Petition Closed

"Loh, bukannya Kalimantan merupakan penghasil energi..? Kok Sering padam..?"
Itu adalah pertanyaan yang sering dilontarkan mereka yang belum merasakan hidup di Kalimantan.

Kawan - kawan, kita yang hidup di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah "byar pet", coba kita ingat-ingat sudah berapa tahun kita mengalami pemadaman bergilir..? Sampai detik ini, Kalimantan Selatan sebagai Provinsi penghasil Sumber Daya Alam masih sering mengalami pemadaman litrik dengan berbagai alasan.
Karena itu, saya mengajak kawan-kawan untuk ikut menandatangani petisi ini dan sebarkan ke masyarakat luas, tunjukkan kalau masyarakat Kalimantan Selatan sudah muak dianaktirikan..!!
Kita semua muak karena daerah kita hanya dijadikan SAPI PERAH !!!

Berikut saya sertakan petisi dari kawan-kawan FORUM PEDULI BANUA yang pada tanggal 12 Okt 2012 yang lalu sudah menyampaikan PETISI GUGATAN RAKYAT KALIMANTAN, MENGGUGAT PEMENUHAN ENERGI LISTRIK KALIMANTAN SELATAN di depan Istana Merdeka beserta Mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya:

"PETISI GUGATAN RAKYAT KALIMANTAN.
MENGGUGAT PEMENUHAN ENERGI LISTRIK KALIMANTAN SELATAN.
Gugatan Kepada Pemerintah Pusat.
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang bertanda tangan di bawah ini, masyarakat Kalimantan Selatan yang menyatakan gugatan Pemenuhan Energi Listrik Kalimantan Selatan

Lebih dari 73 % produksi batubara di Kalsel dipasok untuk kebutuhan luar negeri, sisanya yaitu 27% hingga 29% digunakan untuk kebutuhan dalam negeri, sebagian besar memasok konsumsi energi dan industri di Jawa, sisanya untuk Sumatera, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Sendiri. Saat ini, setiap hari penduduk dipaksa untuk mengalami giliran mati lampu karena kurangnya pasokan listrik. Pemerintah tidak peduli atas pemenuhan kebutuhan energi listrik Kalsel, mereka lebih memilih
memenuhi kebutuhan asing dan Pulau Jawa.
Saat ini dari 1990 desa di Kalsel, ada 162 desa yang belum teraliri listrik. Warga yang dibekap gelap ini hanya bisa menyaksikan cahaya benderang dari lubang-lubang tambang yang terus dikeruk selama 24 jam.

Pemenuhan energi listrik bagi masyarakat Kalsel tidak sepadan dengan produksi bahan baku yang dihasilkannya. Pembangunan PLTU Asam-asam ternyata tidak mampu menjawab persoalan krisis energi di banua ini. Belum lagi adanya dugaan korupsi pengadaan pembangkit listrik asam-asam. Oleh sebab itu kami meminta BPK melakukan audit investigatif pembangunan PLTU Asam-Asam.
Tidak optimalnya pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan rakyat,dan buruknya kualitas dan juga kuantitas energi yang di rasakan oleh rakyat Kalimantan Selatan, tidaklah membuat Pemerintah Pusat menyelesaikan krisis listrik Kalsel, tetapi malah terus membiarkan dan menikmati eksploitasi batubara yang menghabiskan isi perut Bumi Kalimantan Selatan. Kondisi ini sangat kontradiktif dengan kondisi di pulau Jawa terutama Jakarta yang terang benderang.

Atas dasar hal tersebut maka kami mendesak Pemerintah Pusat untuk :
Segera memenuhi terpenuhinya kebutuhan energi listrik rakyat Kalsel yang sudah menderita akibat byarpet dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Demikian gugatan ini dibuat dari sebuah keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi masyarakat kalsel yang selalu saja kekurangan energi listrik dan pada posisi yang sangat dirugikan dengan adanya kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang eksploitatif dan jauh dari asas keadilan.
Kami mengajak rakyat Kalsel secara luas untuk bergabung dalam petisi ini,
Hormat Kami,
Forum Peduli Banua"

 

Demikian Petisi ini dibuat agar pengambil keputusan segera bertindak untuk mengatasi masalah yang terus-menerus kita alami di Kalimantan Selatan.

