Kemenangan

Transparansi Alokasi Dana Fasilitas dan Pengembalian Dana Semester Genap [TERJAWAB]

Petisi ini membuat perubahan dengan 145 pendukung!


[UPDATE: PERTANYAAN SUDAH DIJAWAB OLEH BAPAK ANDREY DAN AKAN DIRILIS OLEH DKBM UMN]

Narahubung baru saja dihubungi oleh Kaprodi DKV, Bapak Mohammad Rizaldi, untuk berbincang mengenai petisi ini. Dalam percakapan lewat telepon WhatsApp, Bapak Rizaldi menyayangkan penggunaan ruang publik sebagai media berpendapat dalam konteks apabila tersedia ruang secara internal. Besar harapan beliau, pertanyaan selanjutnya disampaikan secara struktural melalui organisasi-organisasi formal kampus. Melalui pesan singkat, Bapak Rizaldi menyatakan bahwa Universitas melalui Bapak Andrey sudah memberi jawaban kepada Koordinator Media dan Komunikasi DKBM Universitas Multimedia Nusantara (tercatat sebagai Lathifah Nisrina dalam dkbm.umn.ac.id) terkait dengan pertanyaan yg kurang lebih sama dengan pertanyaan yang tertera dalam petisi ini. Sejauh ini, narahubung sedang menanyakan perwakilan DKBM atas nama Jessica Chandani mengenai tenggat waktu perilisan jawaban.

[ISI PETISI DENGAN NAMA LENGKAP DAN EMAIL STUDENT]

Virus Covid-19 telah berdampak pada pelaksanaan perkuliahan universitas di Jabodetabek sejak kurang lebih tiga minggu lalu. Hal ini turut terjadi pada Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Berdasarkan SK Rektor nomor 075/SK-R/III/2020, UMN menetapkan bahwa pelaksanaan UTS dan perkuliahan semester genap 2019/2020 akan dilakukan secara sinkron (live online video conference) sementara melalui aplikasi third-party Zoom. Namun, karena keadaan yang tidak terlihat membaik, UMN mengambil antisipasi untuk melaksanakan perkuliahan semester genap secara online sampai akhir semester genap. Hal ini dikomunikasikan melalui Surat Edaran Rektor Universitas Multimedia Nusantara No. 080/R/III/2020.

Secara fasilitas pendukung, UMN telah menyampaikan beberapa fasilitas yang bisa digunakan oleh mahasiswa melalui email, antara lain:

1. Platform Microsoft Team yang bisa digunakan untuk kerja kelompok dan berkoordinasi lewat video call. Fasilitas ini merupakan hasil kerjasama antara Microsoft dengan Telkomsel, Indosat, dan XL, sehingga pengguna penyedia layanan komunikasi tersebut dapat mengakses Microsoft Team secara gratis.
2. Akses gratis elearning.umn.ac.id bagi pengguna Telkomsel dan Indosat.

Namun, ada beberapa hal yang ditemukan menjadi kendala dalam pelaksanaan kuliah online:

1. Mahasiswa membutuhkan akses internet di tempat tinggal. Dalam hal ini, mahasiswa harus membayar biaya langganan layanan internet.
2. Mahasiswa membutuhkan gawai untuk mengakses perkuliahan online. Dalam hal ini, mahasiswa harus menambah pengeluaran untuk biaya listrik
3. Perkuliahan wajib dilaksanakan melalui Zoom, sementara akses gratis hanya diberlakukan untuk portal elearning.umn.ac.id. Sementara, durasi perkuliahan yang dilakukan melalui video call dapat mencapai 24 jam dalam satu minggu. Berdasarkan media WhistleOut, penggunaan data Zoom untuk group call mencapai 1.35 GB untuk satu jam percakapan. Jika satu orang mahasiswa memiliki 24 SKS, maka mahasiswa tersebut harus menyiapkan kuota internet untuk 168 jam pertemuan yang setara dengan 226.8 GB.

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan selama masa kuliah online berlangsung dengan infrastruktur belajar yang disediakan sendiri oleh mahasiswa, bukan menggunakan fasilitas yang telah disediakan oleh pihak UMN. Sehingga, pertanyaan lanjutan yang tepat untuk diajukan adalah bagaimana pengelolaan alokasi dana untuk fasilitas yang telah mahasiswa bayarkan pada awal semester melalui biaya tetap semester dan biaya SKS?

Dengan pertimbangan dalam 7 (tujuh) minggu sisa pertemuan mahasiswa tidak menggunakan fasilitas in-campus seperti fasilitas kelas (laboratorium/non-laboratorium), listrik, internet, dan sebagainya, maka:

1. Mahasiswa ingin meminta transparansi alokasi dana fasilitas yang digunakan untuk menunjang kuliah online mahasiswa yang dijabarkan secara rata-rata perorangan di setiap fakultas, mengingat setiap fakultas memiliki biaya tetap semester dan biaya SKS yang berbeda.
2. Mahasiswa ingin mengajukan pengembalian dana oleh pihak UMN berdasarkan penggunaan fasilitas yang tidak digunakan secara maksimal dari total biaya tetap semester dan biaya SKS perkuliahan semester genap 2019/2020 yang dibayar secara penuh, untuk dialokasikan sebagai biaya yang digunakan mahasiswa dalam kuliah online. Hal ini merujuk pada Surat Edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 36962/MPK.A/HK/2020 tertanggal 17 Maret 2020 tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang mengimbau agar penghematan biaya operasional penyelenggaraan pendidikan yang diperoleh selama dilakukan pembelajaran dari rumah (study from home), dapat digunakan untuk membantu mahasiswa, seperti subsidi pulsa koneksi pembelajaran daring, bantuan logistik dan kesehatan bagi yang membutuhkan. (https://tirto.id/se-dikti-masa-belajar-diperpanjang-1-sementer-akibat-corona-eKqH)

Mahasiswa percaya UMN punya komitmen untuk menjalankan transparansi keuangan dengan menjunjung asas proporsionalitas. Jika diperlukan, kami siap diajak berdiskusi untuk menemukan jalan tengah berupa besaran uang yang semestinya dikembalikan oleh kampus, sesuai dengan pemakaian fasilitas penuh yang telah berjalan selama setengah semester. Petisi ini akan digunakan sebagai alat monitor agar pihak Dewan Keluarga Besar Mahasiswa UMN dapat melihat jumlah penandatangan petisi secara real-time. Pihak UMN diharapkan dapat merespon pengajuan ini dengan baik.

Salam,

Akhira Nabilla

Ashima Tabita

Sharon Cyrilla

Tricia Wibisana

Narahubung: akhira.nabilla@student.umn.ac.id | +62 858 1703 1640



Hari ini: Akhira mengandalkanmu

Akhira Nabilla membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "[TERJAWAB] Rektor Universitas Multimedia Nusantara: Pengajuan Transparansi Alokasi Dana Fasilitas dan Pengembalian Dana Semester Genap 2019/2020". Bergabunglah dengan Akhira dan 144 pendukung lainnya hari ini.