Petisi ditutup

Surat terbuka kepada presiden dan aparat untuk meredam isu SARA.

Petisi ini mencapai 469 pendukung


Mohon perhatian Presiden dan Kapolri secara khusus.

Berkenaan dg isu Syiah dan SARA lainnya, tokoh-tokoh yang berkeliling Indonesia utk menyebar agenda SARA tsb adlh org yg sama, itu-itu juga. Padahal Jika memang ada oknum yg dituduh Syi'ah yg ditengarai sbg ancaman bagi NKRI seharusnya dilaporkan ke instansi yang berwenang untuk diproses lebih lanjut. Bukannya disebarluaskan di ceramah umum di hadapan khalayak rakyat awam sehingga potensial menimbulkan kerawanan sosial.

Kesalahan berikutnya adalah menggunakan istilah generalisasi, Syi'ah adlh mazhab Islam terbesar kedua dg jumlah 200 juta org di dunia. Sama salahnya dgn menyatakan Sunni berbahaya atau ancaman bagi NKRI karena ada kelompok ISIS yg mengaku Sunni melakukan teror dan ancaman.

Lagipula Syi'ah di Indonesia hanya sekitar 1%, seharusnya lembaga (negeri asing), yg merupakan sponsor kegiatan tsb, lebih mengkhawatirkan Saudi Arabia yg jumlah Syiah nya sekitar 15% dan negara Arab lainnya. Di negara Arab secara keseluruhan jumlah Syi'ah fifti-fifti dgn Sunni. Jumlah Sunni terbesar di dunia ada di Indonesia, Pakistan dan negara2 non Arab lainnya.

Agama dan hukum mengatur kita untuk saling menghormati masing2 keyakinan. Setiap kejahatan individual hendaknya dilokalisir bukan digeneralisir. Agama dan hukum juga melarang kita menyebarkan info yg berpotensi menimbulkan kerawanan sosial berupa berita keamanan yg dapat menimbulkan ketakutan. Dalam Islam ada tuntunan: وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pihak yg berwenang) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).(4:83)

Saat ini ada upaya membenturkan antar kelompok masyarakat dari aspek agama mazhab dan suku bangsa. Pemerintah harus proaktif sebelum api kecil menjadi api besar. Kasus Tolikara dll, kasus Sampang, kasus Ahmadiyah, dari segi agama, begitu pula kasus2 lainnya tidak boleh dibiarkan berlarut-larut menjadi isu yg menggerogoti modal sosial perekat bangsa.

Sebaiknya pak Presiden Joko Widodo menugaskan pak Wapres Jusuf Kalla, yang memiliki pengalaman dalam sejumlah upaya damai nasional, untuk segera menuntaskannya. Atau membentuk tim rekonsiliasi. Pihak2 terkait harus dipertemukan dan dimediasi.

SE Kapolri 6 Oktober 2015 sebenarnya normatif yg seharusnya sudah diterapkan dari sejak dulu. Khaos dan anarkhi akibat SARA akan sangat mahal harganya. Semua pencapaian bangsa puluhan tahun akan sirna dlm waktu singkat.

Semua pihak yg punya kemampuan hendaknya turun tangan. Kita semua berada di atas kapal yang sama. Tidak tegak kebatilan dan kezaliman kecuali karena ketidakpedulian dan kelengahan orang2 yg baik dan benar. Petisi ini lahir dari keprihatinan akan keutuhan NKRI dan Bhinneka Tungga Ika.

Semoga Tuhan Yang Kuasa memperbaiki urusan yang rusak di antara anak bangsa dan mewujudkan kedamaian sebagai syarat untuk membangun negeri.

Hormat kami, Agus Abubakar Arsal



Hari ini: Mohammed Ali mengandalkanmu

Mohammed Ali Yusuf membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Surat terbuka kepada presiden dan aparat untuk meredam isu SARA.". Bergabunglah dengan Mohammed Ali dan 468 pendukung lainnya hari ini.