Petition Closed
Petitioning SMA Seruni Don Bosco, Pondok Indah & Yayasan Pondok Indah Don Bosco

Usut kekerasan oleh 8 murid senior dan 10 alumni selama MOS 25 Juli 2012.


Kasu-kasus kekerasan di dunia pendidikan masih sering terjadi. Biasanya menimpa para murid baru. Ini terjadi bukan hanya di lembaga-lembaga pendidikan milik militer, milik pemerintah, universitas negeri dan swasta, tetapi juga di sekolah-sekolah menengah swasta.
Beberapa contoh di bawah ini memperlihatkan variasi kejadian serupa selama tiga tahun terakhir di berbagai kota dan lembaga pendidikan:
1. Kasus korban Ospek di ITB, Februari 2009: http://forum.kompas.com/nasional/14853-ospek-kembali-memakan-korban.html
2. Kasus STSN, September 2009: http://old.infospesial.net/indonesia/ospek-memakan-korban.html
3. Kasus mahasiswa Unhas, Makassar, Oktober 2011: http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10920300
4. Kasus siswa BP2IP, Juli 2012: http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15462258

Kasus yang terjadi 25 Juli 2012 menimpa Ary (15 th), siswa baru SMA Don Bosco, yang dibully, dianiaya, dan disiksa oleh para seniornya, bahkan oleh para alumni sekolah tersebut. Ary menderita luka-luka lebam di sekitar dada, bekas sundutan nyala rokok di leher dan tengkuk, serta memar-memar di bagian wajah.
Kejadian ini, diketahui atau tidak diketahui oleh pihak Sekolah, tetap harus dianggap sebagai tanggungjawab Sekolah dan pihak Yayasan yang membawahi Sekolah tersebut.
Alasannya jelas; Sekolah bukan saja gagal mengarahkan acara MOS sebagai kegiatan yang mendidik, tetapi malah menyebabkan terjadinya tindakan kriminal oleh murid-murid senior sekolah tersebut serta alumni-alumninya atas beberapa murid baru, termasuk di dalamnya adalah Ary.

Letter to
SMA Seruni Don Bosco, Pondok Indah & Yayasan Pondok Indah Don Bosco
Saya baru saja menandatangani petisi berikut ini tertuju kepada: SMA Seruni Don Bosco, Pondok Indah & Yayasan Pondok Indah Don Bosco.

----------------
Usut kekerasan oleh 8 murid senior dan 10 alumni selama MOS 25 Juli 2012.

Kasu-kasus kekerasan di dunia pendidikan masih sering terjadi. Biasanya menimpa para murid baru. Ini terjadi bukan hanya di lembaga-lembaga pendidikan milik militer, milik pemerintah, universitas negeri dan swasta, tetapi juga di sekolah-sekolah menengah swasta.
Beberapa contoh di bawah ini memperlihatkan variasi kejadian serupa selama tiga tahun terakhir di berbagai kota dan lembaga pendidikan:
1. Kasus korban Ospek di ITB, Februari 2009: http://forum.kompas.com/nasional/14853-ospek-kembali-memakan-korban.html
2. Kasus STSN, September 2009: http://old.infospesial.net/indonesia/ospek-memakan-korban.html
3. Kasus mahasiswa Unhas, Makassar, Oktober 2011: http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10920300
4. Kasus siswa BP2IP, Juli 2012: http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=15462258

Kasus yang terjadi 25 Juli 2012 menimpa Ary (15 th), siswa baru SMA Don Bosco, yang dibully, dianiaya, dan disiksa oleh para seniornya, bahkan oleh para alumni sekolah tersebut. Ary menderita luka-luka lebam di sekitar dada, bekas sundutan nyala rokok di leher dan tengkuk, serta memar-memar di bagian wajah.
Kejadian ini, diketahui atau tidak diketahui oleh pihak Sekolah, tetap harus dianggap sebagai tanggungjawab Sekolah dan pihak Yayasan yang membawahi Sekolah tersebut.
Alasannya jelas; Sekolah bukan saja gagal mengarahkan acara MOS sebagai kegiatan yang mendidik, tetapi malah menyebabkan terjadinya tindakan kriminal oleh murid-murid senior sekolah tersebut serta alumni-alumninya atas beberapa murid baru, termasuk di dalamnya adalah Ary.


----------------

Salam,