Tolak Kebun yang Hancurkan Tanah Adat Kami di Kebar, Tambrauw, Papua Barat!

0 have signed. Let’s get to 75,000!


Baru-baru ini saya dan teman-teman saya mendapat kabar sangat mengejutkan dari kampung halaman: tanah adat kami dirampas, katanya mau dijadikan perkebunan kelapa sawit. Saya langsung ingat, kalau almarhum ayah saya masih hidup, pasti ia akan tegas menolak.

Nama saya Jan, Suku Mpur dari Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat dan saat ini berkuliah di Yogyakarta.

Almarhum ayah saya dan kebanyakan warga Tambrauw adalah petani, peramu dan berburu. Mungkin banyak yang kira kehidupan ini ketinggalan zaman. Tapi bagi kami, ini bagian dari hubungan kami dengan alam. Kita jaga alam, alam beri kita makan. Hutan kami adalah ibu kami.

Itu semua terancam oleh PT Bintuni Agro Prima Perkasa (PT BAPP). Mereka yang awalnya meminta izin warga adat untuk membuka kebun jagung di padang rumput, ternyata sekarang beroperasi di hutan kami. Bahkan dicurigai mulai menanam sawit. “Hutan kami dirusak habis. Tempat dan habitat kehidupan kita itu habis digusur. Nasib masa depan kami terancam,” kata Samuel Ariks, Tokoh Marga Ariks disana.

Bahkan PT BAPP memiliki dokumen izin menggunakan hutan yang ditandatangani warga. Padahal warga tak tahu dari mana tanda tangan itu. Mereka hanya pernah tanda tangan perjanjian untuk perkebunan jagung di padang rumput. Bukan di hutan.

Sudah jelas, kalau hutan dirampas, kami akan kehilangan penghidupan. Yang paling menyedihkan, tanah adat yang diwariskan turun temurun dari leluhur kami itu akan hilang. Maka dari itu, enam marga dari daerah setempat melakukan gugatan agar perusahaan itu tidak beroperasi lagi di tanah adat kami.

Kami tidak mau diam dan menyesal kemudian jika tanah adat kami dirusak seperti yang terjadi di Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. Karena itu kami dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Tambrauw (IPMT) mengajak kawan-kawan yang peduli lingkungan dan masyarakat adat agar dukung petisi ini dan mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya untuk mengusut penyalahgunaan izin dan memberikan sanksi pencabutan izin perkebunan di Kebar, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

Salam,

Jan Sedik



Today: Jan is counting on you

Jan Sedik needs your help with “@SitiNurbayaLHK, Kami tolak kebun yang hancurkan tanah adat kami di Kebar, Tambrauw, Papua Barat!”. Join Jan and 67,894 supporters today.