Kemenangan

Selamat Tinggal, Tokopedia...

Petisi ini membuat perubahan dengan 58 pendukung!


Dear Tokopedia,

Selamat Pagi, Perkenalkan saya Eka - Pengguna setia layanan tokopedia dari 3 tahun lalu, 
Bagi saya tokopedia adalah marketplace yang paling sering saya gunakan untuk berbelanja online (saya juga install beberapa market place lain, namun tokopedia lah yang menurut saya paling aman dan nyaman). Lebih dari itu, saya selalu merekomendasikan tokopedia ke teman-teman saya untuk berbelanja, karena saya sangat yakin berbelanja di tokopedia aman dan sejauh ini saya belum pernah sekalipun mendapat kendala. Baik berbelanja online untuk pribadi, maupun berbelanja untuk teman yang saya rekomendasikan menggunakan tokopedia.

Namun, mohon maaf sebelumnya tokopedia, Pada tanggal 17 September saya melakukan transaksi pembelian Smartphone di tokopedia senilai Rp 7.000.000 dengan nomor Invoice-2193039-4057149-20180916225729-VUhIVkhBVlY, ini adalah pembelian Smartphone yang kesekian kalinya (dimana sebelumnya tidak pernah bermasalah).
Pada awalnya, proses transaksi berjalan normal seperti biasanya saya berbelanja di Tokopedia sebelum kejadian ini.

Kurang lebih pukul 12:50 ada Telp masuk, mengatas namakan customer service Tokopedia menelpon saya, untuk memberitahukan bahwa ada transaksi yang janggal dan Customer Service tersebut untuk membatalkan transaksi via telp, dengan mengirimkan kode OTP yang dikirim ke nomer handphone saya. Jujur, pada saat kejadian tersebut saya tidak ada firasat bahwa ini adalah penipuan, karena sms kode OTP yang saya dapatkan langsung dari tokopedia.
Saya pun menginfokan kode OTP tersebut kepada orang yang mengaku customer service tokopedia untuk pembatalan transaksi, dan segera cek akun saya untuk memastikan dananya kembali, dan memang betul dana tersebut kembali.
Disinipun saya belum merasa curiga, karena memang uang saya kembali menjadi saldo di tokopedia.

Kejanggalan mulai terasa ketika saya akan menarik dana tersebut masuk ke Rekening saya. Ketika akan saya tarik dana, selalu ada keterangan saldo tidak cukup, dan anehnya saldo saya berkurang. Disinilah awal mula kecurigaan saya, bahwa customer service tadi adalah penipu yang mengatasnamakan tokopedia.
Dalam kondisi cukup panik karena saldo saya terus berkurang, saya langsung mencari nomer customer service Tokopedia di internet (Saya cari di Hubungi Kami : Tokopedia tidak ada nomor CS Tokopedia). Berdasarkan penelusuran saya di internet saya menemukan beberapa nomor tokopedia, namun ketika saya hubungi satu persatu tidak ada satupun nomor yang aktif dan bisa dihubungi.

Hampir setengah jam saya berusaha mencari dan menghubungi nomor-nomor tokopedia dan hasilnya nihil, Akhirnya saya mengakses menu Hubungi Kami di tokopedia untuk menyampaikan keluhan saya, , dan ternyata membuat pengaduan di tokopedia itu agak ribet, ternyata ada cukup banyak menu yang harus saya lihat dengan petunjuk yang kurang jelas. Walaupun bagi saya sudah terlambat, karena saldo saya sudah dikuras untuk pembelian pulsa dan paket token listrik. 

Akhirnya saya berhasil menuliskan keluhan saya dan saya sampaikan ke tokopedia, dan beberapa menit kemudian pihak tokopedia menghubungi saya melalui telepon. Saya pun menceritakan kronologi kejadian di atas. Pihak customer service tersebut menyampaikan bahwa akan menghubungi via telp untuk memastikan tindak lanjut untuk kejadian di atas, namun sampai saat ini tidak ada telp masuk dan yang ada hanyalah email-email balasan yang bersifat retoris dan kurang membantu bagi saya.

