STOP EKSPLOITASI JAMAAH UMROH

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


STOP EKSPLOITASI JAMAAH UMRAH

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kepada Yang Terhormat

Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo

Menteri Agama Republik Indonesia Bapak Lukman Hakim Saifudin

Ketua Komisi VIII DPR RI Bapak Ali Taher Parasong

Ketua Ombudsman Republik Indonesia Bapak Amzulian Rifai

Ketua Dewan Komisioner OJK Bapak Wimboh Santoso

Ketua Umum Asphurindo Bapak Syam Resfiandi

 

Daftar tungggu ibadah haji yang lama, membuat muslim Indonesia memilih untuk menunaikan ibadah umroh terlebih dahulu. Tingginya kebutuhan jasa penyelenggara perjalanan ibadah umrah, seringkali dimanfaatkan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umroh yang tidak bertanggungjawab. Jumlah penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang terindikasi melakukan penipuan terhadap jamaahnya terbilang tidak sedikit.

 

Sebagai contoh ada First travel, Hanien Tour, PT SBL dan Abu Tours. Hampir semua penyelenggara perjalanan ibadah umrah tersebut mempunyai jumlah jamaah yang besar. Korban First Travel sebanyak 58.682 jamaah, Korban Hanien Tours sebanyak 1.800 jamaah, Korban PT SBL sebanyak 12.000an jamaah dan abu tour belum memberangkatkan 70.000an jamaahnya, menurut Agus Camma, Direktur operasional Abu Tours ( detiknews 22 Februari 2018 ). Minimnya perlindungan jamaah umrah membuat penyelenggara perjalanan ibadah umrah leluasa menjadikan jamaahnya sebagai objek eksploitasi .

Sebagai contoh kasus terakhir yang menimpa jamaah Abu Tours. Abu Tours yang telah gagal memberangkatkan jamaahnya sesuai jadwal yang disepakati pada saat jamaah melakukan pendaftaran, malah mengeluarkan maklumat pada tanggal 9 Februari 2018 yang mengintruksikan jamaah untuk memilih opsi yang ditawarkan jika ingin diberangkatkan.

Adapun opsi yang ditawarkan :

OPSI PERTAMA Jamaah menambah biaya paket :
a) Rp 5 juta untuk wilayah A Jakarta
b) Rp 6 juta untuk wilayah B Makassar
c) Rp 7 juta untuk wilayah C Kendari

Dan mengajak 2 jamaah baru ( langsung berangkat dengan jamaah lama ) dengan harga paket Rp 21 juta. Jamaah lama berhak mendapatkan bonus 1 voucher potongan harga paket umroh senilai 5 juta.

OPSI KEDUA Jamaah menambah biaya paket :
a) Rp 9 juta untuk wilayah A Jakarta
b) Rp 10 juta untuk wilayah B Makassar
c) Rp 11 juta untuk wilayah C kendari

Dan mengajak 1 jamaah baru ( langsung berangkat dengan jamaah lama ) dengan harga paket Rp 21 juta. Jamaah lama berhak mendapatkan bonus 1 voucher potongan harga paket umroh senilai 5 juta

OPSI KE TIGA Jika jamaah yang telah mendaftar dan tak mengajak jamaah baru, maka wajib membayar Rp 15 juta dan berhak mendapatkan bonus voucher umrah 3 lembar dengan nilai per voucher  Rp 5 juta.


" Dalam maklumat yang disampaikan langsung oleh CEO Abu Tours, H. Muh Hamzah Mamba dengan didampingi Bapak Aksa Mahmud ( owner Bosowa corporation ) , tidak menyinggung hak-hak jamaah yang tidak mampu mengikuti maklumat tersebut dan jamaah yang menginginkan pengembalian uang ( refund )."

Hingga hari ini, terhitung sudah lebih dari dua minggu pasca dikeluarkan maklumat Abu Tour tersebut, nasib jamaah umroh Abu Tour semakin mengkhawatirkan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebagian besar jamaah sudah mengambil kembali dokumen ( paspor, kartu kuning, surat nikah dan kartu keluarga ) yang sudah diserahkan kepada pihak Abu Tour untuk pengurusan visa. Dan ternyata belum ada proses pengurusan visa, termasuk untuk jamaah yang seharusnya diberangkatkan pada bulan Januari 2018. Jamaah yang mengajukan refund juga tidak mendapatkan kepastian kapan uangnya bisa dikembalikan. 

Menurut kami, ini merupakan contoh nyata dari eksploitasi terhadap jamaah oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah, karena disini memuat unsur- unsur :


a. Memeras tenaga jamaah untuk menjadi tenaga pemasaran. Jamaah yang sejatinya adalah konsumen yang harusnya mendapatkan pelayanan dari penyelenggara perjalanan ibadah umrah, malah dimanfaatkan untuk mencari konsumen baru.

b. Mengeruk keuangan jamaah. Jamaah yang sudah melunasi pembayaran, malah diminta lagi tambahan biaya yang nilainya tidak masuk akal.


c. Adanya kesengajaan untuk tidak memberikan hak jamaah sesuai dengan kesepakatan pada saat pendaftaran. Misalnya jamaah yang seharusnya diberangkatkan dibulan Januari, sampai hari ini tidak diberangkatkan dengan berbagai macam alasan yang tidak logis.


