Gugat Suu Kyi..Save Rohingya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Ketika terintimidasi dan dikucilkan dari dunia oleh rezim militer yang berkuasa di Burma,  saya adalah salah satu pendukung setia dari Aung San Suu Kyi.  Bagi saya semangat egaliter dan perjuangan menegakkan demokrasi yang di pelopori Suu Kyi adalah kerja nyata kemanusiaan.  Rakyat Burma berhak hidup damai,  bebas menentukan pilihan,  berkumpul dan berpendapat serta menikmati hak sebagai warga negara tanpa kecuali. 

Empati saya makin bertambah karena Suu Kyi adalah tokoh perempuan yang konsisten berjuang,  hidup sederhana dan selalu rela mati demi rakyatnya.. Karena itu menjadi sebuah kebanggan ketika Suu Kyi di akui dunia sebagai salah satu tokoh demokrasi.  

Bahagia rasanya melihat Suu Kyi yang puluhan tahun dijegal akhirnya menang pemilu dan jadi tokoh utama di panggung politik Myanmar. 

Namun berita pembantaian tanpa jeda oleh rezim penguasa di Myanmar sejak empat tahun terakhir kepada etnis Muslim Rohingya di Rhakine State mengubah persepsi dan kekaguman saya terhadap Suu Kyi.  Kenapa?  Sebagai tokoh paling berkuasa dan pemenang hadiah Nobel Perdamaian,  Suu Kyi sama sekali tidak bersikap terhadap genocida muslim Rohingya.  Padahal prinsip dasar yang penting dari demokrasi adalah kesetaraan dan kebebasan hidup sesuai keyakinan,  sesuatu yang di tahun 2012 jadi indikator utama Suu Kyi meraih nobel karena konsisten memperjuangkannya. 

Agar semangat dan kontribusi besar penghargaan Nobel untuk kemanusiaan ini tetap terjaga,  sangat harus,  penghargaan Nobel untuk Suu Kyi dicabut.. Dunia seharusnya bersikap adil terhadap masa depan muslim Rohingya yang terusir dari tanah kelahirannya. Sungguh sebuah kejahatan kemanusiaan yang sangat besar jika membiarkan tragedi pembantaian 3000 muslim Rohingya pada 25-27 Agustus 2017 terulang dan berlanjut.  18.445 muslim Rohingya yang terusir sebagaimana laporan Organisasi Migrasi Internasional berhak pulang dan hidup nyaman di tanah kelahiran mereka. 



Hari ini: Asghar mengandalkanmu

Asghar Saleh II membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "The Norwegian Nobel Committe 2016: Gugat Suu Kyi..Save Rohingya". Bergabunglah dengan Asghar dan 12 pendukung lainnya hari ini.