Tolak Kelas Kategori SMA Negeri 2 Sidoarjo

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


[Sidoarjo, 16 Agustus 2019] Wacana kepala sekolah untuk mengadakan kelas kategori 2019/2020 mendapat banyak protes. Protes ini kebanyakan ditayangkan oleh siswa-siswi SMA kelas XI dan kelas XII sendiri, terutama melalui non media (demo). Awal dari banyaknya protes ini adalah pernyataan dari Bapak Nurseno, sebagai berikut : "Kita akan rencanakan kelas kategori tiap 6 pekan sekali yang dimulai sekitar akhir Agustus nanti, jadi agenda ini bisa menjadi acuan SNMPTN. Siswa tinggal belajar untuk mengejar nilai tertinggi dan bisa sebagai motivasi diri untuk berpacu lebih baik lagi." Menurut beliau, kelas kategori diadakan agar siswa terpacu untuk giat belajar dalam mengejar nilai SNMPTN.

Menurut saya, langkah Bapak Kepala Sekolah ini kurang dipertimbangkan secara matang. Diadakannya kelas kategori pada akhir akhir ini bukannya akan meningkatkan hasil belajar (nilai raport), tetapi justru berpotensi menjatuhkan keduanya. Beberapa alasan saya yaitu :

  1. Berkurangnya Waktu Belajar : Siswa dibingungkan oleh sistem kelas kategori yang diberlakukan dari Bapak Nurseno karena tiap 6 pekan akan ada pergantian kelas kategori. Jadi, siswa selain belajar untuk menghadapi berbagai ujian maupun tryout akan terganggu dengan adanya kelas kategori yang beradaptasi dengan siswa kelas lain yang kita belum mengetahui sifatnya dalam waktu singkat yaitu 6 pekan
  2. Belum Adanya Alasan Memprioritaskan UN : Saya yakin hampir semua siswa SMAN 2 Sidoarjo terutama kelas XII sependapat bahwa SBMPTN/UTBK lebih penting daripada UNBK. Ini mengingat fungsi UNBK hanya sebatas kelulusan  dan peringkat sekolah, dan sama sekali tidak mempengaruhi penerimaan di Perguruan Tinggi Negeri. Jika Kepala Sekolah ingin mengubah sistem menjadi seperti ini, mungkin dapat dipertimbangkan solusi lainnya atau kenapa tidak khusus kelas 12 tidak perlu diadakan kelas kategori?? Toh kebanyakan materi semester 6 dipadatkan di semester 5, sehingga secara teknis pada semester 5 siswa sudah menyelesaikan materi UNBK maupun SBMPTN. Dengan demikian, semakin banyak waktu untuk mempersiapkan berbagai ujian seperti UNBK maupun SBMPTN dan Latihan Soal lainnya

Berdasarkan alasan diatas, saya berpendapat bahwa wacana Bapak Nurseno selaku Kepala Sekolah untuk mengadakan kelas kategori harus dibatalkan. Saya berharap petisi ini dapat dibaca oleh pihak yang berwenang dan membawa dampak dalam perumusan kebijakan ini. Terima kasih.