Pemberantasan Pukat Trawl di Laut Pantai Barat Sumatera

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Permen KP no. 71 tahun 2016 menjadi jawaban kesejahteraan bagi masyarakat nelayan tradisional di seluruh Indonesia. Pemberantasan alat - alat tangkap bersifat merusak seperti pukat trawl dilakukan sehingga memberikan dampak sangat positif terhadap perkembangan ekosistem laut.

Terjaganya ekosistem laut memberikan nafas segar bagi setiap nelayan, ikan melimpah dilautan, hasil tangkap nelayan pun ikut melimpah. Semua Nelayan bersyukur karena penghasilan sangat signifikan meningkat.

Di awali tahun 2018, ekosistem laut kembali menurun akibat peraturan menteri no 71 tahun 2016 dikangkangi oleh mafia - mafia perikanan asal Sibolga dan Tapanuli Tengah, pukat trawl kembali beroperasi. Ekosistem laut kembali dirusak mengakibatkan keberadaan ikan kembali menurun di laut pantai barat sumatera.

Hasil tangkap nelayan jauh menurun, alat tangkap nelayan kecil pun ikut dirusak oleh kapal - kapal pukat trawl seperti rumah ikan yang dibangun oleh Nelayan Pancing, Bagan Apung, waring kepiting, waring ikan kembung perangkap ikan (luka) dan lainnya. nelayan kecil kembali meradang mamanggung kerugian akibat tindaka kapal - kapal pukat trawl.

Telah beberapa kali nelayan kecil melakukan pelaporan kepada pihak - pihak terkait seperti PDSKP Sibolga, TNL AL Sibolga dan Polair Sibolga tetapi persoalan tersebut tidak pernah ditanggapi serius oleh pihak - pihak tersebut. kapal - kapal pukat trawl tetap dibiarkan beroperasi hingga hari ini.