Dari poin-poin di atas saya tidak sepenuhnya menyalahkan pihak tokopedia. Saya berusaha memaparkan kelemahan dari sisi saya pribadi dan sisi tokopedia untuk kebaikan bersama ke depannya.

1. Dari Saya Pribadi

Saya berbelanja di toko yang belum memiliki reputasi baik, dan tidak benar-benar memastikan yang menelpon saya adalah benar customer service tokopedia. Sehingga saya memberikan kode OTP yang dikirimkan via sms dari tokopedia ke oknum yang mengaku sebagai customer service tersebut.

2. Tokopedia

- Belum ada nomor customer service resmi, sehingga apabila ada pihak-pihak yang mengaku sebagai customer service tokopedia, kami sebagai orang awam belum bisa mengidentifikasi sepenuhnya benar tidaknya nomer yang menghubungi kami. Hal ini sangat rawan digunakan sebagai modus penipuan seperti yang saya alami. Tokopedia dapat berkaca dari market place lain yang sudah ada online customer service di aplikasinya.

Dimana ketika saya sudah mengetahui bahwa ada hal yang tidak beres di akun saya, saya masih harus mencari kontak tokopedia yang mudah. Bandingkan apabila ada live chat atau nomor customer service yang bisa kami hubungi langsung dan dapat bergerak cepat, kemungkinan uang saya masih bisa diselamatkan. Bayangkan berapa waktu yang saat ini dibutuhkan untuk dapat menghubungi pihak tokopedia, telat 1-5 menit saja uang sudah pasti ludes dilahap penipu.

- Saya baru mengetahui bahwa kita bisa login di akun tokopedia dengan bemodalkan nomor HP dan kode OTP tanpa harus memasukkan password. Ditambah lagi tidak ada pemberitahuan via email, bahwa akun tokopedia saya di akses dari perangkat lain (yang digunakan penipu), hal ini tentu sangat berbahaya apabila akun kita dibobol dengan cara yang sama dengan yang saya alami.

Harapan saya semoga ada teman-teman yang lain yang senasib dengan saya yang juga bermasalah dengan sistem komplain di tokopedia ataupun e-commerce yang lain, mau untuk turut membantu menyebarkan petisi saya dan membuat agar petisi ini dapat didengar.

Saya berkeinginan agar YLKI, Menkominfo, dan pihak lain yang memiliki kekuasaan untuk membuat regulasi  agar ke depannya, e-commerce yang ada di Indonesia dalam hal keluhan pelanggan agar ada standarisasi dan jangan terlalu ribet dalam pembuatannya. Bila perlu e-commerce harus mencantumkan CALL CENTER agar pembeli yang bermasalah dapat dengan segera mendapatkan pelayanan maksimal tanpa harus mengharapkan balasan email yang tidak kunjung datang.

Bagi saya uang 7jt itu adalah nominal yang besar, sehingga saya harap tokopedia juga turut bertanggung jawab atas hilangnya saldo saya tersebut, karena saya sadar kesalahan tidak sepenuhnya ada di saya. 
Tokopedia adalah wadah bertransaksi online yang sebetulnya sudah menggerakkan roda ekonomi di banyak lini. Jangan rusak karena sistem yang masih longgar dan belum adanya customer service live yang bisa langsung dihubungi, sehingga menjadikan celah bagi penipu, mari berbenah bersama.
Mohon pihak tokopedia dapat mendengarkan keluh kesah kami selaku konsumen di tokopedia. Namun, apabila tidak ada respon positif dari tokopedia, dengan berat hati saya sampaikan "Selamat Tinggal, Tokopedia". 

Saya akan melupakan rasa sedih akibat kejadian ini, petisi ini,

berikut Tokopedia.

Saya tunggu kabar baiknya. Terima kasih.

Salam Sejahtera.
Eka.
queenhomedesign@gmail.com

 



Hari ini: Eka mengandalkanmu

Eka Supriyanto membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Tokopedia: Selamat Tinggal, Tokopedia". Bergabunglah dengan Eka dan 57 pendukung lainnya hari ini.