawah kekhalifahan ISIS[4]. 
  • Lasmiati awalnya diiming-imingi propaganda ISIS yang menjanjikan kehidupan layak di bawah naungan negara khilafah seperti halnya di zaman Nabi Muhammad[4]. 
  • "Saya membayangkan orang-orang disana berlomba-lomba dalam kebaikan, tapi nyatanya setelah sampai di sana banyak sekali kotoran-kotoran. Tidak seperti yang saya baca," tutur Lasmiati.[4] Lebih anjut Lasmiati mengungkapkan bahwa perempuan kerap diperlakukan hanya sebatas pemuas nafsu dan pabrik anak [4]. 

Benarkah Mereka Sudah Bertaubat?

"Kalaulah kamu mendengar gunung berpindah, bolehlah kamu percaya. Namun apabila kamu mendengar karakter orang berubah maka jangan mudah percaya" 

- Unknown -

  • Psikolog sekaligus Direktur Kasandra Associates Kasandra Putranto tidak memungkiri ada potensi bahaya bila istri dan anak eks kombatan dan simpatisan ini pulang ke Indonesia karena potensi mengembangkan sikap ekstrem sebagai dampak dari lingkungan sosial mereka saat di Suriah. “Dengan kondisi yang rentan sikap radikal, ekstrem dan prokekerasan, tentu mengandung risiko,” kata Kasandra kepada Tirto [1]
  • Adapun Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu mengeluarkan pernyataan tegas bagi warga Indonesia yang memilih untuk bergabung dan berjuang bersama ISIS di luar negeri.[5]
  • Ryamizard menyarankan agar WNI agar tak usah pulang jika sudah memilih hengkang dari negara Indonesia untuk bergabung dengan ISIS baik di Irak, Suriah, maupun Marawi.[5]
  • Di tahun 2017, 17 WNI mengaku tertipu sehingga mau bergabung dengan ISIS di sana. Menanggapi hal tersebut, Ryamizard mengatakan sudah bosan mendengar alasan klasik semacam itu karena hanya alasan saja. [5]
  • Perlu diketahui bahwa alasan serupa juga diungkapkan oleh Eks Mujahidin Afghanistan yang malah jadi Teroris Bom Bali. 

Dengan menandatangi petisi ini kita menyatakan menolak paham radikalis di Indonesia yang berpotensi terorisme. 

Sudah cukup bom-bom bunuh diri yang dilancarkan di tanah air!

Kami umat muslim pun merasa malu dengan perbuatan mereka yang katanya ngakunya bela umat Islam. Memangnya mereka itu membela umat islam yang mana? 

Muslim adalah penduduk mayoritas di republik ini. Aparatur sipil negara (ASN), PNS, anggota TNI, anggota POLRI, para buruh, para pedagang, guru, dosen, mahasiswa dan pelajar mayoritas adalah muslim. Bahkan pejabat publik, anggota kabinet negeri ini didominasi oleh umat Islam pula.

MEREKA MEMBELA MUSLIM YANG SALAH! 

Lantas, kalau ada yang tetap merasa bahwa pemerintah sekarang ini zalim dan lalim terhadap umat Islam, pertanyaannya: kelompok Islam yang mana?

Kalau mau jihad dengan cari nafkah yang baik juga sudah jihad. Jihad itu kan Berjuang Di Jalan Allah. Berjuang itu bukan hanya turun ke medan perang! Membela keluarga dan menyumbang sedekah untuk tetangga juga berpahala!

Wahai penduduk Indonesia, the silent majority, suara hening mayoritas yang jarang terdengar suaranya karena kalah berisik dengan minoritas yang ramai menyuarakan perjuangan ke timur tengah, kalian yang sehari-hari sibuk dengan pekerjaan, yang tidak punya waktu untuk mengurusi hal-hal semacam ini namun juga merasa terusik dengan hadirnya terorisme di sekitar kita, sendiri maka suara kita kalah kencang dengan mereka, tapi dengan bersama-sama suara kita akan didengar! 

MARI TANDATANGANI PETISI INI DAN JADILAH BAGIAN DARI PERUBAHAN.

BAGIAN DARI THE SILENT MAJORITY YANG SELAMA INI CENDERUNG SELALU DIAM NAMUN DI LUBUK HATI MERASA TERUSIK DENGAN TERORISME, MARI TANDATANGANI PETISI INI DAN MULAILAH MELAWAN UPAYA-UPAYA MASUKNYA TERORISME KE TANAH AIR!

MARI KITA SUARAKAN TOLAK EKS SIMPATISAN ISIS KE TANAH AIR!

 

 

[1] https://tirto.id/apa-bahayanya-jika-wni-eks-simpatisan-isis-balik-ke-indonesia-dkvh 

[2] https://tirto.id/wni-simpatisan-isis-di-suriah-kami-minta-bantuan-bisa-pulang-dkb1

[3] https://tirto.id/tkn-jokowi-fasilitasi-simpatisan-isis-pulang-asal-akui-pancasila-dkn5 

[4] https://nasional.kompas.com/read/2017/09/15/10131681/eks-simpatisan-isis-bagaimanapun-saya-cinta-indonesia?page=all

[5] https://www.cnnindonesia.com/nasional/20170717144057-20-228383/menhan-wni-yang-gabung-isis-tak-perlu-pulang-ke-indonesia