Summarecon! Warga Prima Harapan Reg. Bekasi Terdampak akibat Pembangunan Cluster Burgundy

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Di era tahun 90 an mulai marak pembangunan perumahan yang menyisir daerah penyangga Ibukota mulai dari Tangerang, Depok hingga Bekasi.

Nun jauh dari kota terbentang Bekasi Utara yang masih masuk ke dalam wilayah kota Bekasi, disanalah disekitar tahun 1995 Perumahan Prima Harapan Regency berdir Perumahan yang terdiri atas beberapa Blok dari mulai A hingga D, dimana beberapa Blok A seperti A1, A2, A3 dan A4 serta Blok C bersebelahan dengan lahan sawah produktif yang membuat suasana begitu asri dan tenang.

Namun ketenangan tersebut mulai berkurang, setelah lahan tersebut dibeli oleh Pengembang dari Summarecon yang memang akan mengembangkan Bekasi Utara sebagai Smart City dengan segala fasilitasnya.

Pengembang terus melakukan pembangunan sesuai dengan rencana dan master plan mereka, termasuk pembangunan cluster Burgundy di lahan yang seperti kami sampaikan diatas berbatasan dengan Perumahan Prima Harapan Regency.

Kami tidak anti terhadap pembangunan tersebut, karena ada sisi positif yang kami nikmati selain sisi negatifnya. Mulai dengan pembersihan lahan dengan menggunakan bulldozer siang dan malam, Hilir mudik Truk Tanah tanpa mengingat waktu bekerja hampir 24 jam. Kebisingan, Getaran, Debu dan Suara mesin meraung tiap waktu. Kami tetap diam bersabar atas dampak yang kami terima ini dan berharap siapapun yang bertanggung jawab atas kegiatan ini mau membantu mengingatkan pihak Pengembang untuk tidak abai terhadap hak kami mendapat ketenangan. Namun semua itu sia - sia dan sirna, karena memang mungkin tidak tahu, mungkin tidak mengerti atau bahkan mungkin tidak perduli.

Kamipun warga terdampak mulai melakukan pendekatan untuk meminta perhatian dari pengembang karena dampak kerusakan yang kami alami semakin parah. Bukan hanya gangguan diatas, tapi kerusakan fisik akibat pembangunan tersebut mulai terlihat. Tembok mulai retak, permukaan tanah turun hingga lantai terbelah, Plafon rumah runtuh dan masih banyak lagi.

Secara proaktif kami melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan harapan baru untuk dipertemukan dengan pihak pengembang.

Demikian pula melalui media kami mencoba mencari cara agar ditanggapi pengembang, spt media online :

https://garudanews.id/rumah-warga-rusak-diduga-akibat-pembangunan-cluster-burgundi-summarecon/

http://www.bekasisatu.com/daerah/warga-kesal-rumahnya-retak-gegara-cluster-summarecon/

https://telusur.co.id/2019/06/pembangunan-cluster-burgundi-summarecon-akibatkan-kerusakan-rumah-warga/

Bahkan dengan Pak Wakil Walikota pun kami telah sampaikan permasalahan ini.

Dan masih banyak tindakan yang kami lakukan dengan cara baik dan santun.

Namun apadaya perhatian dan tanggapan dari pihak pengembang minim sekali, yang mereka lakukan mengirimkan orang yang mengatasnamakan summarecon mendatangi warga door to door dan menawarkan kompensasi 1-3 jt.

Bisa dibayangkan dengan dampak yg di timbulkan serta tingkat kerusakan yang dialami hanya diberi kompensasi sebesar itu.

Maka dengan Petisi ini, kami terdampak ingin di perhatikan, di hargai dan diperlakukan sepantas dan sewajarnya.

Kami tidak ingin melakukan Demo jika Petisi ini bisa membuat Pengembang maupun Pihak-Pihak terkait Pemkot, Pemprov serta jajarannya mau memperhatikan tuntutan kami.

Bantu kami menandatangani dan menyebarkan Petisi ini, agar suara kami di dengar..