Letter to
Presiden RI, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, PT.PLN
"Loh, bukannya Kalimantan merupakan penghasil energi..? Kok Sering padam..?"
Itu adalah pertanyaan yang sering dilontarkan mereka yang belum merasakan hidup di Kalimantan.

Kawan - kawan, kita yang hidup di Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah "byar pet", coba kita ingat-ingat sudah berapa tahun kita mengalami pemadaman bergilir..? Sampai detik ini, Kalimantan Selatan sebagai Provinsi penghasil Sumber Daya Alam masih sering mengalami pemadaman litrik dengan berbagai alasan.
Karena itu, saya mengajak kawan-kawan untuk ikut menandatangani petisi ini dan sebarkan ke masyarakat luas, tunjukkan kalau masyarakat Kalimantan Selatan sudah muak dianaktirikan..!!
Kita semua muak karena daerah kita hanya dijadikan SAPI PERAH !!!

Berikut saya sertakan petisi dari kawan-kawan FORUM PEDULI BANUA yang pada tanggal 12 Okt 2012 yang lalu sudah menyampaikan PETISI GUGATAN RAKYAT KALIMANTAN, MENGGUGAT PEMENUHAN ENERGI LISTRIK KALIMANTAN SELATAN di depan Istana Merdeka beserta Mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya:

"PETISI GUGATAN RAKYAT KALIMANTAN.
MENGGUGAT PEMENUHAN ENERGI LISTRIK KALIMANTAN SELATAN.
Gugatan Kepada Pemerintah Pusat.
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang bertanda tangan di bawah ini, masyarakat Kalimantan Selatan yang menyatakan gugatan Pemenuhan Energi Listrik Kalimantan Selatan

Lebih dari 73 % produksi batubara di Kalsel dipasok untuk kebutuhan luar negeri, sisanya yaitu 27% hingga 29% digunakan untuk kebutuhan dalam negeri, sebagian besar memasok konsumsi energi dan industri di Jawa, sisanya untuk Sumatera, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Sendiri. Saat ini, setiap hari penduduk dipaksa untuk mengalami giliran mati lampu karena kurangnya pasokan listrik. Pemerintah tidak peduli atas pemenuhan kebutuhan energi listrik Kalsel, mereka lebih memilih
memenuhi kebutuhan asing dan Pulau Jawa.
Saat ini dari 1990 desa di Kalsel, ada 162 desa yang belum teraliri listrik. Warga yang dibekap gelap ini hanya bisa menyaksikan cahaya benderang dari lubang-lubang tambang yang terus dikeruk selama 24 jam.

Pemenuhan energi listrik bagi masyarakat Kalsel tidak sepadan dengan produksi bahan baku yang dihasilkannya. Pembangunan PLTU Asam-asam ternyata tidak mampu menjawab persoalan krisis energi di banua ini. Belum lagi adanya dugaan korupsi pengadaan pembangkit listrik asam-asam. Oleh sebab itu kami meminta BPK melakukan audit investigatif pembangunan PLTU Asam-Asam.
Tidak optimalnya pasokan energi untuk memenuhi kebutuhan rakyat,dan buruknya kualitas dan juga kuantitas energi yang di rasakan oleh rakyat Kalimantan Selatan, tidaklah membuat Pemerintah Pusat menyelesaikan krisis listrik Kalsel, tetapi malah terus membiarkan dan menikmati eksploitasi batubara yang menghabiskan isi perut Bumi Kalimantan Selatan. Kondisi ini sangat kontradiktif dengan kondisi di pulau Jawa terutama Jakarta yang terang benderang.

Atas dasar hal tersebut maka kami mendesak Pemerintah Pusat untuk :
Segera memenuhi terpenuhinya kebutuhan energi listrik rakyat Kalsel yang sudah menderita akibat byarpet dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Demikian gugatan ini dibuat dari sebuah keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi masyarakat kalsel yang selalu saja kekurangan energi listrik dan pada posisi yang sangat dirugikan dengan adanya kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang eksploitatif dan jauh dari asas keadilan.
Kami mengajak rakyat Kalsel secara luas untuk bergabung dalam petisi ini,
Hormat Kami,
Forum Peduli Banua"

Demikian Petisi ini dibuat agar pengambil keputusan segera bertindak untuk mengatasi masalah yang terus-menerus kita alami di Kalimantan Selatan.