Jaringan Telkomsel cerminan ketidakadilan bagi pelanggan di Kerinci & Sungai Penuh.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Aklamasi Telkomsel sebagai provider internet terbaik dengan kualitas jaringan yang cepat sepertinya tak berlaku di kabupaten Kerinci & Kota Sungai Penuh. Dalam bulan ini saja, Juli 2020, sudah 3 kali jaringan internet Telkomsel di sini mengalami down parah hingga pada tingkatan tidak bisa digunakan untuk mengakses situs maupun media komunikasi apapun. Dan sekali jaringan tersebut down, dapat berlangsung hingga 3-4 hari. Padahal rata-rata masyarakat di sini menghabiskan +- 150-200 ribu untuk membeli paket internet, sebagaimana juga harga yang harus dibayarkan oleh masyarakat kota lainnya yang dapat mengakses layanan internet tanpa kendala.

Faktor alam selalu dijadikan alasan klasik untuk dikambinghitamkan terhadap permasalahan jaringan yang terjadi, mulai dari longsor yang memutus kabel hingga angin kencang yang mengaburkan sambungan sinyal (alasan yang tidak masuk akal bagi kami masyarakat awam ketika kami harus membayar dengan harga yang tidak murah secara reguler setiap bulannya). 

Internet merupakan elemen esensial, tidak hanya untuk masyarakat urban, namun juga bagi kami yang hidup di sudut terpencil di Indonesia. Seluruh aspek kehidupan, mulai dari komunikasi sosial, pendidikan, dan perkantoran, terutama di masa pandemi ini menjadikan internet sebagai kanal interaktif. Dan ini tidak didapat secara gratis, kami masyarakat Kabupaten Kerinci-Sungai Penuh (yang notabenenya bukan bagian dari masyarakat affluent dan upper class layakanya masyarakat kota besar yang super kaya) telah membayar untuk layanan tersebut. Tapi bisa pihak Telkomsel bayangkan, bagaimana orang tua di sini yang harus menghabiskan 1/5 dari penghasilan bulanannya untuk layanan internet agar anaknya dapat mengikuti pelajaran harus menemui fakta bahwa jaringan yang tersedia mentok pada kualitas EDGE, yang tentu saja tidak bisa diandalkan untuk kegiatan pembelajaran dan transfer data. 

Kami masyarakat biasa dan pelanggan setiamu di salah satu sudut Negeri ini tidak menuntut banyak, hanya butuh jawaban dan keadilan dari Telkomsel, bagaimana bisa kami yang telah membayar dengan harga yang sama (layaknya masyarakat kota besar yang dapat mengakses fasilitas jaringan internet tanpa kendala), diperlakukan secara buruk dan berbeda.