COPOT RUDI RUSMADI DARI PT. VIRTUE DRAGON NICKEL INDUSTRI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


“Sebuah Analisis Akar Permasalahan yang berdampak pada konflik horizontal Masyarakat Lingkar Tambang PT. VDNI – Morosi”

Negara Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah dengan keberagaman hayati dari sumber daya alam yang melimpah. Kekayaan yang patut kita sukuri, selain itu kita wajib untuk melindungi dan mengelola dengan sebaik-baiknya dan sebijak-bijaknya dengan tujuan yang bermuara pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, amanah itu di tuangkan dalam konstitusi sebagai landasan hukum tertinggi negeri ini (BACA : UUD PASAL 33 AYAT 3“Bumi, air dan segala kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasai oleh negara dan di pergunakan sebesarbesamya untuk kemakmuran rakyat”.

Namun ketika kita Berbicara Sulawesi Tenggara realitasnya berkata lain, pembisnis atau pemodal mengeruk kekayaan alam sebesar-besamya untuk kepentingan pribadi/perseorangan tanpa memikirkan rakyat/masyarakat sekitar yang mempunyai hak multlak atas tujuan pengeloaan sumber daya alam tersebut. Hal ini di akibatkan perselingkuhan antara pebisnis/pemodal dengan Pemerintah, Pemodal dengan Aparat Penegak Hukum, maupun sebaliknya.

PT. Virtue Dragon Nickel industri (VDNI) merupakan Badan Usaha Swasta yang begerak di bidang industri pertambangan pengelolaan/pemurnian biji nikel (Smelter), selama kurang lebih 5-6 tahun beroprasi pada Kawasan Mega Industri di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Dalam proses berjalannya investasi ini dicita-citakan dapat memberikan dampak secara positif terhadap kemajuan perekonomian Kabupaten Konawe khususnya masyarakat berada dalam lingkar tambang. Namun hadirya investasi tersebut bukan memberi angin segar bagi ketersediaan lapangan kerja dan sureplusnya income pendapatan daerah, malah berbanding terbalik dari proyeksi tersebut, dimana sejak awal pengoperasiannya, General Manager PT. VDNI Rudi Rusmadi telah melahirkan tafsiran berbeda atas kebijakan perusahaan (Lihat : Proses Rekruitmen Kariawan, Sengketa Agraria antara Perusahaan dengan Pemilik Lahan, pengelolaan Managemen perusahaan yang tidak baik, Hingga Adanya dugaan peran sampingan dari GM PT. VDNI, Rudi Rusmadi Sebagai Kontraktor Perusahaan) hingga menimbulkan konflik sesama masyarakat setempat dengan gaya adu domba, menjadikan premanisme sebagai instrumen penyelesaian masalah, serta menghilangkan peran Kepala daerah (Bupati Konawe dan Gubernur Sulawesi Tenggara) dalam hal perawatan investasi.

Seiring dengan berjalannya investasi PT. VDNI, ternyata cita-cita dengan pemberian pelayanan yang baik bagi kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat sekitar tambang khususnya masyarakat Kabupaten Konawe, tidak pernah terwujud. Melainkan dengan keberadaanya, malah merubah ekpektasi masyarakat menjadi mimpi buruk akibat menejemen kepemimpinan Rudi Rusmadi sebagai Pimpinan Utama atau GM PT. VDNI di Sulawesi Tenggara yang gagal total dalam mengelolah dan menafsirkan kebijakan perusahaan.

Sehingga Kehadiran PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) dibawah Management RUDI RUSMADI sebagai Pimpinan Utama atau GM PT. VDNI di Sulawesi Tenggara telah menciptakan keresahan dan konflik sesama masyarakat lingkar tambang secara terus-menerus menjadi masalah utama yang sering dihadapi, bahkan banyak melakukan pelanggaran secara hukum mengenai pengambilan kebijakan tata pengelolaan tenaga kerja yang sering sekali mengakibatkan konflik internal sesama tenaga kerja.

Akibatnya Pengembangan langkah antisipasi dalam penyelesaian konflik dibawah Management kepemimpinan Rudi Rusmadi sebagai Pimpinan Utama atau GM PT. VDNI di Sulawesi Tenggara, dalam upaya antisipasi secara komprehensif untuk menyiapakan rencana pemecahan masalah dengan model win-win solution atas masalah yang melibatkan masyarakat tidak pernah tercapai atau gagal total. Hal tersebut dibuktikan :

  1. Pengelolaan Management Perusahaan PT. VDNI yang amburadul yakni alih perannya Rudi Rusmadi selaku GM PT. VDNI menjadi Kontraktor Perusahaan.
  2. Menyelipkan kepentingan pribadi pada setiap agenda-agenda perusahaan, Hingga terkesan pemenuhan kepentingan pribadi lebih utama dan’ tuntutan perusahaan.
  3. Menjadi biang perpecahan dilingkup masyarakat lingkar tambang akibat ketidakmampuan Rudi Rusmadi dalam menafsirkan arah kebijakan perusahaan mengenai proses perekrutan kariawan.
  4. Ketidakmampuan menyelesaikan permasaIahan yang menggerogoti perusahaan bertahun-tahun.
  5. Menghilangkan peran Kepala daerah (Bupati Konawe dan Gubernur Sulawesi Tenggara) baik sebagai mediator dalam membantu kelancaran aktivitas perusahaan maupun dalam hal menjaga investasi

Sehingga hal ini harus menjadi tanggung jawab semua pihak, Karena kewajiban kita adalah menjaga Investasi ini tetap berjalan dengan baik tanpa ada hambatan baik bersumber dari Internal mapun Eksternal Perusahaan. Atas dasar itu sebagai representatif masayarakat konawe, meminta secara khusus kepada Management PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) atau siapa pun yang mempunyai legitmiasi dalam menetukan arah dan orientasi dalam pebaikan perusahaan untuk meredam segala permasalahan yang merugikan masyarakat lingkar tambang dan cita-cita investasi yakni dengan membersihkan virus yang menggerogoti perusahaan selama ini.

Untuk itu “Melepaskan Rudi Rusmadi Bersama Kroninya dalam tubuh PT. Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) adalah solusi yang tepat demi menjaga tujuan investasi, kondusifitas perusahaan dan ketentraman masyarakat Lingkar Tambang Morosi”.

Penulis : MUHAMAD IKRAM PELESA

  • Fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Lingkungan Hidup
  • Wasekjend PP GPII Bidang Hukum dan HAM
  • Presidium FORSEMESTA (Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan) SULTRA


Hari ini: Muhamad mengandalkanmu

Muhamad Ikram Pelesa membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Site Manager PT. Virtue Dragon Nickel Industry: COPOT RUDI RUSMADI DARI PT. VIRTUE DRAGON NICKEL INDUSTRI". Bergabunglah dengan Muhamad dan 24 pendukung lainnya hari ini.