TOLAK PERUBAHAN WARNA PAKAIAN DINAS PESIAR MALAM(PDPM) SMA TARUNA NUSANTARA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


TOLAK PERUBAHAN WARNA  PAKAIAN DINAS PESIAR MALAM(PDPM) SMA TARUNA NUSANTARA

Pada tanggal 20 Mei tahun 1989 telah ditandatangani sebuah Piagam Kerjasama yang menjadi bukti komitmen Angkatan Bersenjata Republik Indonesia bersama dengan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa untuk berjuang bersama melalui upaya pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai salah satu cita-cita kemerdekaan Indonesia. Piagam Kerjasama tersebut yang menjadi cikal bakal berdirinya Perguruan Taman Taruna Nusantara / SMA Taruna Nusantara. Cita-cita dan gagasan ABRI (pada saat itu diwakili oleh Panglima ABRI Jend. TNI Try Sutrisno) bertemu dengan idealisme dan kebijaksanaan Tamansiswa (pada saat itu diwakili oleh Ki Sugondo Hartoprodjo) diejewantah dalam sebuah dokumen yang oleh para siswa, alumni dan pamong SMA Taruna Nusantara dikenal dengan sebutan “Buku Hitam”.

Melalui petisi ini, seluruh siswa Perguruan Taman Taruna Nusantara dan alumni yang paham nilai dasar dan filosofi perguruan MENOLAK ADANYA PERUBAHAN WARNA PAKAIAN DINAS PESIAR MALAM(PDPM) SMA Taruna Nusantara yang semula berwarna biru laut menjadi warna abu-abu dan biru dongker. Adapun beberapa alasan yang dapat mendasari adanya penolakan tersebut dapat diuraikan sebagaimana berikut.

Secara Filosofi, ditinjau dari hal-hal yang diamanatkan dalam Buku Hitam. Di antara hal-hal yang diamanatkan dalam Buku Hitam tersebut adalah Lambang, Motto, Surya Sengkala, Panji, Bendera dan Warna-warna dalam setiap aspek yang merepresentasikan Perguruan Taman Taruna Nusantara. Warna yang mewakili Perguruan Taruna Nusantara adalah kuning terang, merah, putih, dan biru laut. Dan dengan warna-warna inilah kami, para alumni mewarnai jiwa kami sejak di SMA TN, hingga lulus saat ini. Warna kuning, menurut Buku Hitam mewakili nilai religiusitas, kecemerlangan dan cita-cita luhur. Warna merah berarti kebangsaan Indonesia, keberanian dan kejujuran. Sedangkan warna biru bermakna sebagai dimensi kelautan dan kedirgantaraan dalam ruang hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai gugus kepulauan Nusantara. Sedangkan warna abu-abu dan biru dongker bukanlah salah satu warna yang mendasari Perguruan Taman Taruna Nusantara, tidak ada satupun faktor filosofi yang dapat merepresentasikan nilai-nilai yang ada di SMA Taruna Nusantara.

Secara Histori, PDPM yang berwarna biru laut telah melekat dalam diri siswa dan alumni SMA Taruna Nusantara sejak tahun 1990 atau dengan kata lain, sejak alumni angkatan pertama. Warna yang menjadi kebanggaan itu, sudah melekat kedalam jati diri setiap alumni dan siswanya. Sudah hampir 30 tahun SMA Taruna Nusantara melalui alumni dan siswa nya memperkenalkan seragam berwarna biru laut ini kepada khalayak umum sehingga sudah menjadi ciri khas dari SMA Taruna Nusantara. Usaha dan kebanggaan yang sudah dipupuk selama tiga dekade ini telah menciptakan kesan khusus, ketika tersebut kata “SMA Taruna Nusantara”, salah satu hal yang tercetus dikepala adalah adanya PDPM biru laut tersebut. Maka dari itu, untuk menselaraskan kebanggaan yang telah ada sejak lama dengan yang akan ada pada alumni dan siswa pada masa mendatang, kesamaan dalam seragam kebanggan sangat diperlukan, yaitu PDPM berwaran biru laut.

Ketidakpahaman terhadap nilai-nilai, filosofi, dan histori Perguruan Taman Taruna Nusantara tersebut dapat mengarahkan beberapa pembuat kebijakan dengan tanpa dasar dan alasan yang kuat mengganti beberapa hal yang menjadi krusial dan penting dalam proses penanaman ajaran dan idealisme perguruan terhadap seluruh peserta didik dan stake holder perguruan. Di antaranya adalah dengan mengganti warna Pakaian Dinas Pesiar Malam, sebagai seragam kebanggaan Perguruan Taman Taruna Nusantara yang semula berwarna biru laut menjadi abu- abu dan biru dongker yang sama sekali bukan salah satu nilai perguruan. Seluruh siswa Perguruan Taman Taruna Nusantara dan alumni yang paham nilai dasar dan filosofi perguruan dengan ini menyatakan MENOLAK perubahan warna seragam tersebut karena bertentangan dengan idealisme dan ajaran di Perguruan Taman Taruna Nusantara itu sendiri.