TOLAK PPDB ZONASI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Sistem zonasi yang diberlakukan sekarang pada PPDB SMA oleh pemerintah memanglah memiliki niat yang cukup baik, yaitu sebagai sarana pemerataan sekolah agar tidak ada lagi yang namanya sekolah favorit dan sekolah tidak favorit. Selain itu juga sistem zonasi memiliki keunggulan lain. Sebagai contoh agar peluang keterlambatan siswa mengecil juga siswa tidak perlu khawatir akan pada jarak sekolah yang terlalu jauh.

Namun selain sisi positif dari sistem zonasi ini, ternyata juga menyimpan banyak sisi negatif. Tak dapat ditutupi lagi telah banyak siswa yang protes akan sistem zonasi ini, bukan hanya siswa bahkan tak sedikit guru yang mengeluh tentang sistem ini. Keluhan yang paling banyak dikeluhkan adalah siswa tak dapat bersekolah di sekolah yang diidamkan karena kalah jarak oleh peserta yang masuk zonasi, sehingga menurunkan semangat para siswa untuk belajar. Bagaimana tidak? Siswa dituntut belajar dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi ujian, bahkan ada yg rela menghabiskan uang dan waktu mereka demi belajar. Itu semua mereka korbankan untuk masuk sekolah yang mereka idamkan, namun begitu lulus mereka dikecewakan oleh sistem zonasi yang mengurung. Selain itu sistem zonasi juga memiliki banyak peluang kecolongan, banyak orang tua siswa yang mengubah kartu keluarga mereka demi menyekolahkan sang anak di sekolah yang ia inginkan. Juga pada guru yang merasa sistem ini merugikan, guru dituntut untuk beradaptasi pada kondisi siswa. Sebagaimana guru yang sebelumnya mengajar cepat harus mengajar dengan lambat karena ingin mengimbangi kondisi siswa, sebaliknya pun tak sedikit yang begitu.

Kesimpulannya ialah, niat baik pemerintah membuat sistem zonasi ini agar memeratakan kastanasi sekolah, memperbesar peluang siswa mendapat sekolah yang dekat, dan memperkecil peluang keterlambatan siswa. Namun juga memiliki kekurangan menurut banyak kalangan, murid yang patah semangat belajar karena pesimis tak mendapat sekolah yang ia inginkan, guru yang dituntut harus beradaptasi pada kemampuan siswa, banyaknya kecolongan oleh pengguna zonasi yang tidak memiliki alasan jelas, dan tak sedikit sekolah yang muridnya tak merata.

Padahal kastanisasi sekolah pun tak menjadi masalah, kenapa? Sebab, itu akan mengacu semangat belajar siswa untuk masuk ke sekolah favorit. Lalu yang tidak keterima bagaimana? Mudah saja, mereka juga harus meningkatkan prestasinya saat lulus. Sehingga para siswa memiliki alasan untuk belajar lebih giat, juga banyak yang diuntungkan atas hal itu. Sistem zonasi tak sepenuhnya salah, namun sebaiknya pemerintah menghapusnya saja, sekalipun tidak pemerintah dapat mengurangi persenan zonasi dalam sistem ppdb.