d. Adanya upaya mempersulit jamaah yang meminta haknya. Jamaah yang mengajukan refund tidak mendapatkan tangggapan yang semestinya.
Adanya indikasi untuk memposisikan jamaah pada pilihan yang sulit sehingga mau tidak mau tunduk pada keputusan pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

e. Jamaah sebagai objek dari perilaku eksploitatif penyelenggara perjalanan ibadah umrah, pastinya sangat dirugikan, baik secara material maupun non material. kerugian yang dirasakan oleh jamaah, diantaranya :


       - Ketidakpastian tentang nasib dana yang sudah disetorkan. Biaya yang sudah dikeluarkan untuk suntik meningitis, jahit seragam, transportasi, syukuran, dll

       - Kehilangan waktu yang sudah digunakan untuk menunggu jadwal pemberangkatan. Banyak jamaah yang sudah mengambil cuti kerja , izin sekolah,  ataupun merubah agenda pribadinya.


         - Tekanan secara mental dan psikologis. Banyak jamaah yang mengalami gangguan emosional karena berulangkali mengalami gagal pemberangkatan. Seperti stres dan perasaan malu karena sudah terlanjur menyampaikan ke handai taulan bahwa akan menjalankan ibadah umroh. Sampai ada jamaah yang akhirnya memilih tidak keluar rumah. 

Dalam semua kasus pelanggaran hak jamaah umrah dan eksploitasi yang dilakukan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah, jamaah selalu dalam posisi yang inferior. Sangat sulit untuk jamaah bisa memperjuangkan hak yang seharusnya didapatnya.

Kalau mengacu pada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 18 Tahun 2015 tentang penyelenggara perjalanan ibadah umrah, calon jamaah umrah setidaknya memiliki ENAM HAK.

Hak tersebut meliputi bimbingan ibadah umrah, transportasi jamaah umrah, akomodasi dan konsumsi, kesehatan jamaah umrah, perlindungan jamaah umrah serta administrasi dan dokumentasi umrah. Kurangnya pemahaman jamaah tentang hak yang seharusnya diperoleh dan tidak adanya pihak ketiga yang benar-benar concern dengan nasib jamaah umroh membuat jamaah sulit mendapatkan haknya. Hampir dalam semua kasus penipuan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah, membuat jamaah kehilangan haknya secara mutlak.


Untuk contoh kasus Abu Tour, sebenarnya jamaah sudah berupaya meminta bantuan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah mulai dari menyampaikan surat pengaduan hingga meminta difasilitasi untuk bisa bernegosiasi dengan managemen Abu Tour. Pengaduan pertama secara tertulis, pertama kali disampaikan pada tanggal 12 Februari 2018 dan setelah itu banyak jamaah yang mendatangi kembali kemenag. Namun sampai hari ini belum ada progress yang signifikan.

Mengingat besarnya dampak negatif dan kerugian yang ditimbulkan dari eksploitasi terhadap jamaah umroh, maka kami berharap semua stakeholder yang terkait dengan penyelenggaraan umrah untuk segera mengambil tindakan nyata, sesuai dengan bidang tanggungjawabnya.

"Kami sebagai rakyat Indonesia yang rentan menjadi korban eksploitasi dan perilaku tidak bertanggungjawab penyelenggara perjalanan ibadah umroh, sangat menggantungkan harapan kepada semua stakeholder Yang Terhormat.".

Besar harapan kami agar semua stakeholder bisa mengambil langkah pencegahan agar seperti ini tidak terulang kembali ke depannya. Dan kami sangat berharap semua stakeholder proaktif mencarikan jalan keluar untuk permasalahan yang menimpa seluruh jamaah umrah yang ada di Indonesia. Rasanya tidak tepat kalau dalam kondisi seperti ini masih ada pihak-pihak yang permisif dengan fenomena eksploitasi terhadap jamaah umrah. Mungkin kasus yang kemarin dan hari ini muncul ke permukaan, hanya menggambarkan adanya fenomena gunung es dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah. 


Berdasarkan fakta yang ditemui dilapangan, tidak sedikit korban penipuan oleh penyelenggara perjalanan ibadah umrah berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka sudah mengorbankan segala sumberdaya yang dimiliki untuk mewujudkankan niatnya menjalankan ibadah umrah, namun akhirnya malah menjadi korban tindakan tidak manusiawi dari penyelenggara perjalanan ibadah umrah.


Mengutip penyataan Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak Lukman Hakim Saifuddin, ‘

"Saya menghimbau travel-travel umrah untuk menjalankan bisnisnya sesuai dengan fungsi dan manfaatnya. Bagaimanapun, masyarakat – masyarakat yang tidak terlalu paham agar dilindungi, bukan malah dijadikan objek penipuan ‘.( sumber : web Ditjen PHU Kemenag RI )"


Kami sangat berharap semua stakeholder BERSINERGI untuk “ STOP EKSPLOITASI JAMAAH UMROH ”.


Jakarta, 25 Februari 2018

Ristiawan

KORBAN  penyelenggara perjalananan ibadah umrah Abu Tours

 

 



Hari ini: Ristiawan mengandalkanmu

Ristiawan Lanang membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "STOP EKSPLOITASI JAMAAH UMROH". Bergabunglah dengan Ristiawan dan 216 pendukung lainnya hari ini.