Beri Opsi Hapus Akun & Data Tokopedia

Beri Opsi Hapus Akun & Data Tokopedia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!
Jev Gasali memulai petisi ini kepada Tokopedia (PR Executive Tokopedia) dan

Dikutip dari Kumparan, "Regulasi Tokopedia Larang Pengguna Hapus Akun, Langgar Hak Data Pribadi", 8 Mei 2020

Keesokan harinya, hanya berselang beberapa jam dari kicauan pertama, @underthebreach mengabarkan perkembangan baru: data pengguna Tokopedia yang bocor mencapai 91 juta akun.

Si peretas menjualnya di Darknet—situs web dan forum online terenkripsi yang tidak terindeks mesin pencari (search engine) biasa—senilai 5.000 Dolar AS.

Tokopedia telah mengakui pencurian data tersebut.

Wartawan kumparan lalu mencoba menghapus akun Tokopedia untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Ternyata benar, tak ada fitur untuk menghapus akun di toko daring itu.

Customer service lantas menjelaskan fitur penutupan akun memang tidak tersedia di Tokopedia.

Pihak Tokopedia malah balik menanyakan alasan penutupan akun, disertai penegasan komitmen Tokopedia dalam menjaga data pengguna.

Setelah percakapan keenam, customer service Tokopedia menghubungi kumparan melalui sambungan telepon dan mengajukan dua opsi bila tak lagi ingin menggunakan layanan Tokopedia: akun dan data yang ada silakan diabaikan, atau permintaan akan lebih dulu dipertimbangkan oleh tim investigasi.

Menurut customer service tersebut, pihak Tokopedia yang nanti berwenang memutuskan apakah suatu akun bisa ditutup atau tidak.

Padahal, hak pengguna untuk menghapus keseluruhan data diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

Suhanto, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, mengatakan aturan rinci soal itu tertuang pada ayat 3 Pasal 59 PP PMSE yang berbunyi, “Dalam hal pemilik data pribadi menyatakan keluar, berhenti berlangganan atau berhenti menggunakan jasa dan sarana PMSE, maka pemilik data pribadi berhak meminta Pelaku Usaha untuk menghapus seluruh data pribadi yang bersangkutan.”

Perihal aturan penghapusan data, menurut Suhanto, juga tercantum dalam Pasal 25 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika 20/2016 yang mengatur tentang pemusnahan data pribadi, baik sebagian maupun keseluruhan.

Hak pengguna meminta pemusnahan data pribadi juga kembali ditegaskan pada Pasal 26 butir e, yang menyebut “Pemilik Data Pribadi berhak: meminta memusnahkan Data Perseorangan Tertentu miliknya dalam Sistem Elektronik yang dikelola oleh Penyelenggara Sistem Elektronik, kecuali ditentukan lain oleh ketentuan peraturan perundang-undangan.”

https://kumparan.com/kumparannews/regulasi-tokopedia-larang-pengguna-hapus-akun-langgar-hak-data-pribadi-1tNCp40Q9au

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.
Dengan 100 tanda tangan, petisi ini akan lebih mungkin ditampilkan di halaman rekomendasi!