Stop Pelecehan Seksual di Taksi Online

Stop Pelecehan Seksual di Taksi Online

Dimulai
12 Oktober 2022
Tanda tangan: 104Tujuan Berikutnya: 200
Dukung sekarang

Alasan pentingnya petisi ini

Dimulai oleh Alvita Saffa

Stop Kasus Pelecehan Seksual Pada Taksi Online, Korban Sangat Trauma

Pada kenyataannya banyak terjadi bentuk pelanggaran kejahatan seperti tindak pidana pelecehan seksual yang sering terjadi pada saat ini. Pada awal tahun 2022 tercatat 15 kasus mengenai pelecehan seksual yang terjadi di taksi online. Banyak masyarakat yang tidak memiliki keberanian untuk speak up dan bicara bahwa ia pernah menjadi korban pelecehan seksual yang terjadi di taksi online.

Berbeda dengan kasus driver taxi online yang melakukan pelecehan seksual terhadap penumpangnya dengan melakukan hal tak senonoh dan melecehkan penumpang yang viral di media sosial. Sopir taksi online inisial NM di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap penumpang wanita. Video singkat yang di rekam oleh korban, tampak ada dua orang yang berada di dalam mobil itu. Terlihat seorang pria yang sedang mengendarai mobil berada di kursi depan. Sementara ada wanita yang duduk di kursi belakang. Selanjutnya pelaku NM lalu memulai aksinya.

Ngerinya, terekam secara jelas dalam video yang diunggahnya dan terlihat tangan si pengemudi mencoba memegang paha penumpang wanita yang duduk di kursi tengah mobil dengan setelan bawahan rok mini berwarna merah jambu. Walau penumpang wanita itu menepis beberapa kali tangan si pengemudi yang diprediksi berumur setengah baya itu tetap tak malunya, berusaha menyentuh kaki dan memegang tangan penumpangnya.

Seiring aplikasi transportasi online digandrungi masyarakat Indonesia, kasus-kasus pelecehan seksual dalam moda transportasi itu pun ikut meluas. Jumlah kasus yang terus bertambah ini tentunya, menandakan adanya permasalahan yang cukup serius. Modus Kejadian Tindakan Asusila merupakan unsur kesengajaan serta keinginan pribadi untuk mencapai keinginan nafsu pelaku. Modusnya dengan menjadi supir taxi online untuk dan membujuk para pelaku agar tindakan asusilanya terjalankan dengan baik.

Permenhub No. 118 tahun 2018, tepatnya dalam Pasal 32 ayat 2, telah menjelaskan bahwa penyedia taksi online wajib menyediakan perlindungan terhadap penumpang. Perlindungan itu meliputi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, layanan pengaduan dan penyelesaian permasalahan penumpang.

Ketika seseorang mengalami kekerasan atau pelecehan secara seksual secara fisik maupun psikologis, maka kejadian tersebut dapat menimbulkan suatu trauma yang sangat mendalam dalam diri seseorang tersebut terutama pada anak-anak dan remaja. Kejadian traumatis tersebut dapat mengakibatkan gangguan secara mental, yaitu PTSD. Tingkatan gangguan stress pasca trauma berbeda-beda tergantung seberapa parah kejadian tersebut mem -pengaruhi kondisi psikologis dari korban.

Untuk menyembuhkan gangguan stress pasca trauma pada korban kekerasan atau pelecehan seksual diperlukan bantuan baik secara medis maupun psikologis, agar korban tidak merasa tertekan lagi dan bisa hidup secara normal kembali seperti sebelum kejadian trauma. Serta pendampingan itu sendiri juga harus dengan metode -metode yang benar sehingga dalam menjalani penyembuhan atau terapi korban tidak mengalami tekanan-tekanan baru yang diakibatkan dari proses pendampingan itu sendiri.

Tolong jangan tenangkan kejahatan ini dengan kebisuan atau sekadar pengaturan, mari kita #gerakbersama dan menunjukkan kepedulian.
Ayo #gerakbersama
Untuk masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan kendaraan umum yang mana lebih memperhatikan tingkat prosedur perusahaan atas kenyaman penumpang.
Untuk pemerintah agar penegakkan hukum dijalankan sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan guna memperkecil tingkat kesusilaan di masyarakat. Kemudian diharapkan upaya penanggulangan tersebut dapat diterapkan oleh perusahaan penyedia jasa taxi online guna menjaga kenyamanan penumpang dalam melakukan aktifitasnya.

 

Dukung sekarang
Tanda tangan: 104Tujuan Berikutnya: 200
Dukung sekarang