Petition Closed
Petitioning Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring

Tifatul Sembiring, Beri Alokasi Frekuensi Yang Adil Bagi Penyiaran Komunitas

Sejak tahun 2005 sampai sekarang tahun 2013, lebih dari 600 radio komunitas terbengkalai proses perizinan-nya di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Salah satu alasan yang sering dikemukakan oleh pejabat birokrasi di Kominfo adalah alasan teknis tidak tersedia-nya alokasi frekuensi untuk penyiaran komunitas terutama untuk teve komunitas.

Kominfo pernah mengeluarkan Keputusan Menteri (KM) no. 15 tahun 2003 tentang Master Plan Frekuensi FM yang sampai 2010 sudah mengalami 2 kali perubahan.

Keputusan Menteri tersebut meng-anak-tirikan kedudukan penyiaran komunitas dengan hanya diberi alokasi frekuensi FM tidak lebih dari 1% dari alokasi frekuensi FM yang ada. dari 204 kanal yang tersedia penyiaran komunitas di alokasikan hanya 3 kanal paling akhir dan ujung yang berbatasan dengan frekuensi penerbangan yakni 107,7;109,8; dan 107,9 alokasi ini pun yang di sediakan praktik lapangan-nya banyak digunakan oleh lembaga penyiaran yang didirikan oleh pemerintah daerah atau lembaga negara lain seperti kepolisian.

Ketersediaan alokasi frekuensi yang adil dan setara untuk penyiaran komunitas penting karena akan menjamin tumbuh dan berkembangnya penyiaran komunitas dalam sistem penyiaran Indonesia.

Letter to
Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring
Berikan alokasi frekuensi yang adil dan setara untuk penyiaran komunitas

Sejak tahun 2005 sampai sekarang tahun 2013, lebih dari 600 radio komunitas terbengkalai proses perizinan-nya di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

Salah satu alasan yang sering dikemukakan oleh pejabat birokrasi di Kominfo adalah alasan teknis tidak tersedia-nya alokasi frekuensi untuk penyiaran komunitas terutama untuk teve komunitas.

Kominfo pernah mengeluarkan Keputusan Menteri (KM) no. 15 tahun 2003 tentang Master Plan Frekuensi FM yang sampai 2010 sudah mengalami 2 kali perubahan.

Keputusan Menteri tersebut meng-anak-tirikan kedudukan penyiaran komunitas dengan hanya diberi alokasi frekuensi FM tidak lebih dari 1% dari alokasi frekuensi FM yang ada. dari 204 kanal yang tersedia penyiaran komunitas di alokasikan hanya 3 kanal paling akhir dan ujung yang berbatasan dengan frekuensi penerbangan yakni 107,7;109,8; dan 107,9 alokasi ini pun yang di sediakan praktik lapangan-nya banyak digunakan oleh lembaga penyiaran yang didirikan oleh pemerintah daerah atau lembaga negara lain seperti kepolisian.

Ketersediaan alokasi frekuensi yang adil dan setara untuk penyiaran komunitas penting karena akan menjamin tumbuh dan berkembangnya penyiaran komunitas dalam sistem penyiaran Indonesia.